Menunda Masuk Sekolah Saat Pandemi, Belajar Bisa Dilakukan di Mana Saja

Dears, kamu pasti sudah mendengar wacana sekolah dimulai pertengahan Juli mendatang. Meskipun masih ada waktu yang lumayan panjang menuju bulan Juli, dan semua orang berharap ada keajaiban soal pandemi, tapi bagi seorang ibu, wacana dimulainya sekolah terutama untuk anak-anak di bawah 10 tahun terasa terlalu terburu-buru.

Terlebih angka penularan covid-19 terhadap anak-anak di Indonesia termasuk tinggi, lho. Rasanya tidak bijak membuka sekolah dan membiarkan anak-anak belajar lagi saat pandemi seperti sekarang. Sebab semua paham dan mengerti, covid-19 bukan main-main bahaya dan risikonya. Terutama bagi anak-anak yang ‘katanya’ tidak bisa tertular. Faktanya tidak demikian.

Banyak pertimbangan kenapa anak-anak sebaiknya tetap belajar di rumah saat pandemi seperti sekarang,

Anak-Anak Belum Sepenuhnya Memahami Aturan Menjaga Kebersihan

Saat anak-anak libur sekolah, terasa sekali perbedaan antara saat mereka masuk sekolah seperti biasa. Beberapa bulan saat pandemi seperti sekarang, anak-anak jarang sekali kena batuk pilek yang biasanya terjadi karena penularan di sekolah. Saya perhatikan, kebanyakan anak-anak belum sepenuhnya mengerti bagaimana menjaga kebersihan terutama saat sedang sakit.

Saat batuk dan pilek, jarang sekali ada anak-anak mau memakai masker. Kebanyakan malah bersin dan batuk sembarangan, sehingga wajar rasanya jika satu kelas selalu bergiliran terkena common cold. Dan rasanya tidak bijak membuka sekolah di saat pandemi mengingat kebiasaan menjaga kebersihan masih sangat minim, baik di sekolah, juga di rumah.

Usia Anak-Anak Begitu Rentan Tertular Penyakit

Anak-anak lebih rentan tertular karena imunitas yang belum sebaik orang dewasa. Menjadi sangat mengkhawatirkan saat mereka harus masuk sekolah dan berbaur kembali dengan teman-temannya.

Masalah lain pun timbul karena bukan hanya mereka saja yang belum sepenuhnya paham cara menjaga kebersihan serta jarak saat pandemi, orang-orang di lingkungan kita pun kebanyakan masih abai.

Bayangkan saja, saat pandemi seperti ini, masih saja ada orang yang enggan pakai masker saat keluar rumah. Benar-benar sulit dipercaya.

Keselamatan Menjadi Nomor Satu

Belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Meskipun akhirnya orang tua harus ekstra membantu ketika anak-anak harus sekolah di rumah. Agak merepotkan memang, tapi keselamatan mereka menjadi nomor satu. Sekolah bisa dimulai nanti-nanti asal mereka sehat dan selamat. Tapi, jika sebaliknya yang terjadi, apa yang bisa diperjuangkan?

Saat memilih harus belajar di rumah, orang tua harus siap dengan semua risikonya, termasuk akan banyak pekerjaan yang terbengkalai, tak mengapa, asalkan anak-anak tetap aman belajar di rumah. Butuh sabar memang, tapi ini demi kebaikan bersama.

Sekolah Masuk Saat Angka Penularan Masih Tinggi, Serius?

Tahukah kamu? Di luar sana, sekolah muai dibuka saat angka penularan dan jumlah kasus positif sudah tidak ditemukan lagi. Serius di Indonesia yang jumlah angka penularan dan kasus pasien positif masih tinggi tiba-tiba harus mulai masuk sekolah lagi? Apakah kita sudah siap dengan risiko yang akan terjadi setelahnya?

Meski masih sebuah rencana dan wacana, tapi hampir semua orang tua khawatir akan kabar ini. Tak terkecuali saya. Memilih tetap belajar di rumah merupakan keputusan yang akan diambil oleh hampir semua orang tua demi kebaikan anak-anak.

Belajar bisa dilakukan di mana saja, tidak harus di bangku sekolah. Jika risiko penularan lebih tinggi, lantas apa yang akan diperjuangkan ketika sekolah masuk? Bukankah lebih baik mengorbankan dulu waktu belajar di sekolah yang mungkin lebih maksimal dan menukarnya dengan tetap belajar di rumah?

 

Featured image: Photo on Pexels.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *