Si Kecil Suka Berontak? Mungkin Kamu Tidak Sadar Lakukan 4 Kesalahan Ini, Dears!

Mengatasi anak yang suka berontak dengan memarahinya merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan. Padahal, semakin kamu marah maka anak justru akan berbuat diluar prefiksi lho, Dears.

Setiap anak memiliki kecenderungan yang berbeda dalam mengungkapkan apa yang diinginkan. Hal ini tentu karena sebagian besar anak balita sedang mengalami perkembangan emosional yang relatif belum sempurna. Oleh karena itu, mereka cenderung akan lebih sensitif dan suka memberontak ketika sedang menghadapi suatu masalah.

Tidak jarang hal ini menjadi suatu beban tersediri bagi orang tua yang mengharapkan buah hatinya tumbuh menjadi anak yang penurut dan tidak berulah. Padahal, anak yang berontak ternyata bersumber dari perlakuan salah dari para orang tua itu sendiri. Namun, para orang tua tidak menyadari hal tersebut.

Nah, Dears, berikut ini akan diulas mengenai 5 kesalahan yang dapat menyebabkan si kecil suka berontak. Yuk simak!

1. Suka menyalahkan dan kurang menghargai anak

Pict by. kaskus.co

Sudah menjadi tugasnya seorang anak harus menghormati dan menghargai orang tuanya. Namun, banyak orang tua yang mengabaikan bahwa anak juga butuh dihargai. Kebanyakan orang tua kerap menyalahkan dan tidak menghargai buah hatinya, bahkan sering membentak anaknya. Padahal, mereka memiliki perasaan yang sama dengan kita dan tentunya akan merasa sedih ketika di salahkan atau dibentak.

Dears, ketika kamu berlaku kasar terhadap anak maka bukan sikappenurut yang akan mereka tunujukan, justru sikap memberontaklah yang cenderung mereka tunjukkan. Jadi, tidak heran jika anak justru akan jauh dari orang tuanya dan sering terjadi perselisihan.

2. Meniru apa yang mereka lihat dari apa yang orang tuanya lakukan

Pict by. kaskus.co

Kesalahan berikutnya yang sering tidak disadari yaitu, ketika orang tua menginginkan buah hatinya menjadi anak yang baik dan penurut, namun mereka tidak memberikan contoh itu. Sudah diketahui, jika anak adalah seorang penitu ulung, sikap dan perilaku anak akan terbentuk berdasarkan lingkungan disekitarnya. Hal ini tentu harus sangat diperhatikan, jika ingin mempunyai anak yang penurut maka berilah teladan yang baik pada mereka dan ajarkan pendididkan karakter sejak dini pada mereka.

3. Pola asuh otoriter dan menuntut anak dengan rendah respons

Pict by. today.line.me

Pola asuh otoriter yaitu cara mendidik anak dengan berbagai tuntutan namun rendah respons penghargaan. Jadi, anak merasa kurang dihargai dan akhirnya mereka akan menjadi pemberontak ketika apa yang diinginkan orang tuanya tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Biasanya, orang tua yang mengadopsi pola asuh otoriter memiliki sikap yang dingin saat menyikapi kebutuhan emosional anak, namun disisi lain mereka menetapkan standar yang tinggi terhadap anak. Hal ini menyebabkan anak merasa tidak dapat menyuarakan apa yang mereka inginkan, sehingga membuat anak merasa tertekan dan akhirnya berontak dari segala aturan yang dibuat oleh orang tuanya.

Nah, Dears, sebaiknya jangan menjadi orangtua yang demikian. Bangunlah komunikasi dua arah yang baik dengan anak.

4. Terlalu mengekang membuat anak berontak dan tidak mau terbuka

Pict by. jawaban.com

Ketika seorang anak merasa bosan dengan aturan dan rutinitas yang harus dilakukan setiap hari, biasanya mereka akan cenderung memberontak. Sebenarnya tidak diperbolehkan untuk memberikan aturan ketat pada anak usia dini. Apalagi anak pada usia tersebut memiliki jiwa eksplorasi atau rasa keingintahuan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Ternyata, sikap mengekang ini tidak baik lho, Dears, untuk psikologis anak. Hal ini dapat membuat anak menjadi memberontak, bahkan menjadi tidak terbuka mengenai hal-hal yang sedang mereka rasakan.

Jadilah orang tua yang bijak ya, Dears, semoga ulasan tersebut dapat membuat kamu lebih dekat lagi dengan buah hati dan buah hati pun menjadi penurut tanpa harus dipaksa. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *