Waspada Demam Berdarah, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghindari Serangan Mematikan si Aedes Aegypti

Dears, tak bisa dipungkiri bahwa negara kita memiliki musim hujan yang datang setiap enam bulan sekali. Di saat musim penghujan tiba, bisa dipastikan banyak air yang tergenang. Selain menyebabkan situasi kurang nyaman, ada bahaya lain yang mengancam jiwa, yaitu mewabahnya penyakit demam berdarah.

Demam berdarah atau Dengue Fever disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Yang sering tidak dipahami adalah bahwa nyamuk pembawa penyakit mematikan ini menggigit mangsanya pada pagi dan siang hari. Nah… Dears, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari serangan nyamuk penyebab demam berdarah ini:

1. Menguras Bak Mandi

Menguras bak mandi harus lebih sering untuk menghindari nyamuk bertelur di dalam bak mandi.

2. Menutup Tempat Penampungan Air

Jika kita memiliki tempat penampungan air, usahakan yang memiliki penutup sehingga nyamuk tidak mudah masuk untuk bertelur di dalamnya.

3. Mengubur Barang Bekas

Barang bekas berupa botol, plastik, kaleng susu dan sebagainya yang berpotensi menampung air setelah hujan berhenti lebih baik dikubur saja. Jika tidak memiliki lahan untuk mengubur, saat ini sampah sejenis itu sudah banyak ditampung oleh tukang rosok yang selanjutnya akan dijual dan didaur ulang agar dapat dimanfaatkan kembali.

4. Memantau Keadaan Lingkungan

Sebaiknya kita peka terhadap lingkungan sekitar. Jangan biarkan ada tempat yang memiliki potensi besar sebagai sarang nyamuk, seperti rumput dan tanaman liar di sekeliling kita, genangan air yang tidak mudah mengering, baju dan handuk yang tergantung di rumah harus segera disingkirkan, dan kolong meja serta kolong tempat tidur harus dicek sesering mungkin.

5. Lakukan Hal Sepele untuk Menghindari Nyamuk

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan selain hal umum di atas, antara lain:

  1. Peliharalah ikan di tempat-tempat yang sekiranya bisa menjadi sarang nyamuk, misal penampungan air, genangan air di rumah dan sebagainya.
  2. Tanamlah tanaman anti nyamuk, seperti serai, kemangi, lavender karena beberapa jenis tanaman tersebut aromanya tidak disukai nyamuk.
  3. Memasang kasa anti nyamuk pada jendela atau lubang angin di rumah kita.
  4. Hindari gigitan nyamuk dengan memakai krim atau lotion anti nyamuk. Bisa juga memakai anti nyamuk semprot.
  5. Bubuhkan abate pada penampungan air untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.
  6. Kenali gejala demam berdarah agar lebih cepat mendapat penanganan.

 

Jika sudah ada gejala panas tinggi selama 2-5 hari disertai sakit perut (ulu hati), muncul bintik-bintik merah di kulit, terjadi pendarahan berupa mimisan, gusi berdarah, muntah darah, ataupun BAB disertai darah, segera bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Semoga kita selalu waspada dan terhindar dari penyakit demam berdarah ini, ya, Dears!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *