berhalusinasi

Sering Berhalusinasi? Hati-Hati, 7 Hal Ini dapat Menjadi Penyebabnya Lho, Dear!

Halusinasi adalah suatu sensasi yang terlihat nyata padahal sebenarnya hanya dibuat oleh pikiran kamu saja. Banyak yang berpikir jika halusinasi hanya berkaitan dengan indra penglihatan saja, padahal lebih dari itu.

Sebenarnya, ketika berhalusinasi kamu tidak hanya dapat melihat, namun juga merasakan, menyentuh bahkan mencium sesuatu yang sama sekali tidak ada. Lalu, apa saja sih sebenarnya yang menjadi faktor penyebab seseorang berhalusinasi? Yuk simak ulasannya berikut ini!

1. Penggunaan Zat

Pict by. healthyplace.com

Salah satu faktor paling umum penyebab seseorang berhalusinasi yaitu penggunaaan  zat. Misalnya ketika seseorang mengonsumsi alkohol, kandungan zat terdapat pada alkohol dapat menyebabkan seseorang mendengar, melihat atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada setelah meminum alkohol. Padahal, semua yang dirasakan hanya sebenarnya tidak benar dan mereka baru menyadari setelah beberapa sat setelahnya.

Biasanya, orang yang gemar menggunakan zat ini akan cenderung ketagihan dan efeknya akan sering mengalami halusinasi bahkan sampai bertindak di luar kendali.

Selain alkohol, beberapa obat juga ada yang dapat menyebabkan efek yang sama seperti kokain, LSD dan PCP. Jadi, mulai sekarang berhati-hatilah ketika hendak mengonsumsi obat tertentu, perhatikan terlebih dahulu kandungan dari obat tersebut.

2. Kurang Tidur

Pict by. IDN Times

Faktor penyebab halusinasi berikutnya yaitu tidak cukup tidur. Ketika kamu kurang tidur, maka kamu akan lebih rentan mengalami halusinasi dan kamu juga menjadi kurang konsentrasi. Bahkan, ada juga yang disebut halusinasi hypnagogic yaitu hakusinasi yang dialami sebelum tidur dan halusinasi yang dialami setelah tidur atau yang disebut dengan halusinasi hypnopompic.

3. Skizofrenia

Pict by. IDN Times

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan proses berpikir serta tanggapan emosi yang lemah. Hampir lebih dari 70 persen penderitanya mengalami halusinasi visual, dan 60 sampai 90 persen lainnya mengalami hakusinasi suara.

Bahkan, beberapa diantara mereka kemungkinan ada yang berhalusinasi dengan mencium dan merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

4. Sindrom Charles Bonnet

Pict by. batamnews.co.id

Faktor lain penyebab halusinasi yaitu sindrom charles bonnet dimana sebuah kondisi yang menyebabkan orang dengan gangguan penglihatan seperti degenerasi makula, glaukoma, atau katarak.

Pada awalnya, penderita sindrom ini tidak akan menyadari bahwa mereka mengalami halusinasi. Namun, akhirnya mereka menyadari bahwa yang mereka lihat hanyalah tidaklah nyata.

5. Parkinson

Pict by. needanews.com

Penyakit lain yang memiliki gejala berupa halusinasi yaitu penyakit parkinson, penderita penyakit ini sebagian besar kerap mengalami halusinasi. Mereka sering merasa melihat sesuatu padahal sebenarnya tidak ada.

6. Alzheimer atau Demensia

Pict by. Liputan6.com

Penyebab halusinasi yang perlu diwaspadai berikutnya yaitu alzheimer atau demensia. Dimana seseorang mengalami kesulitan dalam mengingat berbagai hal, bahkan ada juga yang sampai mengalami kesulitan dalam berpikir.

Karena dengan adanya perubahan pada otak, maka seseorang cenderung akan mengalami halusinasi dan penderitanya kebanyakan adalah orang dengan usia lanjut. Berkurangnya fungsi otak karena faktor usia mendorong munculnya penyakit ini, meskipun tidak semua orang dengan usia lanjut mengalaminya.

7. Tumor Otak

Pict by. sehatq.com

Halusinasi yang dialami seseorang juga ada yang disebabkan karena adanya tumor pada otaknya. Halusinasi yang dialami berupa halusinasi visual, dengan melihat bintik-bintik atau bentukan seperti cahaya.

Namun, jika tumor yang diderita sudah menyebar pada beberapa bagian otak lainnya maka penderitanya juga akan mengalami halusinasi penciuman dan juga rasa.

Nah, itulah beberapa faktor penyebab seseorang mengalami halusinasi. Jadi, kamu wajib waspada dan jangan biarkan halusinasi yang kamu alami berlanjut, segeralah konsultasikan dengan dokter agar terhindar dari efek yang lebih berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *