Solusi Tepat Tanpa Obat Saat Si Kecil Sakit. New Moms Wajib Tahu!

Saat sakit, obat merupakan jawaban yang paling tepat, ya, Dears. Namun, terlalu banyak konsumsi zat kimia berdampak buruk bagi tubuh. Kala cuaca sedang tidak bersahabat, anak anak rentan terserang beragam penyakit. Sistem imunitas yang belum sempurna membuat sakit datang silih berganti.

Pada dasarnya, tubuh mempunyai cara sendiri untuk melawan virus dan bakteri yang masuk. Setelah sakit menyerang, tubuh akan memproduksi sistem kekebalannya, sehingga bila sakit yang sama datang, tubuh sudah siap menghadapinya. Itulah sebabnya, terlalu sering menggunakan obat malah akan membuat sistem imun tidak bekerja.

Konsumsi obat dalam jangka panjang, bisa membuat ginjal dan hati mengalami penurunan fungsi. Alih alih kebal pada penyakit, tubuh malah akan kebal terhadap obat. Tentu tidak ingin hal ini terjadi pada buah hati, bukan? Bila sakit ringan melanda, lebih bagus menggunakan bahan alami untuk penyembuhan karena aman. Apa saja sakit ringan dan bahan alami yang tepat untuk mengobatinya? Cari tahu, yuk, Dears.

Demam

Demam adalah saat suhu tubuh lebih tinggi dariĀ  37,5 derajat celcius. Penyebabnya beragam, akibat infeksi virus, bakteri, atau alergi. Pilih baju yang tidak terlalu tebal, kompres dengan air hangat, dan baluri tubuh menggunakan minyak kayu putih atau minyak telon. Perbanyak asupan cairan agar tetap terhidrasi, berikan madu atau air kelapa muda untuk menurunkan panas.

Pilek dan Hidung Mampet

sumber pixabay

Penyebab pilek adalah virus. Untuk meredakannya, hirup udara panas yang ditetesi minyak esensial. Sediakan seember air panas di sudut ruang. Jaga ruangan agar tetap lembab, bila perlu matikan AC. Berikan minum air hangat dan asupan nutrisi dengan sup ayam hangat. Anjurkan buah hati untuk banyak istirahat, Dears.

Batuk

Foto: lifestyle.okezone.com

Jenis gangguan kesehatan ini paling sering menjangkiti anak. Makanan yang tak terkontrol atau kebersihan yang kurang diperhatikan bisa menyebabkan batuk pada anak. Dari pada mengonsumsi obat dengan frekuensi tinggi, lebih bijak bila anak diberikan obat alami. Perasan jeruk nipis, tumbukan bunga belimbing atau perasan kencur ditambah madu, bisa membuat tenggorokan terasa lebih lega. Madu yang kaya nutrisi mampu meredakan batuk.

Diare

Gangguan pencernaan yang ditandai oleh perubahan bentuk dan konsistensi tinja, serta meningkatnya frekuensi buang air besar. Jaga agar buah hati tidak dehidrasi, berikan larutan air gula dan garam. Mengunyah daun jambu biji, dipercaya mampu menghentikan diare.

Sariawan

Foto: ibupedia

Sariawan membuat aktivitas makan menjadi tidak nyaman. Sakit ini disebabkan oleh kuman dan kurang menjaga kebersihan mulut. Tempelkan tumbukan daun saga yang ditetesi madu pada daerah sariawan untuk pengobatan alaminya.

Cacingan

Kondisi ini sering dialami oleh anak. Cacingan bisa berdampak serius pada tumbuh kembang buah hati. Walau setiap 6 bulan sekali ada program pembagian obat cacing oleh puskesmas setempat, tidak ada salahnya kita antisipasi dengan bahan alami. Cukup pakai petai, kandungan belerang dan tanin mampu membunuh cacing dalam perut, dan dikeluarkan lewat tinja.

Lecet

Luka ringan ini pasti sering terjadi pada si kecil. Masa eksplorasi membuat anak bergerak aktif, sering terjatuh, dan lecet. Cukup bersihkan daerah luka dan oleskan madu pada area yang lecet. Madu kaya nutrisi dan bersifat disinfektan untuk menangkal infeksi. Oleskan beberapa kali sehari agar luka cepat kering.

Bagaimana, Dears? Bahan yang digunakan mudah didapatkan, bukan. Menggunakan bahan alami lebih aman karena tidak ada efek sampingnya. Yang terpenting tetap jaga kesehatan buah hati dengan asupan makanan bergizi. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *