corona virus

Pasien Positif Covid-19 Mencapai angka 30-an! Tetap Waspada Tapi Jangan Panik Berlebih

Sejak akhir Februari kemarin mulai beredar berita yang menegaskan bahwa ada gelombang kedua dari virus corona yang semakin meluas. Salah satu negara yang terinfeksi adalah Indonesia.

Virus yang mulai eksistensinya sekitar bulan Januari telah menggegerkan hampir seluruh dunia, kini sudah dimulai gelombang kedua. Bisa dikatakan bulan Februari kemarin adalah masa-masa kritis antara penyembuhan dan pencegahan yang dilakukan hampir seluruh dunia untuk membatasi semakin banyaknya jumlah korban yang terinfeksi. Namun siapa sangka, akhir Februari muncul kembali berita yang menegaskan bahwa ada gelombang kedua dari virus corona ini.

Kabar terkini dari pasien yang positif virus corona semakin bertambah. Per 11 Maret ini telah dikabarkan bahwa Indonesia yang positif virus corona sebanyak 34 pasien. Total yang diperiksa sejumlah 793 orang. Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah. Namun tetap bersikap sewajarnya saja Dears, agar tidak mempengaruhi kondisi tubuh akibat terlalu panik yang berlebih. Jika ditilik lebih lanjut, ternyata ada something yang melatarbelakangi munculnya gelombang kedua dari virus ini.

1. Pemicu kemunculan gelombang kedua

Image by Pinterest

Kemunculan gelombang kedua dari virus yang dianggap mengerikan ini tentu saja ada penyebabnya. Tak hanya langsung muncul di beberapa negara secara massive, tetapi ada faktor X yang menjadikan virus ini cepat menyebar. Orang yang sebenarnya telah terjangkit namun tidak menimbulkan gejala layaknya orang yang telah terjangkit yang bisa diketahui gejalanya justru sangat berbahaya.

Merasa sehat dan tidak memiliki gejala yang menjurus pada Covid-19, justru nyatanya telah terjangkit dan membuat penularan semakin cepat. Karena tidak melindungi diri sebagaimana yang seharusnya dilakukan saat terjangkit virus ini. Pun orang lain masih merasa tenang karena menganggap orang disekitarnya sehat tanpa menunjukkan gejala Covid-19.

2. Masyarakat Indonesia terlalu panik

Image by Pinterest

Ketika presiden jokowi membuat pernyataan bahwa Indonesia telah positif ada dua WNI yang terjangkit virus corona, mendadak masyarakat yang berada di sekitar orang yang terjangkit tersebut terlalu panik sendiri. Bahkan kepanikannya hingga memborong semua makanan di supermarket atau minimarket untuk bahan persediaan. Tak hanya itu saja, masker dan hand sanitizer  pun tak luput dari orang-orang yang terlalu panik ini hingga membuat stok menipis dan menyebabkan harga melambung tinggi tak karuan. Tentu saja dampak yang ditimbulkan merugikan semua pihak, terutama bagi mereka yang sedang sakit untuk tetap melindungi diri sendiri.

3. Panik yang mengancam diri sendiri

Pict by. IDN Times

Kepanikan yang dialami akibat kemunculan virus corona di Indonesia justru sebaiknya tidak dilakukan. Menyikapinya dengan sewajarnya sepertinya sudah cukup. Was-was memang perlu, tapi jika berlebihan hingga memborong makanan rasanya tidak perlu dilakukan. Kepanikan yang dialami justru bisa membuat daya tahan tubuh menurun yang memudahkan tubuh mudah tertular penyakit.

4. Mengatasi panik yang kurang tepat

Image by Pinterest

Mengalami kepanikan di saat kondisi yang terbilang serius dan mengkhawatirkan memang sah-sah saja. Tetapi tidak seharusnya hingga melakukan tindakan yang kurang tepat dan memunculkan kejadian yang bakal memicu perhatian publik. Seperti menyetok persediaan hand sanitizer, masker hingga persediaan makanan seakan-akan kiamat sudah dekat yang butuh persiapan ekstra.

Bukankah sudah banyak yang memberikan informasi pencegahan cukup dengan rutin membiasakan cuci tangan dengan sabun sudah cukup. Justru hand sanitizer tidak benar-benar membunuh kuman pada tangan dan masker yang digunakan juga tidak terbilang efektif untuk mencegah tertular Covid-19 ini.

5. Merugikan saudara sendiri

Image by Harapan Rakyat Online

Nah dampak dari perilaku yang terkesan kurang efektif dalam menghadapi virus corona ini malah merugikan saudara kita se-tanah air sendiri. Akibat semua orang berlomba-lomba membeli masker untuk persediaan hingga dijual kembali memungkinkan harga yang semakin meroket. Padahal di sisi lain saudara kita ada yang benar-benar membutuhkan ketika sedang sakit menjadi kesulitan untuk membeli dengan harga yang diluar nalar tersebut. Ditambah lagi dengan memborong hampir semua persediaan makanan di supermarket. Kalau dipikir kembali rasanya sudah mau menghadapi perang atau bahkan kiamat yang takut keluar rumah dan akan berhibernasi selama bertahun-tahun.

Dears, mengalami rasa was-was dan khawatir itu tidak salah kok. Tapi cara menghadapi kekhawatiran itu yang harus diperhatikan kembali. Jangan sampai bertindak semaunya sendiri dan egois untuk kepentingan diri sendiri hingga menyulitkan orang lain di situasi yang mencekam dengan semakin bertambahnya jumlah kasus terjangkit virus corona.

 

Featured image: Photo on Sky News
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *