Waspada! Ibu Bekerja Bertambah Gemuk Karena 7 Hal ini

Ibu bekerja adalah ibu yang luar biasa. Waktu 24 jam yang dimilikinya sebagian habis di tempat kerja, namun masih mampu melaksanakan tugas domestiknya sebagai ibu rumah tangga.

Permasalahan yang sering timbul bagi ibu bekerja adalah kebiasaan makan yang tidak sehat sehingga menyebabkan obesitas. Obesitas atau kegemukan sering menimbulkan masalah kesehatan dan menurunnya rasa percaya diri. Untuk itu, ibu bekerja perlu mewaspadai 7 hal ini, Dears!

1. Terburu-buru Hingga Melupakan Sarapan

Pagi adalah waktu yang hectic bagi semua ibu bekerja. Menyiapkan keperluan suami dan anak, mulai dari pakaian, sarapan dan bekal, pasti dilakukan setiap pagi. Pada saat yang bersamaan, ibu bekerja juga harus mempersiapkan diri untuk berangkat ke tempat kerja dan seringnya lupa sarapan karena tidak ada waktu lagi. Padahal sarapan di pagi hari sangat penting. Sarapan akan menjadi bahan bakar untuk beraktivitas selama beberapa jam kedepan. Tidak sarapan membuat seseorang cepat merasa lapar dan pelariannya adalah makanan tinggi karbohidrat dan gula yang cepat mengenyangkan. Artinya, ibu bekerja akan mudah kalap ketika kelaparan, hingga tidak sadar makanan yang dimakannya tidak memenuhi standar gizi seimbang.

Jika memang tidak sempat sarapan di rumah, usahakan untuk membawa bekal, ya, Dears. Siapkan bekal bersamaan dengan menyiapkan bekal anak-anak di pagi hari dan makanlah saat tiba di kantor. Sarapan yang baik adalah sarapan yang tinggi protein, sehingga tubuh dalam kondisi membakar timbunan lemak dalam tubuh, tetapi tetap memiliki cadangan energi sampai makan siang.

 

2. Ngemil Tidak Sehat

Meal time adalah ujian. Pada jam-jam tertentu tubuh berada pada kondisi haus sekaligus lapar. Pada jam-jam ini minumlah lebih banyak air putih, minimal 2 gelas dan makanlah buah. Usahakan untuk tidak makan jajanan yang mengandung karbohidrat, gula dan lemak dalam kadar tinggi.

Ngemil roti/kue/bolu apalagi bakso tidak direkomendasikan. Jajanan gorengan? Wah, tahan dulu, deh. Mending ngemil buah atau salad sayuran. Kopi atau teh boleh diminum dengan sedikit gula atau gunakan gula rendah kalori.

Lebih baik membawa bekal buah atau salad dari rumah dan titipkan di kulkas kantor. Jangan lupa untuk memberi nama, agar tidak dianggap makanan tak bertuan. Usahakan untuk minum air putih setiap jam minimal 1 gelas sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi. Satu-satunya cara agar minum air putih tidak terasa merepotkan adalah dengan menyediakan air putih dalam jangkauan tangan.

 

3. Makan Siang Tertunda Karena Kesibukan Pekerjaan

Kesibukan adalah alasan utama bagi ibu bekerja untuk menunda makan siang. Pekerjaan yang sedang tanggung dikerjakan terlalu sayang untuk dihentikan, tahu-tahu jam istirahat sudah lewat dan perut sudah keroncongan. Biasanya pelarian yang gampang adalah masak mie instan di pantry kantor, atau memesan makanan berat sejenisnya yang (sekali lagi) tinggi karbohidratnya saja. Maka jangan kaget kalau kemudian timbangan bergeser ke kanan dan terus ke kanan.

Sekali lagi, membawa bekal adalah yang terbaik. Bekal akan memudahkan untuk memilih makanan sehat sesuai kebutuhan kalori  dan tentunya sesuai budget harian kita. Sekali-kali boleh memesan makanan, tetapi pilih makanan yang sehat seperti gado-gado, pecel telur, atau ayam bakar plus sayuran. Perhatikan komposisi karbohidrat, sayur dan lauknya. Atau pesan makanan dari katering diet jika memang mampu. Yang penting jangan sampai melupakan makan siang, ya, Dears!

 

4. Kumpul-kumpul sama dengan Makan-makan

Berkumpul dengan teman selepas bekerja memang menyenangkan, dengan alasan kepraktisan. Di mana biasanya para ibu bekerja membuat janji? Di rumah makan atau kafe pastinya, ya. Alasan kepraktisan pula yang menjadikan ibu bekerja bertambah gemuk, karena sambil ngobrol atau berdiskusi, minuman dan makanan masuk ke mulut tanpa pertimbangan lagi. Es teh, jus buah plus banyak gula, kentang goreng, tahu krispi, semuanya disikat habis. Mumpung kumpul, mumpung ada yang traktir, atau mumpung berada di rumah makan yang serba lezat masakannya.

Nah, pertanyaannya, kenapa tidak mengubah mindset-mu? Kita orang Indonesia sering menganalogikan berkumpul sama dengan makan-makan. Buat janji di tempat yang tidak ada makanannya atau setidaknya sulit mendapatkan makanan, seperti di perpustakaan, taman, atau di lobi kantor salah satu teman. Selesaikan diskusi atau ngobrol sesuai jadwal yang pasti, sehingga tidak perlu ada acara makan atau minum bersama. Pikirkan bahwa keluarga sudah menanti di rumah, sehingga semua acara lebih efektif, efisien, dan tentunya tidak menambah berat badanmu, ya, Dears.

 

5. Makan Malam Saat Sudah Larut Malam

Ibu bekerja yang sudah tiba di rumah pasti akan melakukan tugas-tugas rutinnya sebagai ibu dan istri. Melayani suami dan anak, beres-beres di rumah, menyapa tetangga, mengerjakan bisnis sampingan dan sebagainya, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 21 malam. Sudah lewat jam makan malam, tetapi karena kelaparan akhirnya tetap makan. Sebentar kemudian tidur. Aduh, jangan seperti itu, ya! Kalori yang kita peroleh dari makanan terakhir akan disimpan dalam bentuk lemak karena kita tidak beraktivitas. Jika ini dilakukan setiap hari, maka bersiaplah berganti ukuran celana ke big size.

Usahakan makan malam sebelum larut malam. Setelah makan malam pun sebaiknya masih melakukan aktivitas ringan yang menyenangkan, sehingga kalori yang kita peroleh dari makanan tidak tertimbun dalam bentuk lemak. Jika aktivitas yang dilakukan berlebihan dan merasa lapar, makanlah buah atau telur rebus maksimal 2 butir. Ini lebih baik daripada makan mi rebus atau nasi goreng meskipun yang terakhir ini lebih menggiurkan.

 

6. Malas Berbelanja Makanan Sehat

Tidak dapat dimungkiri jika ibu bekerja suka kepraktisan. Berbelanja di tempat yang mudah dijangkau sambil pulang kerja atau sambil ngobrol dengan kawan-kawan. Kulkas berisi segala macam makanan olahan siap saji. Hanya sedikit yang berwarna hijau dan oranye tanda banyaknya kandungan gizi. Kamu harus tahu bahwa komposisi nugget, sosis, bakso dan teman-temannya sebagian besar adalah tepung.

Mulailah untuk berbelanja mingguan, pilihlah lebih banyak sayur, buah dan lauk segar. Sayur bisa disiangi sebelum masuk kulkas sehingga lebih praktis ketika akan dimasak. Lauk segar yang sudah disiangi dapat dibumbui lebih dulu, atau diungkep sebelum disimpan di kulkas, dan siap digoreng atau diolah lebih lanjut. Buah dapat dimakan langsung atau dibuat jus tanpa gula pada saatnya, sehingga dengan persediaan makanan sehat, tidak ada alasan untuk tidak makan sehat.

 

7. Melampiaskan Stres dengan Makanan

Siapa, sih, yang tidak pernah stres dengan pekerjaan? Hampir semua pekerja pernah mengalami stres akibat tekanan kerja, perlakuan atasan, atau gesekan dengan rekan kerja. Namun tidak perlu melarikan stres kita ke makanan. Orang yang selalu merasa nikmat ketika makan dan minum bergula tinggi, akan ketagihan untuk terus dan terus menikmati makan dan minum yang manisnya berlebihan. Jika tidak, tubuhnya akan gemetar dan pusing, kemudian mencari “obat” ke gula lagi.

Stres tidak harus dilarikan ke makanan, Dears! Perbanyak berinteraksi dengan keluarga dan teman dekat untuk curhat. Dan yang paling penting, mendekatlah kepada Tuhan YME untuk mengadukan segala permasalahan hidup kita.

 

Nah, itu dia hal-hal yang harus diperhatikan oleh ibu bekerja agar tidak bertambah gemuk. Percayalah, Big Is Beautiful itu cuma pembenaran, karena kegemukan adalah sumber segala penyakit. Mulai hidup sehat akan membuat keluarga kita lebih baik, karena kesehatan kita adalah kebahagiaan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *