Obat Ini Kerap Disalahgunakan Tanpa Memperhatikan Efek Sampingnya

Hai Dears, obat merupakan salah satu bagian terpenting yang dibutuhkan ketika tubuh sedang tidak dalam kondisi fit. Meski dibutuhkan, penggunaan obat harus diperhatikan pengaruhnya, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Obat adalah suatu zat yang ditujukan untuk mencegah, mengurangi dan memperbaiki penyakit atau gejala dari suatu penyakit. Obat sendiri diproduksi dari bahan sintetis atau kimiawi dan dari tanaman. Meski obat tersebut diproduksi dari tanaman, namun karena menggunakan zat tambahan lain maka tetap harus diwaspadai karena respon tubuh terhadap suatu zat berbeda-beda.

Umumnya orang mendapatkan obat-obatan dengan memeriksakan ke dokter atau dengan membeli sendiri obat di apotek saat sedang sakit. Akan tetapi, untuk pembelian obat di apotek, harus diperhatikan jika kamu membelinya tanpa menggunakan resep dokter. Hal ini karena ada sebagian besar apotek yang kurang memberikan pelayanan kefarmasian terkait informasi obat yang dibeli pasien, sehingga jika terjadi efek samping atau adverse effect akan menjadi tanggung jawab pasien sendiri.

Berikut ini adalah beberapa obat yang sering disalahgunakan di masyarakat tanpa memperhatikan efek sampingnya.

sumber: obatkesehatanbadan.blogspot.com

Golongan Obat Antibiotik

Jenis golongan obat yang satu ini selalu digunakan masyarakat tanpa menggunakan resep dokter. Padahal dalam aturannya, untuk mendapatkan obat ini harus dengan resep dokter karena termasuk dalam obat keras dan hanya ditujukan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun yang terjadi di masyarakat, selalu menggunakan antibiotik terutama golongan penisilin sebagai pengobatan pertama ketika sakit flu dan batuk. Padahal sakit semacam itu disebabkan oleh virus bukan bakteri, sehingga jika kebiasaan tersebut dilakukan terus menerus akibatnya menjadi resisten dan penyakit tertentu tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik lini pertama.

Selain itu, penggunaan antibiotik dalam jangka waktu lama pada sebagian orang dapat menyebabkan hepatotoksik dan nefrotoksik atau terjadi kerusakan hati dan ginjal. Jika keadaan tersebut tidak disadari dari awal, maka ke depannya juga akan menyulitkan pasien ketika terserang penyakit yang pengobatannya harus menggunakan antibiotik.

 

Golongan Obat Kortikosteroid

Obat golongan kortikosteroid ini banyak ditemukan di pasaran. Meski sama halnya dengan obat antibiotik yang termasuk dalam golongan obat keras, namun kebanyakan mudah didapat tanpa resep dokter. Contoh obatnya, yaitu Dexamethason, Prednison, Metilprednisolon, Betamethason dan Hidrokortison. Obat ini ditujukan untuk penyakit alergi seperti asma, peradangan, gatal-gatal, hingga penyakit autoimun, sehingga tak jarang orang menyebutnya sebagai “obat dewa”

Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping dan tak jarang efek samping tersebut digunakan sebagai tujuan utama pemakaian kortikosteroid ini. Sebut saja Dexamethason yang sering disalahgunakan sebagai penambah nafsu makan dan memperkuat stamina bagi sebagian orang. Efek samping lainnya selain peningkatan nafsu makan, yaitu terjadi osteoporosis, hipertensi, tukak lambung dan lainnya. Untuk itu disarankan tidak menggunakan obat golongan kortikosteroid ini tanpa resep dokter.

 

Golongan Obat Antialergi

Obat antialergi yang paling umum dikenal masyarakat adalah CTM atau kepanjangan dari Chlorpeniramine Maleat. Obat ini memiliki kegunaan yang ditujukan untuk mengurangi alergi dan dapat juga untuk mengatasi masalah pencernaan seperti pilek dan rhinitis. Namun ada juga yang menggunakan obat ini sebagai obat tidur, padahal hal itu termasuk penyalahgunaan obat karena menggunakan efek samping CTM sebagai tujuan utama pengobatan.

Efek samping ketika menggunakan CTM ini secara terus menerus atau dalam dosis tinggi selain menyebabkan orang mudah mengantuk juga mengalami mulut kering, sembelit, tremor hingga dapat mengakibatkan penglihatan kabur pada sebagian orang.

Nah, itu dia, Dears, beberapa obat yang sering disalahgunakan dan harus diperhatikan penggunaannya. Masih banyak obat lain yang apabila digunakan terus menerus tanpa resep dokter atau digunakan tidak sesuai indikasinya akan menimbulkan efek yang membahayakan bagi tubuh. Untuk itu, bijaklah dalam menggunakan obat untuk mencegah terjadinya efek samping bagi tubuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *