Travelling Backpacker dengan Anak, Siapa Takut? Perhatikan 8 Hal Ini ya, Dears!

Travelling backpacker dengan anak yang sudah mulai beranjak remaja sebenarnya menyenangkan. Kita sudah tidak terlalu repot karena anak sudah mandiri dalam banyak hal. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk travelling model begini ya, Dears. Apa sajakah itu?

1. Travelling Hemat

Saat bepergian dengan anak, terutama travelling sebagai backpacker, beri pengertian atau gambaran bagaimana model perjalanannya, sehingga anak tidak kaget selama perjalanan dan bisa bekerja sama dengan kita. Mengingat perjalanan yang serba hemat, anak harus paham bahwa untuk makan, transport dan menginap juga tidak perlu bermewah-mewah. Meski tidak mewah, pastikan untuk mengutamakan kenyamanan anak, ya. Kata kuncinya adalah, jika kondisinya nyaman untuk anak, pasti nyaman untuk kita.

2. Moda Transportasi Nyaman

Sebagaimana biasanya, travelling dengan anak model backpacker juga harus memerhatikan moda transportasi yang nyaman, meski tidak harus mahal. Dalam hal ini kereta api bisa menjadi pilihan yang pas, karena kita memilih kelas yang sesuai budget yang dimiliki. Selain itu, naik bus juga cukup nyaman. Tetapi pilihlah bus yang ramah anak, artinya, kita mengukur kenyamanan perjalanan dengan ukuran anak kita, bukan ukuran kita. Untuk perjalanan jangka pendek antar objek wisata, kita dapat memanfaatkan ojek online, namun harus dipastikan tidak menyebabkan gangguan kesehatan untuk anak, seperti masuk angin atau kembung. Jika anak rentan dengan kendaraan terbuka, maka lebih baik memilih moda transportasi tertutup baik mobil atau kereta jarak dekat.

3. Keperluan Pribadi Seperlunya

Pakaian dan sepatu/sandal yang dibawa juga secukupnya, dihitung dan diestimasi sesuai lamanya perjalanan. Ajarkan anak untuk membawa pakaian, sepatu/sandal dan keperluan pribadinya sendiri. Membawa pakaian yang terlalu banyak hanya akan membebani anak dan orang tua, sementara banyak tujuan perjalanan yang harus dilalui. Perhitungan panjangnya perjalanan dan jumlah pakaian yang dibawa sebaiknya dilakukan, sehingga tidak terjadi kekurangan pakaian, terutama pakaian dalam. Kekurangan pakaian luar akan lebih mudah disiasati dengan membeli di perjalanan, namun membeli pakaian dalam untuk dipakai langsung dalam travelling tidak disarankan.

4. Makan dan Minum Terjaga

Anak harus berkomitmen untuk makan sehat selama perjalanan mengingat anak seringkali kalap mata kalau melihat jajanan yang menarik sepanjang perjalanan. Banyak minum, terutama air putih dan jus buah. Saat ini air mineral dan jus buah kemasan mudah didapat sepanjang perjalanan, namun pastikan membeli yang sehat, bergizi dan tidak kadaluarsa. Pilihlah makanan yang tidak menyebabkan gangguan kesehatan, seperti mengandung banyak minyak dan MSG, terlalu asam, terlalu pedas, atau mengandung banyak gas penyebab kembung. Berdasarkan pengalaman pribadi, minum susu dan makan ikan selama perjalanan cenderung membuat mual.

5. Istirahat Cukup

Istirahat cukup juga diperlukan mengingat perjalanan seringkali diisi dengan kunjungan ke tempat wisata yang menguras tenaga. Selagi bisa tidur di penginapan atau dalam moda transportasi, usahakan anak tidur dengan cukup. Siapkan tempat yang nyaman untuk tidur dengan me-reposisi kursi mobil/bus/kereta api. Biarkan anak tidur tanpa gangguan lapar atau pemandangan sepanjang perjalanan, sehingga kondisi badannya segar dan fit saat sampai ke tujuan berikutnya. Saat sampai di penginapan, anak disarankan segera mandi dan makan sehingga tidurnya lebih nyenyak untuk aktivitas hari berikutnya. Saat travelling seperti ini memang orang tua harus banyak memanjakan anak dengan membiarkannya banyak istirahat untuk mendapatkan kesenangan berikutnya.

6. Shopping Time

Membeli mainan atau oleh-oleh seringkali menjadi godaan untuk anak atau orang tua, namun harus dipertimbangkan untuk tidak membeli mainan atau oleh-oleh yang sebenarnya mudah didapat di kota asal, karena hanya akan menambah beban selama perjalanan. Menggendong backpack berisi pakaian dan keperluan pribadi saja sudah cukup merepotkan, apalagi membawa tambahan beban. Apabila membeli suvenir atau makanan khas yang agak merepotkan, lebih baik dikirimkan lewat jasa pengiriman, sehingga tidak repot membawanya.

7. Obat-Obatan

Beberapa anak memiliki kasus kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian penuh. Mungkin ada penyakit yang mengharuskannya minum obat rutin atau minum obat tertentu. Jangan lupa untuk membawanya dan tetap menaati jadwal minum obat meski dalam perjalanan. Jika konsumsi obat terkait dengan konsumsi makan besar, orang tua harus benar-benar memerhatikan jadwalnya, sehingga konsumsi obat tidak terlewatkan. Perlu juga membawa obat yang dapat menjadi pertolongan pertama untuk kasus masuk angin, kembung, pusing, mual, lecet dan diare. Jika anak mengalami gangguan kesehatan serius dalam perjalanan, jangan mengambil risiko ya, Dears, segera bawa ke pusat kesehatan atau dokter terdekat untuk penanganan selanjutnya.

8. Aman Sepanjang Perjalanan

Perjalanan dengan anak tentu bertujuan membuat anak senang dari berangkat hingga pulang. Tak ada gunanya ketika kemudian anak terpisah dari orang tua, bukan? Ada trik khusus untuk menjaga keamanan anak selama perjalanan. Anak  dibekali tas selempang kecil khusus yang dinamai tas pusaka, tak boleh terlepas dari anak, apapun keadaannya. Di dalamnya ada handphone yang familiar dipegang anak, air mineral botol kecil, permen, biskuit, uang cadangan, kartu nama orang tua yang di baliknya ada nomor HP beberapa tetangga (terutama yang berprofesi sebagai polisi), saudara di kota yang dituju, dan nomor kantor orang tua. Anak juga harus diajarkan mencari polisi atau tentara terdekat apabila terlepas dari orang tua.

Jika perjalanan pertama berjalan lancar dan nyaman, dijamin, anak akan kecanduan backpacker-an lagi. Travelling backpacker bersama anak, siapa takut?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *