Sebagai Generasi Milenial, Begini Seharusnya Pemuda Zaman Now Memaknai Sumpah Pemuda

Tepat pada tanggal 28 Oktober, di Indonesia diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Momen ini ditetapkan sebagai peristiwa sejarah karena pada tanggal itu para pemuda pada zaman itu menggelar Kongres Pemuda II, berkomitmen untuk bersatu demi Indonesia.

Ada tiga ikrar Sumpah Pemuda yang tercipta kala itu. Dan menjadi semangat yang terus diingat oleh seluruh masyarakat Indonesia sampai saat ini. Mereka, para pemuda, berjanji untuk bertanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia.

Sebegitu besarnya semangat berbangsa para pemuda saat itu di tengah kondisi peperangan yang mencekam. Mereka merasakan kerasnya perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Hingga tumbuhlah rasa nasionalisme yang begitu tinggi.

Sebagai pemuda yang hidup di zaman sekarang, zaman serba digital, tentu keadaan pasti sangat berbeda. Tidak seperti saat masa penjajahan di mana pemuda harus ikut turun tangan mengangkat senjata. Namun nasionalisme dan semangat juang pemuda zaman dulu tetap bisa diteladani di masa sekarang. Tentu dengan perwujudan yang berbeda.

Berprestasi di Bidang Masing-masing

Jika dulu tugas pemuda adalah membantu mengusir para penjajah untuk mendapatkan kemerdekaan, pemuda sekarang tentu tidak perlu melakukan itu. Sekarang, untuk tetap menjaga semangat Sumpah Pemuda, para pemuda harus bisa mengukir prestasi dan kebanggaan.

Berprestasi tidak harus dalam hal pendidikan. Meskipun meraih prestasi di dunia pendidikan itu sangat membanggakan. Tak ada salahnya mengikuti apa yang menjadi passion kamu dan mulailah merajut prestasi dari sana.

Manfaatkan Kemajuan Teknologi dengan Bijak

Kita hidup di mana segala sesuatu akan bisa dilakukan dengan cara otomatis karena perkembangan teknologi yang pesat. Lalu lintas informasi sudah tidak ada batasnya karena semuanya bisa diakses dengan cepat oleh siapapun di manapun. Begitu banyak kemudahan yang tercipta dari teknologi.

Sebagai pemuda, hendaknya kita bijak dalam menyikapi kemajuan arus. Memang semuanya serba modern dan canggih. Namun tetap jangan sampai kehidupan justru dikendalikan oleh teknologi sepenuhnya. Sebagai pemuda yang berpendidikan, memanfaatkan teknologi harus sesuai dengan kebutuhan dan justru tidak menjerumuskan.

Tetap Cintai Indonesia

Anak muda yang dikenal kekinian memang tidak terlepas dari trend yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing. Mulai dari bahasa, kebiasaan, hingga budaya berpakaian. Tak jarang, yang dianggap modern justru yang mengikuti trend bangsa asing hingga melupakan jati diri bangsa sendiri.

Sebagai penerus semangat Sumpah Pemuda yang susah payah dibangung oleh pemuda masa penjajahan, kita harusnya terus memelihara semangat cinta Indonesia. Salah satu caranya dengan tetap mengunggulkan produk asli dalam negeri di tengah maraknya produk import.

Dalam bidang pendidikan, sekalipun ada pelajaran bahasa asing atau bahkan beruntung memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri, tetap jangan lupakan asal negara di mana kita dilahirkan. Tetap gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dan memanfaatkan ilmu yang didapat untuk memajukan Indonesia.

Peristiwa Sumpah Pemuda meskipun sudah puluhan tahun terlewat, namun semangatnya masih bisa tetap kita jaga hingga saat ini dan sampai kapanpun. Dan ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meneruskan semangat pemuda pada masa penjajahan. Walaupun dengan cara berbeda dan mengikuti perkembangan zaman, usaha kita memaknai Sumpah Pemuda akan tetap diakui sebagai wujud cinta kita kepada negara tercinta, Indonesia.

Sumber Foto: Jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *