Waspadai 8 Tanda Stress ini ya, Dears. Karena itu Artinya Kamu Butuh Piknik!

Menjadi ibu rumah tangga yang selalu ada di rumah, dikelilingi orang-orang tercinta ternyata tetap bisa memicu stres, lho, Dears. Selalu saja ada permasalahan yang membuat para ibu merasa jenuh dan kurang piknik. Ingin tahu  kapan kamu perlu piknik? Ini dia tanda-tandanya,

1. Apatis

Foto: Unsplash

Saat mental dan pikiran kita lelah, saat itu biasanya kita menjadi apatis terhadap apa pun. Seolah-olah dunia ini tidak ada artinya, sehingga kita menjadi masa bodoh dengan apa yang sedang dan yang akan terjadi. Seorang istri bisa menjadi masa bodoh terhadap  suaminya apalagi jika permasalahan muncul karena kurangnya komunikasi kepada pasangan.  Bahkan seorang ibu bisa menjadi masa bodoh dengan urusan anak-anak, sehingga semuanya diserahkan kepada ayah atau pengasuhnya. Apatis terhadap lingkungan juga dimungkinkan terjadi. Jika rasa apatis muncul, maka peran sebagai istri, ibu dan, anggota masyarakat seringkali terlupakan.

2. Kurang Fokus

Foto: Unsplash

Saat stres seseorang cenderung tidak fokus. Banyak pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dengan maksimal karena otak yang seharusnya digunakan untuk berpikir sudah overload. Terlalu banyak pikiran dan tekanan sangat berbahaya bagi istri sekaligus ibu. Banyak pekerjaan yang dilakukan dengan ceroboh padahal biasanya sangat teliti. Jika sedang dalam kondisi ini sebaiknya tidak melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan membahayakan  diri sendiri, seperti menyetir kendaraan. Kurang fokus juga menyebabkan banyak hal terlupakan, sehingga menyebabkan kekacauan dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat.

3. Cepat Capek, Malas atau Malah Muncul Energi yang Luar Biasa

Foto: Unsplash

Lelahnya fisik dan badan saat beraktivitas mudah untuk kembali bugar dengan beristirahat. Namun lelahnya mental karena banyaknya kekacauan pikiran dan tekanan tidak mudah dihilangkan. Sehingga kondisi mental yang capek sangat mudah mempengaruhi kondisi fisik menjadi ikut mudah capek juga. Pekerjaan yang biasanya dapat dilakukan dalam waktu tidak terlalu lama mungkin tertunda karena kondisi fisik yang tidak mendukung. Maka timbullah rasa malas yang dipengaruhi oleh rasa capek psikis sekaligus rasa apatis. Namun, bagi beberapa orang, stres malah menghasilkan energi yang luar biasa, sehingga bisa mengerjakan pekerjaan yang menguras tenaga lebih banyak. Biasanya karena jengkel, marah dan tidak puas akan sesuatu, seseorang ingin menuntaskan segala pekerjaan yang ada di depannya. Memang terdengar aneh, tapi itulah kejaiban stres.

4. Gampang Nge-Gas

Foto: Unsplash

Berteriak-teriak seringkali identik dengan depresi. Ada sesuatu yang tidak memuaskan, membuat marah dan jengkel membuat seorang ibu lebih mudah berbicara dengan nada satu oktaf lebih tinggi. Hal-hal kecil yang biasanya tidak menarik perhatian, tiba-tiba menjadi pencetus bentakan, teriakan, atau bahkan umpatan. Mengerikan, ya? Begitulah, Dears, konon singa betina lebih mudah mengamuk jika dirasa ada yang mengganggu kenyamanannya..

5. Tidak Bergairah Terhadap Pasangan

Foto: Unsplash

Kemesraan suami istri selalu didasari rasa sayang, kelemahlembutan, kedekatan dan cinta. Tanpa itu semua, jangan berharap tumbuh keinginan untuk bermesraan dengan pasangan. Dan faktanya stres dapat menghambat munculnya keinginan itu. Maka pasangan suami istri harus mulai melakukan introspeksi diri kenapa hal ini terjadi. Jadi penyebabnya tidak selalu karena adanya PIL atau WIL ya, Dears. Coba tengok kondisi psikis masing-masing, apakah cukup sehat untuk selalu bisa bermesraan.

6. Lebih Suka Menyendiri

Foto: Unsplash

Perempuan yang stres lebih suka menyendiri, tidak mau diganggu oleh siapa pun atau oleh keadaan apa pun. Bagi beberapa orang, menyendiri akan lebih nyaman karena tidak menyebabkan kerugian bagi suami, anak atau lingkungannya. Cukuplah rasa sesak di dadanya dia tanggung sendirian. Kalau sudah seperti ini, suami harus waspada, karena perempuan yang suka menyendiri saat stres rawan depresi.

7. Lebih Cerewet Atau Malah Malas Bicara

Foto: Unsplash

Banyak bicara selalu identik dengan perempuan. Jika laki-laki bicara satu kalimat, perempuan bisa menanggapi dengan sepuluh kalimat. Kosakata perempuan mungkin lebih banyak dari laki-laki, sehingga saat stres pun perempuan tetap bisa bicara, bahkan lebih cerewet karena sering mengomel untuk berbagai hal.   Sambil bekerja, omelannya terus berlanjut, bahkan ketika sudah tidak ada yang mendengarkan karena anak dan suami sudah masuk kamar. Tapi, ada juga perempuan yang kalau stres malah jadi pendiam. Malas bicara, karena merasa apa pun yang dibicarakannya tidak menghasilkan perubahan. Malas bicara ini juga merupakan bentuk protes seorang ibu yang sedang stres, berharap suami atau anaknya paham bahwa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi di rumahnya.

8. Susah Tidur

Foto: Unsplash

Setelah merebahkan diri di tempat tidur biasanya kita mudah tertidur, apalagi setelah lelah bekerja seharian. Namun bagi ibu yang sedang stres, banyak pikiran dan tekanan mental, tidur bukanlah hal yang menyenangkan. Sprei sudah diganti, lampu remang-remang, lilin aroma terapi sudah dinyalakan, tetapi pikiran masih melayang-layang entah ke mana. Pada akhirnya banyak ibu yang memilih mengerjakan pekerjaan rumah saat semua penghuni rumah tertidur. Dan lelahnya bertambah, baik fisik dan mental.

Nah, pernah mengalami semua itu, Dears? Jika pernah, sepertinya kamu butuh piknik. Lakukan me time yang asyik supaya kehidupanmu normal kembali. Berbagilah kepada pasangan apa sebenarnya menjadi permasalahan dan mintalah waktu untuk me time karena kamu membutuhkannya.

 

*Artikel terbit merupakan kiriman dari kontributor. Setiap isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *