Wajah Memerah dan Iritasi? Mungkin 6 Kondisi Medis ini Pemicunya

Dears, pernahkah kamu menatap cermin dan melihat wajahmu memerah? Kondisi wajah yang kemerahan, apalagi disertai iritas ternyata bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis. Beberapa ada yang disertai rasa sakit, tetapi ada pula yang tidak.

Nah, menurut American Academy of Dermatology, setidaknya ada 6 kondisi medis yang membuat wajah kamu terlihat kemerahan. Penasaran? Yuk, cek ulasannya di bawah ini!

1. Dermatitis atopik

Pict by. Akurat.co

Berdasarkan data statistik dari American Journal of Managed Care, dermatitis atopik atau eksim banyak dialami oleh anak-anak. Datanya yakni sekitar 15-20 persen dermatitis atopik dialami anak-anak dan hanya 1-3 persen dialami oleh orang dewasa di seluruh dunia.

Berdasarkan laman National Eczema Association, ciri-ciri dermatitis atopik adalah muncul ruam yang terasa gatal, kulit jadi kering, kemerahan dan bersisik. Apabila dermatitis atopik terjadi pada bayi, maka sebaiknya hindari suhu ekstrem dan lumasi kulit dengan krim khusus.

2. Rosacea

Pict by. MeraMuda

Diperkirakan bahwa 1 dari 20 orang mengalami rosacea, yakni kondisi kulit yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan pembuluh darah terlihat di wajah, terang laman Mayo Clinic. Selain itu, gejala lainnya adalah muncul benjolan kecil berwarna merah dan berisi nanah.

Diketahui bahwa rosacea disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan, diantaranya yakni suhu ekstrem dan sinar mataharI, serta makanan pedas ternyata juga bisa memperparah rosacea.

3. Psoriasis

 

Pict by. Oomph

Berdasarkan laman National Psoriasis Foundation, dari total populasi manusia 2-3 persen di antaranya mengalami psoriasis. Umumnya, psoriasis muncul di usia 15-25 tahun, serta ciri-cirinya yakni bercak merah, peradangan, kulit kering serta sensasi gatal dan terbakar.

Salah satu penyebab dari psoriasis adalah penyakit autoimun. Dimana sel darah putih atau sel T menyerang kulit dan menganggapnya sebagai ancaman. Padahal seharusnya sel darah putih menyerang virus, bakteri dan melawan infeksi, ujar laman Healthline.

4. Ruam akibat obat

 

Pict by. POPBELA.com

Dears, ternyata ada sebagian orang yang ketika terkena paparan obat tertentu bisa membuat kulitnya jadi kemerahan. Menurut laman Merck Manual ruam ini  memiliki gejala, seperti kemerahan, melepuh, gatal-gatal, benjolan bahkan kulit mengelupas.

Jadi, segera hentikan penggunaan obat agar kondisi kulit tidak semakin parah. Sebagian besar ruam ini terjadi karena reaksi adanya alergi terhadap obat tersebut, khususnya obat yang diminum atau disuntikkan. Namun ada pula ruam yang berkembang tanpa memunculkan reaksi alergi. Untuk pengobatannya, dokter akan  menyarankan krim kortikosteroid dan antihistamin.

5. Herpes zoster

Pict by. Medium

Ada pula muka memerah atau iritasi yang diketahui sebagai herpes zoster. Keadaan dimana muncul ruam menyakitkan yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster, jelas laman Mayo Clinic. Gejala yang muncul ialah ruam merah, nyeri, sensasi terbakar, sensitif terhadap sentuhan, gatal bhkan samapi kulit melepuh.

Dears, jangan remehkan herpes zoster, apalagi jika terdapat ruam di sekitar area mata. Karena infeksi ini bisa menyebabkan kerusakan mata permanen. Selain itu, herpes zoster juga bisa menyebabkan komplikasi pada orang berusia di atas 60 tahun.

6. Jerawat

Pict by. Hello Sehat

Nah, yang terakhir ini paling sering kita alami yakni jerawat. Iritasi pada muka ini akan muncul ketika pori-pori tersumbat dengan sel kulit mati. Terkadang juga karena ada bakteri yang terjebak di dalam pori-pori, sehingga menjadi merah dan membengkak, terang laman Web MD.

Untuk mengurangi kemerahan akibat jerawat ini, taruh kompres es ke jerawat dan biarkan selama 10 menit. Kamu juga bisa menggunakan skincare yang mengandung white tea extract untuk mengurangi iritasi dan kemerahan.

Nah, itulah 6 kondisi medis yang menyebabkan wajah jadi kemerahan dan iritasi. Apabila kamu mengalaminya, segera pergi ke dermatolog, ya, Dears!

 

Featured image: Photo on Jawa Pos
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *