Ternyata Tidurnya Orang Puasa Belum Tentu Ibadah, lho, Dears!

Tidur merupakan salah satu kebutuhan hidup sehari-hari. Tanpa tidur badan akan terasa lemas dan tidak bertenaga. Selain itu, juga memicu timbulnya berbagai penyakit ketika tubuh kurang tidur.

Pada bulan puasa seperti saat ini, tidur juga termasuk amalan yang dianjurkan untuk dilakukan, sehingga banyak orang menjadikan tidur sebagai alasan di bulan puasa untuk mendapatkan pahala. Lalu, benarkah jika semua tidur yang dilakukan oleh orang yang berpuasa selalu bernilai ibadah? Eitss… jangan senang dulu, Dears. Ternyata tidurnya orang berpuasa tidak selalu bernilai ibadah, loh. Enggak percaya? Simak, yuk, penjelasan berikut!

Tidur Tidak di Waktu yang Tepat

Tidur memang diperbolehkan ya, Dears, tetapi lihat situasi dan kondisi juga. Ada waktu tersendiri yang digunakan untuk tidur. Bukan malah karena berpuasa agar dapat pahala memperbanyak waktu tidur hingga lupa waktu.

Tidur Meski Ada Kewajiban yang Dilakukan

Meski menahan lapar dan haus selama berpuasa, tak akan berpengaruh dengan kewajiban dan rutinitas kita sehari-hari. Tetap lakukan kewajiban dan tanggung jawab seperti hari-hari biasanya dan bukan digunakan untuk tidur serta bermalas-malasan.

Lemas saat Berpuasa Menjadi Alasan untuk Tidur

Tujuan dari berpuasa secara tidak langsung adalah mengajarkan kita untuk merasakan kondisi orang lain yang kekurangan secara finansial. Meski dengan kondisi kekurangan, mereka tetap berusaha mencari rezeki untuk bertahan hidup.

Begitu juga kita yang diperintahkan untuk berpuasa, meski tidak makan dan minum kurang lebih selama 14 jam juga tetap beraktivitas, tidak menjadikan lemas dan tak bertenaga sebagai alasan untuk tidur tanpa melakukan pekerjaan ketika berpuasa.

Tidur karena Mager Beraktivitas

Dampak dari lemas selama berpuasa memungkinkan banyak orang untuk ogah-ogahan melakukan aktivitas. Kalaupun beraktivitas, itu pun karena tuntutan yang harus segera diselesaikan dalam waktu tersebut, sehingga jika tidak mepet deadline tidak segera dilakukan dan lebih memilih tarik selimut untuk tidur, karena beranggapan tidurnya orang puasa bernilai ibadah.

Yap! Itulah yang sering disalahartikan oleh kebanyakan orang perihal tidur yang dianggap bernilai ibadah dan mendapat pahala. Jika tujuannya untuk mager dan menunda pekerjaan demi tidur, percuma saja tidur yang dilakukan, tidak bernilai ibadah, karena ada pekerjaan lain yang bernilai ibadah lebih besar dibanding sekadar tidur saat bulan puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *