Tepatkah Bila Media Sosial Digunakan sebagai Tempat Curhat, Dears?

Belakangan, setelah muncul berbagai jenis media sosial dengan beragam fitur, memungkinkan hampir semua penggunanya bisa mengekspose kehidupannya sehari-hari. Mulai dari berbagi ketika saat senang maupun sedih, hingga perasaan galau, semuanya di-share di media sosial masing-masing.

Media sosial memang memberi manfaat yang luar biasa bagi semua orang, karena memungkinkan saling terhubung meski terpisah jarak yang cukup jauh. Adanya media sosial juga berdampak positif bagi beberapa bidang yang memudahkan bertukar informasi dan keadaan di masing-masing tempat yang terkena musibah, sehingga pertolongan pun bisa segera diselesaikan secepatnya.

Berbeda dari manfaat yang didapatkan, media sosial juga bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Seperti halnya ketika seseorang curhat di akun media sosialnya dan mendapat banyak respon oleh netizen. Tentunya akan ada beragam pendapat yang selamanya tidak memuji atau mengasihani dari status yang dibagikan. Justru beragam komentar berupa sindiran dan hinaan yang bisa saja didapat ketika mem-posting segala sesuatu yang sebenarnya tidak diharapkan.

Untuk mencegah hal tersebut, berikut hal-hal yang sebaiknya kamu perhatikan ketika menggunakan media sosialmu.

1. Bagikan Status yang Bertema Umum

Mengapa harus bertema umum? Ini untuk menghindari kesalahpahaman persepsi dari status yang dibuat. Ketika membuat status yang bertema spesifik akan lebih baik hanya dibagikan kepada kontak tertentu. Diharapkan agar tidak menimbulkan salah persepsi bagi orang lain yang tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Kebanyakan orang yang berkomentar kurang sopan di media sosial adalah mereka yang tidak paham betul mengenai status yang sedang dibuat oleh seseorang.

2. Menggunakan Media Sosial Sebagaimana Mestinya

Beberapa orang bisa menggunakan akun media sosialnya sesuai dengan kegunaan. Akan tetapi sebagian besar justru menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berbuat hal-hal yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata, atau menggunakannya untuk keburukan. Misalnya saja, kegiatan prostitusi online, jual beli obat terlarang, hingga pembuatan akun palsu untuk menghina orang lain. Padahal akan lebih baik jika media sosial digunakan sebagai media dakwah untuk menyebar kebaikan kepada sesama, agar orang lain juga mendapatkan manfaat dari ilmu yang dibagikan. Secara tidak langsung ini menjadi tabungan amal jariyah yang bermanfaat di hari akhir kelak.

3. Tidak Berdoa dan Curhat Berlebihan

Kebanyakan orang, terutama anak muda yang sedang jatuh cinta selalu membagikan semua kegiatannya di media sosial. Mulai dari kegiatannya di rumah, di sekolah, hingga saat bersenang-senang dengan teman atau pacar. Ketika semua hal dibagikan di media sosial tentu akan mengundang tafsiran yang berbeda dari banyak orang, sehingga bisa saja menjadi target oleh orang lain untuk berbuat buruk.

Selain itu, banyak juga status yang berisi doa-doa untuk dimudahkan menghadapi ujian, bisa masuk PTN yang diinginkan, hingga berdoa untuk meminta tetap diberi kesehatan dan kesembuhan dari suatu penyakit. Dears, tahukah kamu jika Tuhan tidak memiliki akun di media sosial?

Berdoalah dengan semestinya melalui salat, zikir dan mendekatkan diri untuk diberi kemudahan dan dilancarkan segala urusan yang kita minta. Bukan malah berdoa di media sosial yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

4. Terapkan “Saring Before Sharing”

Saringlah semua informasi sebelum kamu bagikan ya, Dears, agar tidak menjadi korban berita hoax yang merugikan diri sendiri serta orang lain. Carilah informasi terkait dari sumber yang lebih valid untuk meyakinkan mengenai informasi yang beredar dan kenali untuk membedakan informasi yang real dengan informasi hoax.

Banyak diantara kita belum tepat dalam menggunakan media sosial karena cenderung menggunakannya untuk kesenangan semata. Ingatlah, semua yang dilakukan akan mendapatkan konsekuensi dan pertanggungjawaban meski sekecil biji zarrah. So, mari mengurangi hal-hal yang lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya, Dears.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *