Menyikapi Produk yang Ditarik oleh BPOM di Akhir Tahun 2019 Ini

Kita ketahui bahwa banyak sekali produk-produk yang beredar di Indonesia telah ditarik oleh BPOM. Mulai dari produk obat-obatan, makanan, hingga kosmetik pun semua tak luput dari pengawasan BPOM yang dinilai telah membahayakan jika dikonsumsi seseorang dalam jangka waktu yang lama.

BPOM sebagai badan pemerintah yang memegang regulasi mengenai obat-obatan termasuk kosmetik dan makanan bertanggung jawab penuh dengan semua produk yang beredar di Indonesia. Sebelum tiap produk siap edar, harus melewati pengujian dan pengawasan oleh BPOM. Nah meski sudah melewati masa pengujian dan pengawasan, tetap saja ada produk yang ditarik selama masa edarnya. Menanggapi kasus tersebut, berikut yang harus diketahui para konsumen mengenai alasan produk yang ditarik oleh BPOM

1. Efek Samping Muncul Setelah Penggunaan Lama

Produk yang ditarik oleh BPOM biasanya diakibatkan adanya efek samping yang ditimbulkan sehingga dapat membahayakan si pengguna. Sehingga diperlukan pengujian lagi untuk memastikan adanya efek samping tersebut. Efek samping itupun tidak semuanya bisa langsung timbul di setiap orang. Biasanya timbul akibat penggunaan jangka waktu yang lama, sehingga kadar suatu bahan tertentu yang mengakibatkan efek samping tersebut menumpuk di dalam tubuh hingga menimbulkan efek samping yang cukup serius.

2. Efek Samping Timbul Akibat Penyimpanan

Setiap produk yang beredar juga dapat berubah efek terapinya menjadi efek yang merugikan jika digunakan karena pengaruh penyimpanan. Penyimpanan yang sesuai dengan ketentuan standar tiap produk berperan penting dalam menjaga produk tetap memenuhi keamanan, khasiat dan mutu.

3. Kualitas Bahan yang Digunakan

Alasan penarikan produk yang lain yaitu adanya perubahan kualitas bahan baku yang digunakan suatu produk. Bisa jadi saat pengujian menggunakan produk yang sudah memenuhi kualitas karena pada saat dilakukannya pengujian harga bahan baku masih tergolong lebih terjangkau. Akan tetapi di masa sekarang yang dilakukan penarikan terhadap produk bisa saja kualitas bahan baku yang digunakan sudah berkurang. Sehingga memungkinkan terjadinya efek samping membahayakan bagi konsumen dan dilakukan penarikan.

Akan tetapi, hal seperti itu jarang terjadi. Karena tiap bets produk selalu dilakukan validasi untuk menjaga keamanan, khasiat dan mutu dari suatu produk baik obat, kosmetik maupun makanan. Kemungkinan terbesarnya jika memang terdapat produk yang ditarik dikarenakan adanya kecacatan selama proses sebelum sampai ke tangan konsumen.

4. Perkembangan IPTEK Semakin Maju

Perkembangan IPTEK juga memiliki peran dalam penarikan suatu produk di Indonesia. Kemajuan pengetahuan dan teknologi memungkinkan sekelompok orang melakukan penelitian lebih lanjut terhadap produk yang dalam penggunaan lama akan timbul efek samping. Seperti obat yang baru saja ditarik dari pasaran bulan Oktober 2019 kemarin yaitu obat Ranitidin. Obat tersebut memang mengandung cemaran NDMA yang terbentuk secara alami. Akan tetapi jika kadarnya melebihi ambang batas yang ditetapkan dapat menyebabkan karsinogenik.

Seperti yang kita ketahui, Ranitidin merupakan salah satu obat untuk gangguan lambung. Yang hampir semua orang mengonsumsinya bahkan menjadi obat penting bagi sebagian orang karena memiliki masalah gangguan lambung akut. Dari situlah memungkinkan penelitian untuk mengetahui dampak penggunaan Ranitidin yang ternyata dapat membahayakan penggunanya.

5. Regulasi Baru dari BPOM

Regulasi atau peraturan yang dibuat dipastikan selalu berubah. Perubahannya pun bukan tanpa alasan, adanya perubahan dikarenakan berubahnya situasi dan kondisi yang menjadikan regulasi lama tidak bisa diterapkan di era sekarang. Begitupun untuk produk yang dulunya telah memenuhi dan lolos berbagai pengujian juga tidak bisa selalu digunakan selamanya. Karena jika regulasi tersebut tidak diperbarui yang akan terkena dampaknya juga konsumen sendiri. Sehingga regulasi yang sudah ada diperbarui dan mengakibatkan beberapa produk ditarik dari peredaran.

Nah itulah beberapa alasan yang melatarbelakangi penarikan suatu produk di pasaran. Penarikan tersebut bukan tanpa alasan. Justru dari penarikan tersebut menjaga konsumen agar tetap aman dalam menggunakan produk yang beredar di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *