Selain Tepat Memilih Gendongan Bayi, Ketahui 3 Kiat Menggendong Bayi Berdasarkan Usianya Agar Si Kecil Nyaman dalam Dekapan

Orang tua pasti menantikan kelahiran buah hatinya. Tidak heran jika segala persiapan dilakukan demi menyambut si kecil, termasuk memilih gendongan bayi. Jenis gendongan ini ada bermacam-macam di antaranya, baby sling, selendang atau jarit, ransel gendong, sampai dengan stretchy wrap. Semuanya memiliki nilai plus dan minus masing-masing.

Untuk bayi baru lahir, disarankan menggunakan selendang ketika hendak menggendong. Penyebabnya tidak lain karena selendang berbahan tipis, mudah dibawa kemana saja, serta tidak memerlukan perawatan khusus. Sayangnya, beban hanya tertumpu pada satu pundak, menyebabkanmu lekas lelah, Dears. Ransel gendong banyak disukai oleh ayah maupun ibu karena nyaman dan tidak menyebabkan mudah lelah. Namun, ransel gendong tidak cocok untuk bayi baru lahir. Baby sling, gendongan yang cukup diminati para ibu karena kepraktisannya. Dan terakhir ada stretchy wrap yang terbuat dari bahan nyaman dan melar (umumnya kain berjenis knit jersey yaitu bahan kaos campuran katun serta spandex/lycra), dinilai sangat aman buat menggendong bayi, Dears. Selain mengintip beberapa jenis gendongan bayi yang nyaman, ketahui pula kiat tepat menggendong bayi berdasarkan usianya berikut ini.

Bayi 0-3 Bulan

Kondisi fisik bayi baru lahir masih rentan. Jadi kamu tidak bisa sembarangan menggendongnya, Dears. Tatkala hendak mengambilnya dari tempat tidur, bungkukkan badanmu, lalu selipkan salah satu tangan pada bagian leher sebagai penyangga. Tangan lainnya dipakai untuk menyangga bagian belakang hingga bokong. Angkat bayi perlahan-lahan, kemudian letakkan kepala, leher, dan tubuh bayi pada lipatan siku sementara tangan lain menopang bokongnya. Dekatkan bayi ke dada sehingga ia merasa lebih nyaman, Dears.

Selain berbaring, kamu pun bisa menggendong bayi dalam posisi tegak. Perlu diperhatikan, kepala bayi harus di atas bahu dan pastikan tanganmu menyangga lehernya, sementara tangan lainnya menopang bagian belakang tubuh serta bokong. Jika bayimu telah menginjak usia lebih dari satu bulan, cobalah untuk mengubah posisi gendong. Kamu dapat menggendongnya dalam posisi duduk, dengan satu tangan menopang bokong, tangan lain melingkar ke bagian dada bayi, dan kepala bersandar.

Bayi 3-6 Bulan

Perkembangan fisik yang pesat membuat bayi pada rentang usia ini sudah mulai tidak nyaman berada pada posisi tidur. Nah, kamu bisa menggendongnya menghadap depan maupun belakang, Dears. Menginjak umur lima bulan, kamu sudah dapat menggunakan gendongan yang lebih variatif. Hal ini dikarenakan bobot tubuh si kecil semakin berat. Cobalah untuk menggendongnya dengan posisi di pinggang, menghadap depan, atau saling berhadapan.

Di Atas 6 Bulan

Bayi sudah semakin kuat dan dapat digendong dengan gaya apa saja. Terapkan prinsip ‘ABC’ kala menggendong buat hati. A merujuk pada Airways. Kamu harus memastikan sirkulasi udara dalam gendongan bagus, tidak panas, dan si kecil dapat tetap melihat sekeliling dengan leluasa. B merujuk kepada body positioning yang artinya kamu wajib cermat memilih gendongan sesuai kondisi leher maupun punggung si kecil, atau bisa dikatakan sesuai usianya. Terakhir C yang merujuk kepada comfort. Pastikan kenyamanan si kecil apabila kamu menggunakan jenis gendongan tertentu, ya, Dears.

Menggendong bayi tidak bisa sembarangan, Dears. Banyak hal yang harus kamu pelajari supaya tidak salah dan malah berakibat fatal bagi buah hati. Tak sebatas bahan yang nyaman, keterampilan menggendong bayi berdasarkan usia pun wajib kamu punyai, terutama yang baru menjadi ibu. Selamat memilih gendongan buat si kecil dan buatlah ia nyaman dalam dekapan.

Sumber Foto: Hellosehat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *