Waspada Cacar Monyet, Dears! Kenali 8 Hal Tentang Penyakit Ini

Dears, dunia kesehatan baru-baru ini diresahkan oleh wabah cacar monyet setelah seorang warga di Singapura terjangkiti penyakit ini. Cacar monyet atau monkeypox tergolong penyakit langka karena memerlukan penanganan khusus bagi penderitanya.

Sesuai informasi yang diperoleh, penyakit ini dibawa oleh turis asing asal Nigeria yang berkunjung ke negara Singa itu. Akibatnya, 23 orang yang melakukan kontak langsung dengannya ikut dikarantina untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Meskipun sudah dipastikan belum merambah dan menyebar di Indonesia, namun ada baiknya untuk mewaspadai serta mengetahui informasi tentang penyakit ini. Yuk, Dears, kita simak ulasan tentang penyakit cacar monyet berikut ini.

Cacar Monyet Disebabkan oleh Virus Langka

Penyakit cacar monyet merupakan penyakit langka yang berasal dari daerah terpencil di Afrika Barat dan Tengah. Penyakit ini sebabkan oleh Monkeypox virus (MPXV) yang ditularkan oleh monyet, tikus, hewan pengerat, serta primata lainnya. Virus ini dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terjangkiti virus tersebut.

Penyakit Ini Pertama Kali Diidap Manusia pada Tahun 1970

Monkeypox pertama kali dilaporkan menjangkiti warga Afrika. Ada sekitar 10 orang yang terinfeksi virus tersebut. Kemudian diketahui wabah ini juga menjangkiti warga Nigeria pada tahun 2017. Dikabarkan ada 172 kasus yang terjadi di tahun tersebut.

Cacar Monyet Tidak Seganas Cacar (Smallpox)

Meskipun terdengar menakutkan, ternyata cacar monyet lebih ‘’jinak’’ dibandingkan dengan penyakit cacar. Jika cacar memiliki tingkat kematian hampir 30 persen, cacar monyet hanya satu hingga sepuluh persen untuk tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit ini.

Orang yang Terinfeksi Cacar Monyet dapat Menularkan kepada Orang Lain

Penularan cacar monyet dapat ditularkan oleh percikan ludah saat batuk, bersin, atau ketika berbicara. Selain itu, kontak langsung dengan cairan tubuh lainnya juga dapat menjadi penyebab penyebaran virus MPXV.

Hindari kontak langsung dengan orang yang menderita penyakit ini, bahkan kontak tidak langsung pun dapat menjadi potensi penularan virus ini. Misalnya, dengan menyentuh pakaian penderita cacar monyet atau benda lain yang dipakai penderita.

 

Gejala Cacar Monyet

Untuk gejala penyakit ini biasanya di hari pertama penderita akan mengalami demam, mual, serta tidak enak badan. Kemudian setelah empat sampai tujuh hari akan muncul lesi atau luka cacar yang berisi air di bagian wajah serta tubuh. Luka tersebut akan memborok serta mengering dan berangsur berkurang. Selain itu, penderita juga akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.

Pasien Akan Sembuh Setelah 2 Hingga 3 Minggu

Setelah dua hingga tiga minggu penyakit cacar monyet ini akan berangsur sembuh, ditandai dengan mengeringnya luka cacar yang kemudian berangsur-angsur hilang. Namun, pada sebagian orang, bekas luka tersebut tidak dapat hilang.

Pada Sebagian Orang, Penyakit Ini dapat Mematikan

Meskipun gejala cacar monyet cukup ringan, tapi jika terjadi komplikasi dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini dapat memicu pneumonia (paru-paru basah) atau yang paling fatal adalah dapat menyebabkan kematian. Biasanya banyak terjadi pada anak kecil.

Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet

Berdasarkan informasi dari badan kesehatan dunia atau WHO, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin cacar. Vaksin tersebut diklaim dapat mencegah hingga 85 persen kemungkinan infeksi cacar monyet. Namun, hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk penyakit tersebut.

Jadi, bagi kamu yang hendak bepergian ke negara yang sedang terkena wabah cacar monyet harus lebih berhati-hati ya, Dears. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *