Pernah Mengalami Mom Shaming? Tak Perlu Panik, Dears, Terapkan Cara Ini!

Pernah mengalami mom shaming, Dears? Atau tidak sadar, sudah menjadi salah satu korbannya?

Mom shaming adalah tindakan menghujat, menghakimi, atau mempermalukan seorang ibu atas pola asuh yang diterapkan kepada si buah hati. Sebenarnya, hal ini telah terjadi sejak lama. Hanya saja, perkembangan media sosial semakin memperparah kondisi.

Mom shaming bisa ditujukan kepada siapa saja. Seorang ibu muda atau bahkan ibu yang telah mempunyai anak lebih dari satu. Pelaku mom shaming, sebut saja mom shammer,  bisa mengeluarkan hujatan atau komentar yang mengakibatkan ketidakpercayaan diri bahkan depresi kepada korbannya.

Hilangnya kepercayaan diri seorang ibu akan berimbas pada pengasuhan terhadap putra-putrinya. Ibu akan merasa selalu salah dan tak mampu menjadi orang tua yang baik. Tentu saja ini sangat berbahaya.

Lalu bagaimana menghadapinya, bila kamu menjadi korban mom shaming? Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan secara spontan saat kamu mengalaminya. Hal ini penting, agar dirimu tak berlarut dalam keterpurukan.

Tenang, Tak Perlu Panik

Saat mendapat komentar buruk tentang keadaan anak atau pola asuh, usahakan tetap tenang. Jangan terbawa emosi, dengan begitu kita bisa berpikir jernih. Menjadi orang tua layaknya sebuah petualangan yang tidak akan sama antara satu keluarga dengan yang lainnya.

Tebalkan Telinga

Dears, kita tidak bisa menghentikan orang lain berkomentar. Jadi, ketika mengalami mom shaming, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Bagi sebagian orang, menghakimi dan mengritik bisa merupakan sebuah kesenangan tersendiri, terutama bagi yang selalu merasa benar. Sebaiknya kamu tidak perlu menanggapi semua komentar itu.

Jangan Baper

Semua komentar mom shammer, terutama yang tidak kamu kenal, tak perlu kita masukkan hati, apalagi sampai memengaruhi mood. Mereka, para mom shammer, hanya menilai dari apa yang mereka lihat sepintas saja. Bagaimana keadaan yang sebenarnya hanya kamu yang tahu, bukan?

Menjadi ibu memang tak mudah. Rutinitas sehari-hari bisa membuat kita bosan, jenuh, dan letih. Tak perlu menambah beban pikiran lagi dengan mendengarkan komentar buruk terhadap apa yang kita terapkan untuk buah hati. Yang terpenting, jangan berhenti belajar menjadi orang tua yang baik, ya, Dears. Yuk, stop mom shaming sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *