Nike, Si Kecil yang Unik dari Gorontalo

Dears, semua pasti tahu Nike yang terkenal itu, kan? Pesaing beratnya Adidas, Reebok, Puma, dan sebagainya. Kualitas brand asing itu sudah terkenal di mana-mana. Bahkan, selalu menjadi sponsor acara-acara olahraga  besar dunia. Nah, ternyata Nike juga terdapat di Gorontalo. Harganya jauh lebih murah dan bisa dimakan pula. Penasaran? Simak infonya, yuk!

Nike adalah nama sejenis ikan endemik daerah Gorontalo. Dalam bahasa daerah dikenal juga dengan nama duwo. Tubuhnya transparan dan ukurannya sangat kecil, kurang lebih 1 cm. Sekilas mirip dengan ikan teri dengan motif garis-garis. Ikan ini hidup bergerombol dalam satu kelompok besar. Menjelang munculnya bulan baru di langit, mereka masuk ke muara sungai untuk bertelur. Di sinilah para nelayan menangkapnya.

Foto: IG @gudangikanroa

 

Kemunculannya yang hanya sekali dalam sebulan membuat ikan jenis ini selalu ditunggu. Di hari pertama, harganya bisa mencapai Rp25.000,- per kaleng susu kecil, yang isinya sekitar 10-15 ons. Lalu, hari berikutnya turun menjadi Rp15.000,- hingga Rp10.000,- per kaleng, karena sudah banyak penjualnya. Konon katanya, rasa Nike yang muncul di hari pertama berbeda dengan yang ditangkap beberapa hari setelahnya.

Salah satu olahannya yang populer adalah perkedel. Bisa dicampur dengan sagu atau terigu. Enaknya bikin ketagihan. Apalagi jika disantap ketika masih hangat. Nike juga bisa ditumis, dimasak woku, pepes, sambal goreng, dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan, sebuah restoran pizza lokal di Gorontalo, membuat menu khusus topping Nike. Lezatnya keju mozarela berpadu dengan paprika dan Nike pedas sangat menggoyang lidah. Ada keunikan tersendiri yang membuat rasanya berbeda dengan ikan teri.

Foto: FB Delizza Pizza Gorontalo

 

Berbanding terbalik dengan ukuran tubuhnya, ikan kecil ini justru memiliki kandungan gizi yang tinggi. Hal ini telah dibuktikan dengan beberapa penelitian oleh pakar. Asam lemak yang dikandungnya setara dengan ikan salmon. Selain itu, ada juga kandungan kalsium, fosfor, zat besi dan zat lainnya yang bagus untuk pertumbuhan janin.

Foto: IG @oktavianitahelingo

 

Selain di perairan Gorontalo, Nike juga bisa ditemukan di perairan Sulawesi Barat, Minahasa dan Danau  Tondano (Sulawesi Utara). Oleh penduduk suku Mandar (Sulawesi Barat), ikan ini dinamakan penja atau duo. Olahannya menjadi kuliner andalan dari daerah-daerah tersebut. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian khusus tentang asal-usul ikan dari jenis Awaous ini. Sehingga tidak diketahui pasti hingga sebesar apa pertumbuhannya. Kabarnya, Jepang pun memiliki jenis ikan yang sama persis dengan itu. Penasaran dengan asal usul yang belum terungkap atau dengan olahannya yang lezat? Ikan ini tidak akan kita dapatkan di tempat lain. Jadi, jika sempat mampir ke daerah penghasilnya, jangan sampai lupa untuk mencicipi kulinernya, ya, Dears.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *