Tak Hanya Piawai Dalam Teknologi, Parenting Negeri Para Samurai Juga Juara. Bisa Ditiru, Dears!

Tak ada yang meragukan kemampuan Jepang dalam bidang teknologi. Tak jarang negara ini menjadi pelopor sebuah teknologi baru, ya, Dears. Kualitas SDM adalah salah satu faktor pentingnya. Orang Jepang, terkenal sangat berdisiplin, beretos kerja, dan menjunjung tinggi tata krama. Tak heran, ya, banyak hal positif bisa kita ambil dari negeri para samurai ini.

Tak hanya menyimpan banyak budaya yang unik, Jepang ternyata juga memiliki sistem parenting yang ciamik. Inilah rahasia untuk menciptakan SDM yang berkualitas, sehingga membuat Jepang salah satu negara yang diakui di dunia. Bagaimana pola asuh yang diterapkan para orang tua di sana, hingga terbentuk SDM yang jawara? Berikut beberapa poin pentingnya.

Bonding Ibu dan Anak

Pict by. Gaya Tempo.co

Bonding yang kuat antara ibu dan anak merupakan hal yang wajib. Di Jepang, hampir semua anak dekat dengan ibunya. Di setiap kesempatan mereka berusaha melakukan kegiatan bersama-sama. Mulai dari tidur sekamar dan diajak beraktivitas bareng, hingga anak-anak dianggap cukup besar untuk dilepas.

Tanggung Jawab Penuh

Pict by. EduCenter

Kesadaran para orang tua atas pengasuhan pada anak harus diacungi jempol. Masyarakat Jepang tidak terbiasa menyekolahkan anak-anak sebelum berusia 3 tahun. Bahkan, para orang tua sadar, pengasuhan anak mutlak tanggung jawab kedua orang tuanya. Jadi, di Jepang nggak ada tuh anak dititipkan kakek nenek atau dengan baby sitter tanpa pengawasan. Hal ini mengajarkan nilai pentingnya keluarga dan rasa percaya. Anak jadi mengerti bahwa, keluarga adalah orang yang saling melindungi dan mendukung.

Memberi Contoh dan Teladan

Pict by. Freepik

Para orang tua di Jepang, memberikan contoh dan tindakan saat mengajarkan sesuatu pada anak secara langsung. Jadi pembiasaan tidak hanya sekedar ucapan dan kata-kata saja, tapi langsung melalui contoh nyata yang bisa dilihat oleh anak setiap hari. Hal ini jelas lebih efektif, ya. Menanamkan sesuatu melalui keteladanan bukan hanya nasihat.

Menghargai Perasaan

Pict by, Hipwee

Komunikasi dua arah sangatlah penting. Orang tua di Jepang, memerhatikan, menghargai setiap pendapat dan perasaan si anak. Jadi, orang tua tidak memaksakan kemauannya, tapi juga melibatkan emosi anak. Hal ini secara tidak langsung mengajari anak untuk berempati dan menghargai perasaan orang lain juga. Konsep parentingnya, mirip konsep yang diterapkan Ali bin Abi thalib. Bahwa anak dibawah usia 7 tahun, adalah raja yang harus dituruti apa maunya.

Ajarkan Mandiri dan Disiplin Sejak Dini

Gambar oleh dana279 dari Pixabay

Mandiri dan disiplin adalah hal yang sangat penting. Sedini mungkin, anak sudah diberi tanggung jawab melakukan semua hal sendiri. Anak-anak Jepang, terbiasa diajari melakukan pekerjaan rumah dan kewajibannya sendiri, lo. Tentu saja disesuaikan dengan tingkat usia, ya, Dears. Contoh konkritnya, sekolah di Jepang tidak memiliki pegawai kebersihan. Setiap anak diberi tugas untuk bergiliran membersihkan kelas dan mencuci peralatan makan saat makan siang.

Sebenarnya parenting yang diterapkan sangat simple, ya. Meliputi hal-hal kecil dalam keseharian. Namun, hal kecil yang terkesan simple ini malah menjadi kekuatan dan pondasi yang mampu mendidik anak yang memiliki disiplin, etos kerja, menghargai budaya, dan bertata krama. Gimana, Dears, nggak jauh beda dengan ajaran sahabat Rasul, bukan? Yuk kita praktikkan, agar generasi Indonesia tumbuh menjadi manusia yang juga berkualitas.

 

Featured image: Photo on Pexels.com
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *