Tepatkah Pemberian “Obat Pintar” untuk Kecerdasan Anak? Berikut Ulasannya, Dears!

Kecerdasan merupakan suatu kelebihan yang dimiliki seseorang yang didapatnya dari usaha yang selama ini dilakukan. Semua orang, bahkan sejak ia kecil, berpotensi untuk cerdas. Hanya saja, kemauan untuk mewujudkannya yang sulit untuk diterapkan.

Banyak juga orang tua yang menginginkan anaknya cerdas sedari kecil, namun enggan mengarahkan dan memberi stimulus untuk meningkatkan kecerdasannya. Justru kebanyakan orang tua meminta dokter untuk meresepkan “obat pintar” sebagai pilihan instan agar cepat meningkatkan kecerdasan seorang anak. Bahkan, anak yang sudah menginjak remaja pun juga mengonsumsi “obat pintar” ini karena dirasa kurang menonjol dibanding teman sebayanya.

Nah, Dears, apakah benar jika “obat pintar” ini memang manjur dan bisa diandalkan khasiatnya untuk meningkatkan kecerdasan seseorang dalam rentang waktu tertentu? Berikut ulasannya. Simak yuk, untuk menambah wawasanmu!

Obat Hanya Sebatas Pemberi Stimulus pada Otak

Kegunaan obat hanyalah sebagai pemberi stimulus bagi metabolisme tubuh. Begitu juga dengan fungsi dari pemberian “obat pintar” ini sebatas menstimulasi otak tanpa benar-benar mampu meningkatkan kecerdasan seseorang. Beberapa jenis merek obat yang diyakini mampu meningkatkan kecerdasan seseorang bukanlah hal yang mutlak untuk dipercaya. Pasalnya, hanya cara kerja dari obatnya yang membantu otak untuk bekerja lebih keras dari biasanya.

Terdapat sumber yang menjelaskan, obat yang bisa meningkatkan kecerdasan seseorang boleh digunakan asalkan tidak terus menerus hingga menyebabkan ketergantungan. Akan tetapi, sebenarnya sumber kecerdasan utama dipengaruhi oleh tiga hal berikut yang wajib kamu ketahui, Dears.

1. Faktor Genetik

Untuk faktor ini tidak bisa diubah karena memang sudah turunan dari orang tuanya untuk diberikan kecerdasan lebih dibanding yang lainnya.

2. Nutrisi

Nah, untuk faktor kedua ini bisa diusahakan dengan memberikan sumber makanan yang bergizi dan kaya akan vitamin. Sehingga harapannya mampu meningkatkan kerja otak dan anak lebih giat belajar, serta mampu meningkatkan kemampuan problem solving sejak usia dini.

3. Stimulus

Stimulus yang terpenting diperoleh dari lingkungan, terutama lingkungan keluarga yang mendukung untuk perkembangan anak. Bahkan, usia remaja pun masih membutuhkan peran keluarga dalam perkembangan otak. Di samping itu, masa remaja juga merupakan masa peralihan yang masih membutuhkan orang tua untuk mengarahkan pada hal kebaikan.

Stimulus ini juga bisa diperoleh dari suplemen seperti “obat pintar”, namun dalam penggunaannya juga harus diperhatikan. Konsultasikan dengan dokter agar tidak terjadi efek samping yang memengaruhi akibat penggunaan “obat pintar” yang terus menerus.

Efek Samping dari “Obat Pintar”

Efek samping dari suatu obat memang tidak selalu terjadi pada semua orang, karena dipengaruhi oleh kondisi fisiologis dari orang itu sendiri. Meskipun begitu, kemungkinan terjadi efek samping juga harus diperhatikan agar penggunaannya perlu dibatasi. Obat dengan merek Modafinil yang digunakan para mahasiswa di Amerika menunjukkan efek samping yang cukup serius.

Di antara efek samping yang terjadi akibat penggunaan “obat pintar” Modafinil ini adalah perasaan gelisah, penglihatan kabur, perubahan mood, hingga sering merasa lelah jika tidak mengonsumsi obat tersebut. Efek samping tersebut bisa dilihat dari emosi seseorang secara langsung, akan tetapi bagaimana jika diberikan kepada anak? Bisa saja menimbulkan efek samping yang hampir serupa atau lebih berbahaya.

Selain itu, penggunaan yang terus menerus juga bisa berpengaruh pada kemampuan kognitif, sehingga secara tidak langsung mempercepat terjadinya penyakit Alzheimer atau kepikunan dini pada anak. Mengerikan bukan, jika tidak memerhatikan betul mengenai informasi obat yang akan digunakan?

Cara Terbaik Meningkatkan Kecerdasan

So, cara terbaiknya seperti yang dibahas sebelumnya, yaitu dengan lingkungan yang mendukung dan nutrisi yang mencukupi untuk meningkatkan kerja otak sudah cukup membantu kecerdasan anak. Peran orang tua sebagai contoh dan pembimbing untuk menstimulus anak agar sering menggunakan kemampuan berpikirnya sejak kecil, dan bukan hanya didapatkan dari gadget.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *