Suami Pemarah Bukan Akhir Segalanya, Hadapi dengan Senyuman dan Cari Jalan Keluar

Dears, setiap wanita tentunya mendambakan suami yang lembut dan penyayang. Beruntungnya jika suami kita seperti itu. Namun, banyak juga wanita yang punya suami pemarah. Lantas, perpisahankah yang dipilih? Tentunya tidak ya, Dears. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Apalagi telah ada buah hati di tengah keluarga.

Lalu, bagaimana cara kita menghadapi suami pemarah? Apa saja yang kita lakukan nampaknya selalu salah. Kadang geram juga, rasanya ingin pergi dari rumah. Jangan, ya! Berikut ini tips menghadapinya.

1. Diam

“Diam adalah emas..”

Tampaknya pepatah tersebut sangat pas untuk para isteri yang punya suami pemarah. Pada dasarnya laki-laki itu tidak suka dibantah, apalagi ketika marah. Maka sebagai isteri yang baik, ada baiknya kita dengarkan saja luapan emosinya. Tidak usah membantah, kita jawab seperlunya saja. Karena semakin dijawab, semakin panjang urusannya. Dan pertengkaran tidak bisa lagi dielakkan. Diam adalah emas.

2. Tak Perlu Dimasukkan Hati

Jika marah adalah hobi suami, maka janganlah dimasukkan ke hati. Anggap saja semua kata-kata kasarnya adalah hal biasa. Biarkan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Anggap saja amarahnya adalah radio rusak. Adakalanya, kita harus menjadi “ndableg”.

3. Menciptakan Kebahagiaan Sendiri

Jika kebahagiaan tidak bisa diciptakan oleh suami, maka kita pun bisa menciptakan kebahagiaan sendiri. Nikmati waktu santai kita ketika tidak ada suami. Minum teh sambil membaca buku. Atau menonton sambil ngemil. Berbelanja atau pergi ke salon kalau ada dananya. Jadi walaupun suami pemarah, kita tetap bisa awet muda.

4. Salurkan Emosi Melalui Bakat atau Hobi

Perasaan marah atau jengkel pada suami bisa kita lampiaskan dengan menyalurkan bakat atau minat. Mungkin kita bisa menuangkannya dalam sebuah tulisan menggugah jiwa. Atau mungkin bisa kita salurkan melalui masakan penggugah selera. Atau kita bisa menyalurkan kemarahan melalui adonan tepung yang menghasilkan cake yang lezat. Atau kita bisa menguras energi dengan berolahraga. Salurkanlah energi negatif kita menjadi positif.

5. Perbanyak Silaturahmi

Silaturahmi memperpanjang usia. Ungkapan tersebut benar adanya. Dengan silaturahmi akan menghasilkan energi positif dan membuat hidup lebih bahagia. Dengan semua itu, tentunya kita lebih santai dalam menghadapi suami yang pemarah.

Dears, lahirkan kebahagiaan dari dalam diri kita sendiri. Berbakti pada suami adalah ibadah. Mari kita menjalaninya dengan bahagia. Tapi jangan lupa pula mencari solusi terbaik untuk selanjutnya dan mengajak suami berdiskusi, ya!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *