Tape Ketan Khas Kuningan, si Asam Manis yang Tak Lekang Oleh Waktu

Dears, kamu suka makan olahan ketan? Ingin mencoba sensasi lain dari makananan ini?
Jika ya, tape ketan adalah jawabannya.

Tape ketan ini adalah makanan khas masyarakat Kuningan, Jawa Barat. Mereka menyebutnya dengan nama peuyeum ketan. Buah tangan ciri khas kota kuda ini berasal dari daerah Cibeureum, kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

Dulu, makanan ini dibuat saat perayaan atau hari besar umat Islam saja, seperti Idul Fitri. Namun dengan makin terkenalnya kudapan ini, maka setiap saat kamu bisa menjumpainya sebagai oleh-oleh yang wajib dibeli saat mengunjungi kota nan asri ini.

Peuyeum atau tape ketan merupakan kuliner yang dihasilkan dari proses fermentasi. Berbahan beras ketan yang dicampur dengan air putih serta ragi sebagai bahan fermentasinya, diproses dengan melalui beberapa tahapan, lalu dibungkus dengan daun jambu, membuat makanan ini benar-benar memiliki cita rasa tinggi. Rasa asam berpadu unik dengan rasa manis yang dihasilkan dari proses fermentasi yang membuat makanan ini selalu ada di hati para pecinta kuliner.

Warna hijau yang terdapat dalam tape ketan ini tidak memakai bahan kimia sama sekali atau pengawet makanan, karena itu sangatlah aman dikonsumsi. Hijaunya berasal dari sari daun katuk yang diracik bersamaan dengan proses pencampuran ketan sebagai bahan utamanya dan tentu saja air.

Meskipun tidak menggunakan pengawet, makanan ini ternyata tahan lama, lho, Dears. Tape ketan bisa tahan 7-10 hari jika disimpan dalam suhu ruangan biasa. Bahkan jika disimpan di mesin pendingin, aman dikonsumsi sampai satu bulan lebih. Semakin lama disimpan, tape ketan akan menghasilkan banyak air, dan air dari tape ini bisa juga kamu minum, asal jangan terlalu banyak, ya!

Dengan semakin terkenalnya tape ketan Kuningan, otomatis ikut andil dalam membuka lapangan pekerjaan. Industri rumahan yang memproduksinya banyak menyerap tenaga kerja dari para ibu rumah tangga sebagai pekerjanya. Kemasan dari makanan ini juga semakain berkembang, Dears. Jika dahulu hanya plastik bening biasa, namun sekarang makanan enak ini bisa kita jumpai dalam ember hitam bertutup dengan berbagai ukuran.

Untuk menemukan penjual tape ketan ini sangatlah mudah. Susuri saja jalan utama kota ini, maka di sepanjang jalan akan terlihat deretan ember yang sudah berbaris rapi dari beragam merek.

Bagaimana dengan harganya? Jangan khawatir, dengan harga berkisar antara 60-70ribu saja kamu sudah bisa membawa ember multifungsi yang berisikan makanan ini. Variasi harga tergantung dari merek dan banyaknya tape yang ada di dalam ember.

Jangan lupa, membeli tape ketan sebagai oleh-oleh juga ada tipsnya, lho, Dears. Cari tahu, yuk, apa saja tips tersebut!

1. Sesuaikan dengan Jarak Tempuh Perjalanan

Jika perjalananmu membutuhkan waktu seharian, maka disarankan membeli tape ketan yang belum matang, yang diprediksi akan matang dalam beberapa hari ke depan.

Merek ternama seperti Pamela biasanya akan menuliskan kapan masa matang dari tape ketan ini di atas kemasan embernya. Jika kamu membeli tape yang sudah matang dan perjalananmu jauh, maka ia akan terkena panas selama perjalanan dan menghasilkan banyak air serta aroma yang membuat perjalananmu tidak nyaman. Sebaliknya, jika perjalananmu singkat, kamu bisa pilih tape yang sudah matang.

2. Perhatikan Kapan Waktu Berkunjung ke Kuningan

Jika memasuki masa libur panjang seperti hari raya, alangkah baiknya kamu memesan tape ketan ini jauh-jauh hari ya, Dears. Kamu dapat memesan melalui telepon, atau meminta tolong saudara yang berdomisili di sana untuk memesannya.

Saat liburan panjang, sebagian besar pembuat tape ketan ini pun akan libur. Tape yang kamu jumpai di gerai atau outlet oleh-oleh kebanyakan tape yang sudah matang karena sudah dipersiapkan jauh hari untuk stok libur panjang. Tape ini tidak terlalu cocok jika dibawa dalam perjalanan jauh, itupun dengan jumlah yang terbatas. Namun jika kamu sudah memesannya jauh-jauh hari, para pengrajin tape ini akan mengusahakan sesuai dengan tanggal order masuk, dan kamu bisa membawa tape yang belum matang, sehingga aman dibawa dalam perjalanan jauh.

3. Apakah Kamu Naik Pesawat?

Jika ya, pilihlah tape yang belum matang, ya, Dears. Kalau kamu membawa tape yang sudah matang, kamu tidak bisa membawa oleh-oleh ini dalam pesawat karena aromanya dianggap mengganggu.

Itulah sekelumit cerita tentang tape ketan yang menjadi ciri khas kota kuda Kuningan. So, jangan kaget ya kalau kamu melihat banyak ember hitam berjejer di sepanjang jalanan kota ini. Lebih baik kamu berhenti dan langsung membelinya agar tak penasaran. Setuju?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *