Napak Tilas 10 November dengan Menelusuri Kota Pahlawan, Dijamin Seru dan Ngehits

Bangsa Indonesia akan memperingati hari pahlawan pada tanggal 10 November nanti. Di momen ini, kita semua pastinya akan mengenang jasa-jasa para pejuang yang telah gugur demi mempertahankan tanah air. Meskipun sudah lewat puluhan tahun, momen tersebut masih bisa kita rasakan hingga sekarang dari beberapa peninggalan sejarah yang masih ada.

Surabaya yang diberi julukan sebagai kota pahlawan memang menjadi saksi sejarah perjuangan para pahlawan saat memerangi penjajah. Di Surabaya jugalah banyak dibangun beberapa monument dan bangunan untuk tetap mengenang jasa para pejuang tersebut. Hingga saat ini tempat-tempat bersejarah di Surabaya masih terjaga dan bisa dinikmati generasi sekarang.

Tempat-tempat di Surabaya ini bisa kamu kunjungi dalam rangka ‘napak tilas’ perjuangan para pahlawan. Yang pasti petualangan kamu bakal seru dan tetap kekinian lho, Dears.

foto: travel.tribunnews

Jembatan Merah

Jembatan yang menjadi salah satu judul lagu ciptaan Gesang ini, semasa zaman VOC dahulu dijadikan sarana perhubungan paling vital melewati Kalimas menuju Gedung Karesidenan Surabaya, yang sudah tidak berbekas lagi. Jembatan Merah juga menjadi saksi pertempuran antara pemuda Surabaya dengan pasukan Brigjen Mallaby yang berakhir dengan kematian Brigjen Mallaby. Perubahan fisiknya terjadi sekitar tahun 1890-an, ketika pagar pembatasnya dengan sungai diubah dari kayu menjadi besi.

Jembatan Merah sampai sekarang masih difungsikan sebagaimana mestinya. Warna merahnya yang mencolok sangat kontras dengan keramaian kota di sekitarnya. Inilah yang menjadikan Jembatan Merah menjadi sangat ikonik.

 

foto: wikipedia.org

Tugu Pahlawan

Bangunan tugu setinggi 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik ini merupakan salah satu ikon kota Surabaya yang identik dengan sebutan kota pahlawan. Tugu ini dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, di mana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia dan banyak pahlawan yang gugur dalam peristiwa tersebut.

Berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektare, di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dan di dekat Kantor Gubernur Jawa Timur, Tugu Pahlawan bisa menjadi spot foto yang keren. Dengan pemadangan hamparan rumput yang luas, kamu bisa leluasa mengambil gambar dari arah mana saja untuk menghasilkan foto terbaik.

 

foto: eastjavatraveler.com

Jalan Gula

Tempat ini bukanlah tempat wisata yang bisa dikatakan mewah dan indah. Jalan Gula justru berupa gang sempit sepanjang kira-kira 50 meter. Di jalan ini dulunya banyak dibangun pabrik tembakau milik Belanda. Seiring berjalannya waktu dan Belanda sudah tidak lagi mendiami tempat ini, maka bangunan pabrik itupun menjadi terbengkalai dan sekarang menjelma sebagai gedung-gedung tua yang memiliki kesan vintage.

Kesan kuno dan tua inilah yang menjadikan banyak anak muda justru penasaran. Mereka berdatangan untuk sekedar mengabadikan momen dalam jepretan kamera. Tak jarang, kawasan ini juga menjadi tempat untuk sesi foto pra-nikah. Karena latar belakang bangunan tua inilah yang menjadikan foto tampak beda dan ngehits.

 

foto: idntimes.com

Hotel Majapahit

Dulunya hotel ini dinamai Hotel Yamato. Hotel Majapahit ini dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia. Hotel inilah saksi peristiwa perobekan bendera Belanda hingga hanya menyisakan warna merah dan putih saja yang akhirnya disahkan sebagai bendera Indonesia. Peristiwa yang terjadi pada 19 September 1945 ini mengakibatkan terbunuhnya Mr. Ploegman.

Hotel saksi perjuangan ini kini tampil sebagai bangunan megah bintang lima dengan total 143 kamar di lantai satu dan dua. Dibangun dengan desain bergaya Art Nouveau oleh Alfred Bidwell, hotel ini menjadi spot foto instagrammable dengan latar bangunan khas zaman kolonial. Dijamin hasil fotomu akan sangat kekinian.

Menapaki jejak-jejak saksi sejarah di Surabaya tidak hanya sekedar mengingat kembali perjuangan para pahlawan Indonesia. Kita juga akan semakin menyadari untuk terus menjaga peninggalan tersebut agar sejarahnya tetap dikenang. Di samping itu, bagi kamu yang gemar berfoto, latar tempat-tempat kuno tersebut juga akan membuatmu puas dengan hasil jepretanmu, Dears.

foto sampul: krjogja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *