Sangat Menginspirasi, Ini Dia 5 Anak Muda yang Sukses Menjabat sebagai CEO di Usia 20-an

Dears, sukses di usia muda adalah impian banyak orang, namun ternyata untuk menggapainya butuh perjuangan yang panjang, dan semuanya tentu dimulai dari titik nol.

Bagi mereka yang gigih, tekun, dan bermental baja tentu nantinya akan menikmati hasil jerih payah yang mereka lakukan. Seperti kelima anak muda kebanggaan Indonesia ini, meski usia mereka masih sangat muda, namun kegigihan mampu mengantarkan mereka menjadi pengusaha muda yang sukses. Yup, kini mereka menjabat sebagi CEO di berbagai bidang yang digeluti, bahkan ada diantara mereka yang masuk ke dalam daftar 30 under 30 dalam majalah Forbes Amerika. Keren ya, Dears! Tak perlu berlama-lama, yuk, langsung saja kita kenalan dengan mereka

Benny Fajarai

Foto: 4muda.com

Pria kelahiran Pontianak, 27 April 1990 ini merupakan pendiri Qlapa.com, sebuah startup digital yang bergerak dibidang jual beli kerajinan tangan. Qlapa.com yang ia dirikan pada tahun 2015 ini bertujuan agar para pengrajin di Indonesia lebih mudah memasarkan hasil produknya kepada konsumen, karena ternyata, berdasarkan riset, ia menemukan fakta adanya banyak kendala bagi para pengrajin untuk memasarkan hasil poduksinya, salah satunya karena faktor jalur distribusi yang cukup panjang. Berkat kerja kerasnya, pada tahun 2016 ia terpilih sebagai salah satu anak muda indonesia yang masuk daftar 30 under 30 yang dirilis majalah Forbes asal Amerika. Waw, keren ya, Dears.

M. Alfatih Timur

Foto: dictio.id

Nah, pemuda asal Padang, Sumatera Barat ini juga masuk ke dalam daftar 30 under 30 Majalah Forbes kategori Social Entrepreneur, berkat kerja kerasnya merintis Kitabisa.com. Kamu tentu sudah enggak asing, kan, mendengar website komunitas sosial tersebut? Yup, Kitabisa.com merupakan situs penggalangan dana (fundraising) terpopuler di Indonesia.

Sejak tahun 2013, pria yang akrab disapa Timmy tersebut telah melaksanakan berbagai proyek sosial yang diusulkan masyarakat, tentunya setelah melewati proses pemeriksaan kelayakan hingga akhirnya proyek tersebut ia terbitkan di Kitabisa.com. Di website tersebut kemudian nantinya orang-orang bisa berdonasi dengan jumlah yang beragam, mulai dari puluhan hingga jutaan rupiah. Dana yang terkumpul kemudian akan diberikan kepada penyedia proyek tersebut, tentunya dengan pengawasan dan pengelolaan dari pihak Kitabisa.com.

Belva Devara

Foto : kinibisa.com

Ruangguru.com, kamu pasti sudah enggak asing dengan nama startup pendidikan terbesar di Indonesia ini. Yup, ruangguru.com didirikan oleh seorang pemuda lulusan Harvard dan Stanford University bernama lengkap Adamas Belva Devara. Bersama sahabatnya, Iman Usman, ia mendirikan Ruangguru.com sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Pria yang lahir pada 30 Mei 1990 ini sudah memperlihatkan prestasinya sejak duduk di bangku sekolah. Meski lahir di keluarga yang sederhana, ia mampu melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri, bahkan setelah lulus S1 di Universitas Teknologi Nanyang Singapura. Tak tanggung-tanggung, ia mendaftarkan diri masuk program dual degree Master of Business Administration (MBA) di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat, serta program Master of Public Administration (MPA) di Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat. Oya, berkat  kesuksesannya merintis Ruangguru.com, akhinya ia masuk ke dalam daftar  30 under 30 Majalah Forbes. Gemilang sekali prestasinya ya, Dears.

 

Hamzah Izzulhaq

Foto : cakrawalanews.co.id

Pria kelahiran Jakarta, 26 April 1993 ini merupakan CEO Hamasa Indonesia Corp. yang bergerak di bidang kerajinan sofa bed. Selain itu, ia juga sukses membangun usaha franchise atau waralaba bimbingan belajar (bimbel). Kini, selain sibuk menggeluti kedua bisnis beromset ratusan juta tersebut, ia juga aktif menjadi pembicara yang menginspirasi banyak anak muda di Indonesia. Jiwa pengusaha yang dimiliki Hamzah ternyata sudah terlihat sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar, ia tak malu berjualan aneka permainan seperti kelereng, petasan, bahkan berjualan koran. Hobi berdagang tersebut ia lanjutkan hingga duduk di bangku SMA, dengan berjualan pulsa dan buku sekolah.

Hamzah sendiri merupakan sosok yang dikenal pantang menyerah meski pernah gagal dalam usaha pembuatan pin. Namun berkat keyakinannya kepada Allah, akhirnya ia memberanikan diri membeli franchise Bimbel seharga 175 juta dengan meminjam modal dari ayahnya sebesar 70 juta yang seharusnya uang tersebut digunakan untuk membeli mobil. Dari situlah, akhirnya usahanya berkembang  pesat sehingga Hamzah mempunyai 3 lisensi bimbel dengan omset sebesar Rp360 juta per 6 bulan dari 200 jumlah siswa yang ada dengan keuntungan sekitar Rp180 juta per 6 bulan. Nah, itu hanya penghasilan dari 1 jenis usahanya saja, belum dari bisnisnya yang lain yakni perusahaan sofa bed. Kamu bisa bayangkan ya, Dears, berapa pundi-pundi rupiah yang ia raup setiap bulannya. Tentu sangat fantastis sekali.

Rico Huang

Foto: alona.co.id

Kisah sukses Rico Huang ternyata tak lepas dari musibah kebakaran yang dialami keluarganya, sehingga saat duduk di bangku SMA ia mulai berwirausaha dengan berdagang kecil-kecilan, seperti berjualan nasi uduk dan kaos oblong. Namun ternyata, untuk meraih sukses tak semudah yang dibayangkan, bahkan ia pernah gagal dalam bisnis mie ayam yang membuatnya harus merugi 15 juta dalam 4 hari. Dan, yang lebih mirisnya lagi, setelah bisnisnya bangkrut, ia pun harus rela drop out dari kuliahnya di Universitas Binus. Berbagai keterpurukan yang ia alami tak membuatnya patah semangat, hingga akhirnya ia mencoba peruntungan di bisnis online dengan berjualan berbagai aksesoris HP. Dari situlah, perlahan bisnisnya mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kini, diusianya yang baru menginjak 22 tahun, ia telah sukses menjabat sebagai CEO PT. Alona Indonesia Raya yang saat ini juga menaungi beberapa bisnis, seperti DropshipAja.com, PasukanAlona.com, dan Laperma.co.id. Selain sukses mengembangkan bisnisnya, ia pun aktif menjadi pembicara dan mendirikan sekolah bisnis online,. Kini namanya pun semakin populer di kalangan anak muda.

Nah, bagaimana Dears, sangat menginspirasi bukan? Dari mereka kita belajar, bahwa kesuksesan tidak diraih dengan cara yang instan. Untuk menggapai seribu langkah, tentu dimulai dengan langkah pertama.

Kegagalan demi kegagalan yang mereka dapatkan di tengah jalan pun sama sekali tak membuat mereka menyerah dan putus asa. Itu semua dijadikan sebagai sarana pembelajaran terbaik.Yup, seperti kata pepatah, bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil, namun jangan lupa ya, Dears, usaha tanpa doa tentu takkan berarti apa-apa. Tetap semangat ya, Dears, semoga kamu pun bisa meraih impianmu di usia muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *