Tantrum, Selain Menguji Kesabaran Orang Tua, Ternyata Tak Terduga Manfaatnya

Dears, memiliki balita yang sering tantrum memang wajar-wajar saja. Tetapi saat ini terjadi kesabaran orang tua sangat diuji. Rasanya tergoda untuk mengambil langkah instan agar si kecil segera tenang. Namun, hal itu perlu kita  pertimbangkan, efektif atau tidak.

Menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, perilaku tantrum dan agresivitas sebagian muncul karena anak sulit mengekspresikan apa yang ada di dalam pikirannya. Lingkungan tidak dapat memahami apa yang ia inginkan, sehingga respon yang muncul adalah marah.

Mungkin ia akan marah, frustrasi, atau merajuk. Tapi setelah tantrum berlalu, ia berada pada kondisi yang jauh lebih baik. Sebaiknya, orang tua perlu membiarkan anak tantrum tanpa mencoba mengganggu prosesnya sampai tuntas. Kenapa demikian? Apa saja sebenarnya manfaat dari tantrum? Simak penjelasannya, yuk, Dears.

  1. Menangis Membantu Anak Belajar

Seorang anak yang bermain lego sewaktu-waktu bisa mengalami tantrum karena kesulitan membuat konstruksi yang tinggi. Tapi setelah anak tantrum, ia akan duduk dan memperbaiki kembali legonya. Ketika anak mengalami kesulitan dan kemudian ia mengungkapkan frustrasinya lewat tantrum, biarkan proses ini berlangsung. Tantrum akan membantunya menjernihkan pikiran sehingga bisa mempelajari hal baru.

Saat anak tidak bisa berkonsentrasi atau mendengarkan, biasanya ada masalah emosi yang menghambat proses ini. Agar proses belajar terus berjalan, anak harus senang dan rileks, dan mengekspresikan emosi merupakan bagian dari proses ini.

  1. Anak Memiliki Waktu Tidur yang Lebih Baik

Masalah ini sering terjadi lantaran orang tua mengira pendekatan  terbaik untuk tantrum adalah meminta si kecil tidur, padahal tantrumnya belum selesai. Akibatnya, bisa jadi ia akan terbangun tiba-tiba karena pikirannya belum rileks. Kalau kita membiarkan anak melepaskan rasa tantrumnya, ini akan membuatnya kehilangan energi dan bisa membantunya tidur nyaman sepanjang malam.

  1. Membantu Proses Kedekatan

Mungkin kamu sulit mempercayai hal ini, ya, Dears. Tapi coba buktikan. Biarkan ia melewati badai perasaannya tanpa kita mencoba memperbaikinya, atau mencoba menghentikannya. Kita  tak perlu banyak bicara, cukup ucapkan kata yang menenangkan. Tawarkan pelukan. Anak akan merasakan penerimaan kita tanpa syarat dan merasa lebih dekat setelahnya.

  1. Membantu Perilaku Jangka Panjang Anak

Kadang emosi anak muncul dalam bentuk lain, seperti agresif, sulit berbagi, atau menolak bekerja  sama untuk tugas sederhana, seperti memakai baju atau menggosok gigi. Hal ini sejatinya adalah tanda umum anak kesulitan mengontrol emosinya. Sementara itu, tantrum yang terjadi justru membantu anak melepaskan perasaan yang sukar diutarakannya, sehingga setelahnya ia akan menjadi semakin tenang.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri si Buah Hati

Selama masa batita, anak mulai mengerti kalau mereka terpisah dari orang tua. Mereka mengembangkan rasa otonomi, menyadari kalau mereka mampu mengatakan “tidak” untuk menunjukkan kemandiriannya. Mereka merasa lebih percaya diri karena mampu melakukan sesuatu tanpa bantuan orang tua, meski masih dalam tahap belajar.

Dears, ternyata selain sukses menguji kesabaran orang tua, ternyata tantrum banyak juga manfaatnya. Nah, mulai sekarang, tidak ada salahnya bukan, jika membiarkan anak tantrum tanpa berusaha menghentikannya?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *