anak gengsi

Why, Generasi Milenial Merasa Gengsi Mengakui Kondisi Orang Tua yang Sederhana

Banyak hal yang bisa dibahas jika berkaitan dengan generasi milenial. Hampir semua hal menjadi sorotan yang menarik untuk diperbincangkan. Tak terkecuali sebuah permasalahan yang terlihat sepele, namun berdampak besar bagi orang, terlebih orang tua.

Yap! kali ini akan membahas mengenai sebuah permasalahan yang kerap dijumpai di masyarakat. Sebuah kondisi dimana seorang anak yang bisa hidup berkecukupan tinggal jauh dengan orang tua karena menjalani pendidikan kerap kali melupakan kondisi orang tuanya dan bahkan enggan untuk mengakui orang tuanya karena kondisi yang masih sederhana. Kejadian seperti itu sudah sangat banyak kita temui, alasannya pun hanya sepele. Si anak tidak ingin diketahui oleh temannya jika memiliki orang tua dengan kondisi sederhana. Lalu, memang kenapa jika orang tua kondisnya sederhana?

Bukankah sikap seperti itu tidak diperbolehkan bahkan tidak dianjurkan untuk dilakukan? karena jelas-jelas akan menyakiti perasaan orang tua yang sudah merawat dan memenuhi segala kebutuhan bertahun-tahun sebelum menjadi anak yang berhasil seperti saat ini. Tahukah kamu, saat bertindak tidak menghargai dan mengakui orang tua sebagaimana selayaknya, akan mendapatkan kesusahan dan kerumitan yang berkelanjutan setiap ada masalah. Berikut yang harus kamu pertimangkan sebelum bersikap gengsi karena kondisi sederhana orang tua.

1. Pertemanan Sesungguhnya Tidak Bergantung dengan Status Ekonomi

Memiliki orang tua dengan kondisi yang sederhana tidak ada salahnya kok Dears. Bagaimanapun juga memiliki orang tua yang mampu sekalipun tidak akan menjamin mendapatkan teman yang baik. Pun pertemanan yang sesungguhnya tidak berpengaruh dengan status ekonomi seseorang, tetapi dari karakter dan sikap seseorang dalam berteman dengan orang lain yang menjadi kunci pertemanan sesungguhnya.

2. Tanpa Orang Tua Tidak Ada Kita dengan Kondisi Saat Ini

Yang harus digaris bawahi, justru tanpa orang tua, kita semua tidak akan sampai sesukses saat ini. Tidak bisa mendapatkan kehidupan yang layak seperti saat ini. Lantas mengapa masih tidak bersyukur dan malah gengsi mengakui sebagai orang tua kita. Pantaskah mendapatkan kehidupan yang layak jika masih tidak memberikan kehidupan di hari tua yang layak bagi orang tua.

3. Orang Tua Rela Melakukan Apa Saja demi Anaknya

Orang tua pun tidak pernah punya rasa malu melakukan pekerjaan apapun demi membuat anaknya bisa hidup yang berkecukupan dan bisa memenuhi kebutuhan si anak. Bahkan untuk anak yang jauh dari orang tua karena melanjutkan kuliah, tidak pernah tahu pekerjaan apa saja yang dilakkan orang tua demi bisa menyekolahkan anaknya hingga ke luar kota. Tetapi, terkadang balasan si anak tidak sesuai harapan orang tuanya. Mereka justru enggan dan gengsi untuk mengakui secara tidak langsung orang tuanya kepada teman-temannya hanya karena orang tuanya hidup di desa dan sederhana.

4. Rasa Bersalah dalam Mendidik

Sebagai orang tua pun merasa bersalah jika memiliki anak yang tidak memperlakukannya dengan baik. Rasa bersalah karena mendidik yang kurang tepat hingga menjadikan si anak memiliki perangai yang berkebalikan dengan keinginannya. Tetapi, orang tua juga tidak sepenuhnya salah dalam mendidik, lingkungan pergaulan yang kurang tepat dari anak bisa berdampak dengan sikap yang kurang berbakti kepada orang tuanya.

5. Ingin Menjadi Malin Kundang Masa Kini?

Ingat dengan cerita malin kundang yang tidak mau mengakui ibunya hanya karena malu dengan istrinya? Jika masih banyak generasi sekarang yang merasa gengsi dan enggan untuk mengenalkan orang tuanya hanya karena sederhana, bukankah tidak ada bedanya dengan malin kundang. Memang tidak akan dikutuk menjadi batu seperti dalam cerita, namun pintu kemudahan dan keberkahan dalam hidup akan sulit didapatkan jika tidak memperlakukan orang tua sebagaimana mestinya.

Dears, untuk apa merasa malu, gengsi dan enggan untuk membicarakan atau mengakui orang tua yang ada di kampung terhadap teman kita? Toh tanpa orang tua, kita semua tidak bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan pantas seperti saat ini dengan usaha sendiri. Tak perlu merasa malu hanya karena status ekonomi orang tua, dalam pertemanan pun status ekonomi hanya penunjang untuk terlihat wah di mata seseorang, bukan menjadi faktor utama dalam mencari teman.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *