Stop Membandingkan Anak, Dears! Ini Akibat yang Ditimbulkan

Dears, pernah membandingkan kehebatan anak si A dengan anak sendiri? Bagi kebanyakan orang tua hal tersebut dianggap wajar karena ingin anaknya lebih semangat belajar seperti anak si A. Tapi bagaimana dengan perasaan anak kita, Dears?

Anak hanya butuh diberi semangat dan orang tuanya mendukung apa yang ingin dicapainya. Namun, banyak orang tua yang menuntut anaknya agar bisa mencapai peringkat tinggi di kelas, berani maju di kelas, bahkan menginginkan agar bisa seperti anak lain yang lebih jago.

Anak juga memiliki hak untuk menentukan keinginannya sendiri. Kalaupun tidak bisa seperti temannya yang mendapat peringkat satu di kelas, mungkin saja ia memiliki kemampuan lain yang berbeda dengan yang lain.

Nah, jika sering menuntut anak untuk bisa mencapai sesuatu seperti keinginan orang tua dan sering membandingkan dengan temannya, anak akan mengalami kondisi seperti berikut lo, Dears!

Menganggap Orang Tua Tidak Menghargai Kemampuannya

Foto: Pexels

Membandingkan anak dengan orang lain bisa berarti orang tua tidak mendukung kemampuannya. Padahal, setiap anak sudah memiliki kemampuannya sendiri dan tidak bisa disamakan dengan kemampuan temannya.

Tertekan Akibat Tuntutan Orang Tua

Foto: Pexels

Kalaupun anak sudah berusaha belajar seperti keinginan orang tuanya, namun tetap belum mampu seperti temannya yang lebih unggul, hal ini juga tidak bisa dipaksakan. Anak akan merasa tertekan dan enggan untuk belajar akibat paksaan orang tuanya harus menjadi unggul.

Menghambat Kreativitasnya

Foto: Pexels

Jika para orang tua peka dengan anaknya, tiap anak sejak kecil sudah memiliki ketertarikan, sehingga jika sudah waktunya mampu dikembangkan akan semakin mudah untuk mengasahnya. Namun, berbeda jika orang tua hanya menuntut anak dan membandingkan dengan anak temannya yang pandai dalam hal akademik. Kreativitas dan kemampuan yang seharusnya bisa dikembangkan oleh si anak menjadi luntur akibat tuntutan mengejar nilai bagus di bidang akademik.

Tidak hanya anak, orang dewasa pun tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan orang lain, karena merasa dirinya tidak dihargai dan tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki. Dampaknya, ini akan menurunkan kepercayaan dirinya bahkan merasa depresi dengan orang di sekelilingnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *