Para Difabel Bukan Anak Tiri, Buat Mereka Nyaman Di Negeri Sendiri. Yuk, Sontek 3 Negara Ramah Disabilitas Ini!

Seseorang yang mempunyai kekurangan fisik, umumnya akan merasa kurang percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas. Ejekan hingga cuitan negatif dari lingkungan sekitar kerap membuat mereka tidak nyaman. Ditambah fasilitas umum yang tak ramah bagi para penyandang disabilitas, menjadikan posisi mereka bak anak tiri di negeri sendiri, ya, Dears.

Kaum disabilitas bukan orang yang tidak bisa melakukan berbagai hal atau hanya mengandalkan orang lain dalam beraktivitas. Nyatanya banyak kaum difabel yang mampu mencetak segudang prestasi meski mempunyai kekurangan. Sebut saja Nick Vujicic, seorang motivator dari Australia pengidap sindrom tetra-amelia; Stephen Hawking, ilmuwan disabilitas lulusan Oxford University; Viktoria Modesta, penyanyi dan model dari Latvia yang tetap berprestasi meski salah satu kakinya harus diamputasi; sosok Angkie Yudistia, penulis buku dengan keterbatasan pendengaran yang juga merupakan CEO Thisable Enterprise; hingga Rahmat Hidayat, seorang desainer difabel asal Jombang yang beberapa waktu lalu sempat viral karena dikunjungi oleh Anne Avantie. Tentunya kaum difabel membutuhkan sarana yang memadai dan mudah dipergunakan atau ramah disabilitas, ya. Kita intip, yuk, penataan beberapa negara yang disebut-sebut ramah difabel!

1. Australia

Pernah liburan ke Australia? Ini adalah salah satu negara ramah disabilitas, Dears. Saat traveling ke Melbourne, para difabel akan dibekali dengan e-book gratis “Accessible Melbourne” sebagai panduan bagi para traveler yang hendak menjelajahi kota, mencari restoran ramah kursi roda, hingga mengunjungi beragam taman yang tentunya sangat nyaman bagi penyandang disabilitas.

Tidak mau kalah dengan Melbourne, Sydney juga termasuk salah satu kota di Negeri Kanguru yang peduli banget dengan kaum difabel, lo. Pada tahun 2016, wali kota Sydney kala itu menyatakan bahwa Sydney mempunyai jaringan tactile terluas di dunia. Kota cantik ini pun dilengkapi dengan lebih dari 2100 tanda braille, panel alumunium yang menunjukkan nama jalan serta nomor bangunan dalam huruf braille dengan cetakan besar dan lebar, sampai tanda huruf berukuran lebih besar yang dipasang pada lokasi penyeberangan untuk pejalanan kaki.

2. Jepang

Negeri Matahari Terbit ini selain kaya destinasi wisata yang menawan serta menawarkan aneka kuliner unik, juga sangat ramah bagi kaum disabilitas. Hal tersebut tercermin dari fasilitas umumnya. Sebut saja toilet disabilitas yang dilengkapi tombol serta sliding door, tersebarnya jalur kuning untuk membantu para tunanetra, lift, tangga, serta sarana transportasi ramah bagi penyandang disabilitas. Orang-orang jepang pun terkenal sangat peduli dan tak segan membantu para difabel, lo. Top banget, deh!

3. Singapura

Meski belum seratus persen ramah untuk kaum disabilitas, Negeri Singa juga mulai berbenah dan membuat beragam fasilitas yang dapat menunjang aktivitas para difabel. Jadi mereka yang mempunyai kekurangan fisik, nantinya tidak perlu lagi ditemani jika hendak berkunjung atau traveling ke Singapura. Sebagian besar bangunan di negara ini sudah bebas dari tangga terjal. Ditambah akses bus serta MRT yang ramah untuk kaum disabilitas, bikin nyaman saat liburan, ya.

Kaum disabilitas bukan pribadi yang tak bisa mandiri. Mereka memiliki hak yang sama dengan orang-orang biasa. Jadi sudah sepantasnya kita berbenah dan menjadikan Indonesia salah satu negara ramah disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *