Punya Gelar Magister? Cobalah Profesi sebagai Dosen Lepas agar Prioritas Utama pada Keluarga Tetap Terjaga

Hai, Dears!

Apakah kamu termasuk ibu rumah tangga yang punya ijazah Magister (S2)? Memang, tidak masalah berpendidikan tinggi dan memutuskan untuk menjadi full time mother demi keluarga. Kita berani berhenti berkarir demi buah hati tercinta. Sungguh sangat mulia. Tapi terkadang, kita juga rindu pada pekerjaan, bersosialisasi dengan lingkungan, atau kembali memperoleh eksistensi diri. Namun, tentu saja, prioritas utama tetap keluarga. Jadi muncul pertanyaan, profesi apa yang bisa kita coba?

Dears, mungkin kamu bisa mencoba menjadi dosen lepas. Biasa juga disebut sebagai dosen tidak tetap atau dosen luar. Apa bedanya antara dosen tetap dan dosen lepas?

Dosen tetap adalah pegawai tetap sebuah universitas. Tugas seorang dosen adalah mengamalkan “Tri Dharma” pendidikan, yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Jadi tugas dosen tidak hanya mengajar di kelas, tetapi melakukan penelitian dan menghasilkan sebuah karya, serta mengabdi kepada masyarakat. Tentunya butuh dedikasi yang tinggi untuk pekerjaan.

Ada kewajiban, tentu ada hak. Kewajiban yang dilaksanakan setara dengan kompensasi yang akan diterima, seperti gaji, dana penelitian, tunjangan, dan lain sebagainya. Dosen tetap pun memiliki jenjang karir yang pasti. Namun untuk menjadi dosen tetap, tentunya banyak prosedur dan proses seleksi yang harus dilalui.

Lalu, bagaimana dengan dosen lepas? Dosen lepas ibarat pegawai part time sebuah universitas. Tugas utamanya hanya mengajar di kelas. Dosen lepas tidak berkewajiban membuat penelitian atau pengabdian terhadap masyarakat. Tentunya hal tersebut sangat menguntungkan, karena kita hanya perlu datang ke kampus saat ada jadwal mengajar. Proses seleksinya pun relatif mudah. Selain perbedaan dalam hal kewajiban, penghasilan yang diterima dosen lepas juga berbeda tentunya. Meski tidak ada tunjangan dan jenjang karir, namun honorarium tetap diberi sesuai kehadiran. Kalau mahasiswa libur, dosen lepas juga libur. Honorarium pun ikut libur.

Meskipun begitu, profesi sebagai dosen lepas sangat cocok bagi ibu rumah tangga yang prioritas utamanya adalah keluarga. Jam kerja yang sedikit membuat waktu berharga bersama anak tetap terjaga. Kamu hanya bertanggung jawab mengajar, sehingga pikiran dan perhatian tetap bisa tercurah untuk buah hati kesayangan.

Bagaimana, Dears, tertarik untuk menjadi dosen lepas? Segera masukkan lamaranmu ke kampus-kampus terdekat, ya. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *