mpasi booster

Pengalaman Menaikkan Berat Badan Bayi Plus Pilihan Menu MPASI Booster Super Yummy

Gimana, sih, cara menaikkan berat badan bayi? Perasaan sudah segala macam cara dilakukan, sudah konsultasi juga ke dokter dan mengikuti saran-sarannya, bahkan sudah menambahkan susu tinggi kalori dalam daftar menu hariannya, tapi, tetap saja berat badan bayi saya nggak naik juga? Ada yang salah?

Galau serta baper sudah pasti saya rasakan ketika memikirkan berat badan anak-anak yang keduanya hampir sama, susah naik! Apalagi kalau ada orang yang membanding-bandingkan dengan anak lainnya. Pengennya protes, tapi nggak berani juga…hehe. Jadi, serba salah. Pengennya nggak dengerin omongan orang, tapi malah kepikiran saking gemasnya. Ada nggak, sih yang senasib dengan saya?

Memikirkan perkataan orang lain kadang bikin ibu-ibu stres sampai depresi. Jangan sampai kita jadi depresi, sebab seorang ibu mesti bahagia supaya bisa membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Bagaimana jika kita terlanjur depresi? Coba atasi dengan cara ini.

BTW, kebanyakan orang menganggap bahwa bayi sehat disertai tubuh gemuk, pipi gembul, badan berlipat-lipat. Kalau kurusan dikit, disangkanya nggak sehat, kurang makan, atau menganggap ASI yang dikonsumsinya jelek.

“Encer, tuh ASI-nya! Jelek. Pantes bayinya kurus.”

Kalau padat namanya bukan ASI kali, lebih tepat disebut pudding…kwkwk. Memang benar, ya? Kita itu nggak mungkin menyenangkan semua orang. Lagi pula, kita seharusnya jauh lebih tahu dan mengerti kondisi anak kita sendiri dibandingkan orang lain, jadi, harusnya kita nggak pusing memikirkan omongan orang yang suka sadis dan kasar.

Baca juga:

Bayi yang berat badannya pas-pasan bukan berarti dia sakit-sakitan, lho. Coba cek lagi orang tuanya, bisa jadi kedua orang tuanya bertubuh mungil juga sewaktu masih bayi. Nggak heran kalau anaknya pun ikut-ikutan mungil.

Nggak masalah sebenarnya, memang ada anak yang berat badannya termasuk kecil dibanding anak seusianya, tapi masih termasuk normal. Termasuk anak saya. Menurut dokter, anak-anak saya memang kecil, berat badannya pas-pasan, tapi dari tingginya mereka masih disebut normal. Hanya saja memang lebih kecil dibanding anak-anak seusianya.

Jangan harap anaknya bisa gemuk, ayahnya saja sampai sekarang tetap mungil. Pusing banget kalau mesti mengikuti orang kebanyakan. Punya tubuh kurus bukan berarti nggak normal. Jika dokter bilang semua baik-baik saja, kita pun tak perlu panik dan stres memikirkannya.

Tetap berikan ASI meski telah MPASI

asi
Photo on nypost.com

Jangan karena anak nggak gemuk, kita jadi meremehkan kualitas ASI. Supaya jadi banyak makan, mending stop saja ASI-nya. No, cara ini tidak dibenarkan, lho. Hingga usianya mencapai satu tahun, ASI merupakan kebutuhan paling utama. Bayi memang mulai dikenalkan MPASI pada usia enam bulan atau bahkan sebelum enam bulan (tergantung kesiapan bayi), tapi, MPASI di sini bukan pengganti ASI, sehingga ASI harus tetap diberikan minimal sampai bayi berusia dua tahun.

MPASI pun mesti diberikan bertahap dan nggak boleh berlebihan. Bayi harus menyesuaikan diri. Bukan hanya dari jumlah MPASi per harinya, tekstur MPASI pun sebaiknya diberikan dalam bentuk cair dulu supaya bayi lebih mudah menelannya. Kemudian diberikan bertahap, ditambah jumlahnya, dan dinaikkan teksturnya.

Berikan makanan tinggi protein

mpasi daging
Photo on Orami Parenting

Waktu konsultasi ke dokter terakhir kali, beliau menyarankan supaya anak-anak yang tubuhnya mungil atau kurang berat badan diberikan menu tinggi protein. Kalau bisa makan proteinnya dibanyakin. Sayuran dan sebagainya bisa dikurangi. Katanya, protein ini penting banget untuk menaikkan berat badan.

Masalahnya, anak saya kurang suka makan protein kecuali telur. Ayam, daging sapi, dan ikan agak kurang doyan. Makan paling secukupnya saja. Padahal, kalau mempertimbangkan saran dokter, anak-anak mestinya makan ikan yang banyaak, daging yang banyaak, mungkin sampai eneg kali, ya? Hehe.

Karena nggak memungkinkan, saya tidak memaksa mereka. Tetap makan seperti biasa. Tetap bahagia sebagaimana mestinya *eaa

Berikan menu mengandung lemak baik

alpukat mpasi
Photo on ruangmom.com

Zaman anak-anak masih MPASI, saya sering membelikan mereka alpukat. Selain rasanya memang enak, alpukat juga bagus untuk menaikkan berat badan bayi. Selain alpukat, saya juga biasa memberikan keju, hingga sedikit minyak zaitun sebagai campuran MPASI atau diminumkan secara langsung jika memungkinkan.

Dan hasilnya? Anak-anak nggak segemuk apa juga. Pada anak lain, cara ini bekerja. So, kita nggak bisa memaksa kondisi si A bisa sama dengan kondisi kita. Tetap happy aja jika memang hasilnya nggak sesuai harapan. Penting anak-anak sehat dan perkembangannya sesuai dengan usia. Nggak harus punya pipi chubby supaya terlihat luar biasa. Iya, kan?

Berikan susu tinggi kalori

susu
Photo by Brian Suman on Unsplash

Waktu itu saya mencoba saran dari dokter Herbowo di rumah sakit Hermina Jatinegara. Kita disarankan membeli susu tinggi kalori, bahkan kalorinya lebih tinggi daripada PediaSure menurut beliau. Namanya Nutrinidrink. Kita beli beberapa botol waktu itu.

Harganya juga lumayan banget untuk susu sejenis ini. Namun, hasilnya tetap nggak sesuai harapan. Pada anak yang nggak punya genetik kurus kayaknya bekerja banget. Harusnya begitu, ya? Hehe. Sedangkan pada anak saya, selain mereka nggak doyan sama susunya, kenaikan berat badan pun kurang terlihat baik.

Oke, nggak masalah, yang penting dicoba sebagai salah satu ikhtiar.

Berikan beberapa jenis karbo

oat bubur
Photo by Daria Nepriakhina on Unsplash

Jangan terpaku dengan nasi dan nasi saja. Kita bisa memberikan kentang, ubi, oats, dll. Cara ini dinilai sangat baik untuk menaikkan berat badan bayi. Nasi bukan satu-satunya sumber karbo meskipun kata orang Indonesia, nggak makan nasi sama dengan belum makan.

Tapi, sebenarnya, jenis karbo lain pun nggak kalah bagusnya, kok. Kitanya aja yang nggak bisa move on dari nasi…hehe.

Itulah beberapa tips yang bisa teman-teman praktikkan sebagai salah satu ikhtiar untuk menaikkan berat badan bayi. Soal menu, saya sebenarnya nggak jago bikin menu MPASI. Dulu, saya punya buku dari pak Wied Harry Apryadji berisi kumpulan menu MPASI hingga bekal anak sekolah. Sangat membantu meskipun ada beberapa menu yang bahannya agak sulit dijumpai.

Kali ini, saya akan share beberapa menu yang bisa dicoba untuk menaikkan berat badan bayi,

1. Pure alpukat

Ini resep simpel banget. Hanya saja, memilih alpukat yang baik dan berkualitas itu susah juga, ya. Dulu, tiap beli alpukat banyak nggak benernya…hehe. Jadi, sebal dan malas membeli. Apalagi jika membeli dalam keadaan mentah. Bukannya matang setelah disimpan, malah jadi busuk.

Tapi, jika teman-teman mendapatkan alpukat yang baik, bisa banget dibuat MPASI si kecil, lho. Cukup campurkan daging alpukat dengan ASI atau susu formula. Kemudian segera sajikan untuk menus MPASI si kecil. Gampang banget, kan?

2. Bubur daging cincang

Zaman MPASI adalah zaman emak-emak jadi rajin bikin bubur, ya? Hehe. Salah satu bubur yang bisa kita berikan kepada si kecil adalah bubur daging cincang.

Bahan-bahannya sangat mudah, yakni beras, daging sapi cincang, wortel, dan seledri. Kita bisa memasaknya dengan slow cooker, ya. Sajikan hangat!

3. Bubur ikan

Selain bubur daging, bagi anak yang tidak ada alergi, bisa diberikan variasi protein seperti ikan. Bahan membuat bubur ikan sangat mudah, yakni beras, tahu, ikan, bayam dan sedikit tomat. Setelah dimasak, kita bisa menambahkan sedikit minyak zaitun juga, lho.

Gimana, masih galau mikirin berat badan si kecil? Setiap anak terlahir unik. Nggak usah panik jika anak kita nggak segemuk yang lain. Penting kita terus memantau dan memastikan bahwa ia baik-baik saja. Tetap berkonsultasi dengan dokter dan tentu saja, tetap bersyukur serta bahagia 🙂

Salam hangat,

Featured image: Photo by Jonathan Borba on Unsplash 

 

13 thoughts on “Pengalaman Menaikkan Berat Badan Bayi Plus Pilihan Menu MPASI Booster Super Yummy”

  1. Ah, iya banget aku pun merasakan hal yang sama. Sering dapat komen kurang enak soal kenaikan berat badan anak, dari dulu sampai sekarang juga gitu. Anakku sebenarnya enggak susah makan tapi dia bbnya segitu aja sih, kurus emang bawaan ayah dan Ibunya dulu. Dia tumbuhnya ke atas alias tinggi banget.

  2. di rumah sepupu saya kasih bayinya ini juga mba, alpukat, bubur daging sama ayam, mereka campur sama sayuran atau buah lainnya juga supaya makin lahap makannya, wah ternyata hampir sama ya. atau dia suka digiling tuh dagingnya baru deh dicampur saya makanan lainnya

  3. Pengalaman kak Muyass bagus ini dengan berbagi baik untuk yang memang sudah menikah dan memiliki anak, maupun yang sedang mencari artikel penting, karena asupan nutrisi untuk debay memang perlu diperhatikan

  4. Wah terima kasih sharing pengalamannya Mbak. Sangat membantu banget ini, emang bikin galau banget kalau dengar omongan orang2 terkait BB anak kita yang kurus, padahal meski kurus juga bukan berarti anak kurang gizi ya.

    Btw saya baru tahu nih salah satu cara naikin BB anak adalah dengan memberi lebih banyak protein ya. Noted nih.

  5. Terima kasih sharing pengalamannya Mbak. Sangat membantu banget ini, emang bikin galau banget kalau dengar omongan orang2 terkait BB anak kita yang kurus, padahal meski kurus juga bukan berarti anak kurang gizi ya.

  6. anak-anakku nih pada imut-imut.
    padahal sebelum MPASI itu badannya chubby, eehh giliran dah kenal makan malah nyusut.
    tapi pengalaman dengan Si Kakak sih lama kelamaan nanti akan naik juga kok BBnya, tapi nya karena banyak gerak, jadi energi dan yaaa BB segitu-gitu aja, gpp yang penting sehat 😀

  7. Makanya ada pepatah Mbak buah yg jatuh nggak jauh dari Pohonya hihihi.

    Bersukur aja mbak di berikan anak yg langsing, malah klo terlalu gemuk tar susah nuruninnya dan sepertinya itu sesuai pepatah di atas emak dan bapaknya mungil masak anaknya gemuk tar malah lain.

    Penting wis usaha hehe

  8. Betul banget Mbak, aku paling gak suka anak2ku dibanding2kan. Meski nyatanya, kebawa pikiran juga. Apa lagi pas mereka sakit. Mulai lah perasaan ngurus anak gak bener menghantui. Tapi tetap berusaha yang terbaik. Mendengarkan masukan dan nasihat orang dan mengabaikan kata2 yang menyakiti nan unfaedah. Yang penting kita sudah maksimal dalam memperhatikan tumbuh kembang mereka.

  9. Bubur bubur yang disebut mba Muyass itu sulu bubir favorit anakku 18 tahun yang lalu. Dan anak saya memamh tergolong kecil juga karena memang full ASI n turunannya seperti ayahe haaa Tapi ya Alhamdulillah th 2020 inj jadi Putri Favorit SMA 1 Negri Malang #promosi 😁

  10. Waktu anakku usia satu tahun itu aku uring-uringan karena berat badan anakku naiknya lambat, tetapi kata dokter si anak normal bahkan gizinya sudah seimbang. Tapi tetap saja yang namanya Ibu selalu khawatir, sampai coba beberapa vitamin gak ngaruh. Ditambah GTM yang bikin stres.

  11. Aku merasa lemak yang paling cepet naikin BB. Pernah aku banyakin komposisi lemaknya. Jadi ya gitu, Ghazy lebih gemol. Naik BB pasca Mpasi juga bnyak. Sekarang susah syekali. Anaknya aktif banget sih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *