19 Agu, 2019
Aliqqa Kayyisa

Sontek Semangat dan Kepercayaan Diri Aliqqa Kayyisa Noverry, Sang Skateboarder Balerina

Skateboard merupakan olahraga ekstrem yang pertama kali dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Siapa sangka kalau kalau Indonesia menerjunkan atlet skateboard termuda dalam perhelatan olahraga antar negara se-Asia tersebut. Dialah Aliqqa Kayyisa Noverry, sang atlet skateboard yang baru berusia sembilan tahun, namun sudah mengantongi setumpuk prestasi dalam dunia skateboarding. Perkenalan Aliqqa dengan skateboard pertama kali terjadi ketika ia tengah berulang tahun yang ketujuh. Sang sepupu yang bertandang ke rumah datang menenteng papan beroda, membuat Aliqqa tertarik untuk menjajalnya. Gadis cilik yang kini memiliki tinggi badan 130 cm dengan berat 33 kg tersebut pun langsung jatuh hati pada skateboard.

Antara Skateboard dan Balerina

Terpilih sebagai peringkat dua dalam seleksi tingkat nasional untuk skateboarder putri, yang kemudian diterjunkan dalam gelaran Asian Games 2018 merupakan kebanggaan tersendiri bagi Aliqqa. Orang tua Aliqqa sangat mendukung keputusan sang putri untuk menggeluti olahraga ekstrem itu. Awalnya Aliqqa hanya mencoba meluncur dan merasa senang. Kemudian Aliqqa pun merengek minta dibelikan skateboard pada orang tuanya sebagai hadiah ulang tahun. Meski harga papan beroda tersebut cukup mahal, ayah-bunda Aliqqa tetap membelikannya dengan catatan Aliqqa harus bisa merawat papan tersebut dan serius untuk belajar.

Dukungan orang tua pada Aliqqa tak sebatas itu saja. Mereka juga mencarikan pelatih profesional untuk sang putri. Sejak 2016 Aliqqa sudah mulai intens berlatih di Taman Mini didampingi pelatih pribadinya, Tony Sruntul. Meski pada Asian Games lalu Aliqqa tidak berhasil menggondol medali, namun sosok mungil dan semangatnya yang luar biasa berhasil menyedot perhatian media asing.

Impian Aliqqa untuk berlaga di luar negeri sudah bulat. Ia berlatih skateboard paling tidak dua jam bahkan bisa sampai sehari penuh. Beragam teknik dan trik skateboarding dengan cepat ia lahap. Tentu saja di awal pelatihnya mengajarkan dulu tentang caranya jatuh yang benar guna menghidari cidera parah.

Pada usia empat tahun, Aliqqa juga rutin belajar balet, lho. Aliqqa ingin memiliki ciri khas, sehingga ia pernah mencoba berlaga di arena luncur memakai rok balet. Keunikan Aliqqa menjadikannya sorotan media kala itu.

 


Pilihan Editor:

Dari Sendiri Menjadi Berdua, 5 Hal Ini Perlu Kamu Sesuaikan Sebagai Pasangan Baru, Dears

Kisah Inspiratif Deby Fatimah, Bidadari Surga Korban Gempa Palu yang Istiqomah Menjaga Auratnya Hingga Maut Menjemput

Mengenal Technicolor Muslimah, Potret Muslimah Amerika yang Ceria, Humanis serta Humoris Ini Mengubah Pandangan Barat Setelah Tragedi 9/11


Es Krim Jadi Motivasi Utama

Bila sebagian besar atlet termotivasi untuk menang demi bonus atau prestasi tertinggi, berbeda dengan Aliqqa. Semangatnya justru akan  berkobar saat dijanjikan akan dibelikan es krim oleh ibunda. Syaratnya cuma satu, harus memberikan performa terbaik. Yups, Dears, es krim selalu menjadi pemancing mujarab bagi Aliqqa. Ia akan melakukan apapun demi mendapatkan minuman favoritnya tersebut. Pelatihnya tidak memberikan dia target. Hanya berpesan pada Aliqqa untuk bermain lepas dan gembira.

Orang tua Aliqqa sadar di usianya yang belia, putrinya masih bisa berganti atau berubah-ubah keinginan. Selagi itu positif, orang tua Aliqqa akan mendukung penuh. Oh, ya, bicara masalah prestasi, Aliqqa tidak kalah keren, lho, dengan atlet skateboard yang usianya terpaut jauh di atasnya. Ini dia beberapa prestasi Aliqqa yang patut diacungi empat jempol.

  • Lolos seleksi tingkat nasional Atlet Skateboard Putri Untuk Asian Games 2018, Peringkat 2;
  • Menjadi juara 3 dalam Skate and School Skateboard Competition SMK Merdeka Bandung, 11 Februari 2018, Begginer Student Class.
  • Skatesember, Apark Xtreme, 23 Desember 2017, Girl Class Pumping Track, Juara 1;
  • Street Dealin XI Skate Jam, Gudang Sarinah, 16 Desember 2017, Under 15 Class, Juara 3;
  • Street Dealin XI Skate Jam, Gudang Sarinah, 16 Desember 2017, Girl Class, Juara 2.

Sebagai orang tua, kita pun wajib mengenali potensi anak sejak dini, ya, Dears. Lakukan stimulasi terbaik agar bakatnya berkembang sempurna. Dukung passion dan hobi buah hati dengan cara mengikutsertakan si kecil dalam bermacam perlombaan, mencarikan pelatih profesional, hingga kursus yang sesuai dengan keinginan buah hati. Siapa tahu kelak si kecil bisa jadi secemerlang Aliqqa, sang skateboarder balerina.

Sumber Foto: haibunda.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *