Kanaah dan Nrimo ing Pandum, Kunci Utama saat Kondisi Terburuk

Dears, setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, kekalahan, kondisi terburuk, hingga tidak ada semangat untuk mengejar apa yang diimpikan. Banyak di antaranya stuck di kondisi paling buruk tersebut dan ada juga yang mencoba bangkit kembali.

Bangkit dari kondisi yang tidak mengenakkan, kondisi yang membuat semangatnya hancur dan berantakan tentulah tidak mudah. Tiap orang memiliki cara jitunya masing-masing ketika berada di kondisi paling buruk dalam fase hidupnya. Bisa berupa jalan-jalan dengan sahabat, mengurung diri di kamar, ataupun mendengarkan motivasi-motivasi dan ceramah keagamaan.

Namun, perlu diketahui bahwa tiap orang bisa mengontrol rasa kecewa terhadap kesulitan dan kegagalan yang sedang dialaminya. Hanya saja, tidak semua orang bisa dengan mudah melakukannya. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan seseorang saat kondisi terburuk menghampiri hidupnya? Cobalah terapkan sifat berikut dan mulailah dengan semangat baru kembali, Dears.

Kanaah (Qana’ah)

Foto: Pexels

Kanaah (qana’ah) adalah sifat yang harus dimiliki seseorang, baik saat kondisi terburuk maupun kondisi terbaik dalam hidupnya. Kanaah berarti sikap menerima dan merasa cukup atas apa yang didapat. Meski kenyataan tidak sesuai yang diinginkan, pasti Tuhan memiliki rencana lain yang lebih baik dibanding yang kita inginkan. Namun, tetap saja harus berusaha dan bangkit dari keterpurukan untuk memulai semangat dari awal kembali.

Nrimo ing Pandum

Foto: Pexels

Kegagalan dan kekecewaan terhadap takdir dan ketentuan yang tidak diharapkan pasti membuat orang yang mengalaminya merasa tidak adil dan menuntut semua seperti yang diinginkannya. Maka, jadilah orang yang nrimo ing pandum atau dalam Bahasa Indonesia berarti “menerima segala pemberian tanpa mengharap lebih dari itu”. Percaya saja, jika kebaikan dan kesuksesan yang diimpikan tidak pernah terlewat dan melewatkan kamu. Tugas kita hanya berusaha untuk bangkit dan percaya jika semua yang terjadi dan kegagalan yang dialami membuat kita menjadi orang yang lebih tangguh lagi.

Selain dua sifat tersebut, yang tak kalah penting adalah sifat sabar dan ikhlas. Jika tidak bisa ikhlas, kegagalan yang dialami membuat kita menyalahkan orang-orang di sekitar dan membuat perasaan tidak tenang. Tanpa sifat ikhlas, pikiran dikontrol untuk berbuat balas dendam dan tidak bisa berdamai dengan masalah yang terjadi.

Ketika seseorang bisa sabar saat menerima kondisi terburuk, mengalami kegagalan dan proses lain yang sangat berat, maka pertolongan Tuhan juga tidak jauh-jauh dari kita. Pasti ada kemudahan yang akan menghampiri dan ada ganti yang lebih baik dari saat ini tanpa kita duga.

Semangat terus untuk menjalani hidup yang penuh dengan tantangan, dan bangkitlah seakan esok hari kesuksesanmu, Dears.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *