18 Jul, 2019

Sebelas- Dua Belas dengan Miftahul Jannah, Atlet Muslimah Ini Juga Didiskualifikasi Karena Jaga “Izzah”

Nama Miftahul Jannah, seorang atlet  blind judo putri di Asian Para Games sekarang ini sedang viral. Yap, keputusan untuk menolak melepas jilbab  meski memahami aturan blind judo ini menyebabkan dia didiskualifikasi  oleh wasit saat pertandingan tanggal (8/10). Berbagai reaksi baik yang mendukung atau menyayangkan keputusan yang diambil Miftahul Jannah membanjiri media massa.

Tahukah Dears, sebelum Mifathul Jannah sebenarnya sudah ada seorang atlet muslimah yang menarik perhatian dunia karena hal yang serupa. Dia adalah Zeynep Akyuz. Seorang atlet wushu yang berasal dari Turki. Kompetisi wushu Internasional di Eropa yang diselenggarakan awal Mei tiga tahun yang lalu itu menjadi saksi keteguhan seorang muslimah akan izzahnya.

Zeynep Akyuz Tidak Mendapatkan Nilai Karena Berjilbab

Sebelum keputusan walk out saat pertandingan 2015 silam, Zeynep Akyuz pernah mengikuti kompetisi yang sama di tahun 2013. Namun karena prinsip teguh tetap berjilbab  saat pertandingan berlangsung, mengakibatkan dia tidak mendapatkan nilai. Hal itu tentunya menyimpan memori buruk bagi atlet Muslim Turki. Namun tetap Federasi Wushu  Eropa berkilah bahwa keputusan yang diambil karena kostum Zeynep tidak sesuai dengan aturan.

 


Pilihan Editor:

Miftahul Jannah, Banjir Pujian Dari Netizen Karena Menolak Membuka Hijab Saat Bertanding

Fatimah binti Ubaidillah, Sang Pendidik Ulama Besar

Kisah Inspiratif Deby Fatimah, Bidadari Surga Korban Gempa Palu yang Istiqomah Menjaga Auratnya Hingga Maut Menjemput


Zeynep Akyuz  Menuding  Keputusan Federasi Wushu Eropa Tidak Sopan Terhadap Dunia Islam

Karena kecewa akan keputusan Federasi Wushu Eropa, Zeynep Akyuz menuding keputusan tersebut tidak sopan terhadap dunia Islam. Dia berprinsip bahwa Islam melihat jilbab sebagai kewajiban berpakaian, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang. Mengenakan jilbab baginya merupakan kewajiban sebagai seorang muslimah. Tepat sekali kata-katanya. Sudah berprestasi, sholihah juga, ya, Dears.

Zeynep Akyuz Mendapat Dukungan dari Pemerintah Turki Untuk Mempertahankan Prinsipnya

Alih-alih menyayangkan sikap Zeynep Akyuz untuk tidak mau mengikuti aturan federasi, pemerintah Turki malah mendukung dengan melakukan walk out  dan menarik atletnya dari kejuaraan atau Turnamen Wushu Eropa tahun 2015. Hal ini dilakukann demi menjaga nilai-nilai Islam. Akyuz  menegaskan bahwa keputusan itu diambil untuk memprotes aturan baru Federasi Wushu Eropa yang melarang para atlet perempuan mengenakan jilbab selama kompetisi atau dengan kata lain Turki tidak lagi mengakui otoritas Federasi Wushu Eropa.

Keteguhan sikap yang perlu dicontoh, ya, Dears. Pemerintahnya pun bersikukuh menjaga prinsip beragama dengan benar. Bahkan mereka rela tidak ikut ambil bagian dalam pertandingan wushu ajang bergengsi dunia tersebut. Menjadi juara atau tidak dalam sebuah kompetisi bukanlah hal yang mutlak dalam hidup. Namun ketika prinsip hidup yang hakiki tentang keyakinannya pada izzah atau kehormatan bersumber pada Allah Rabbul ‘Alamiin dijaga dengan benar, sejatinya itulah sebuah prestasi yang tertinggi. Setuju, Dears?

Sumber Foto: zeyneakyuz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *