Menjadi Full Mom Pasca Resign? Perhatikan 5 Hal Ini, Dears!

Dears, menjadi seorang ibu, baik sebagai ibu bekerja ataupun full mom alias ibu rumah tangga penuh, tentu memiliki konsekuensi tersendiri sesuai dengan pilihan yang diambil. Nah, jika sekarang kamu sedang dalam posisi memutuskan menjadi ibu ranah domestik, sebaiknya beberapa hal harus menjadi bahan pertimbangan, untuk meminimalisir terjadinya post power syndrome pasca resign dari kantor. Apa sajakah itu? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Komunikasikan dengan Pasangan

Setelah berkeluarga, tidak ada lagi kata aku dan kamu. Yang ada adalah kita. Oleh karenanya, keputusan sekecil apapun harusnya dibicarakan dengan pasangan agar semua konsekuensinya bisa ditanggung bersama.

Utarakan pada pasangan alasan mengapa kamu ingin resign dari pekerjaan kantor, yang tentunya akan berakibat pada kurangnya pendapatan keluarga. Mintalah dukungan penuh dari pasangan atas semua yang akan terjadi setelah kamu berhenti bekerja nanti.

Punya Kesibukan di Luar Aktivitas Harian

Sebelum memutuskan resign, kamu bisa merintis bisnis terlebih dahulu, sehingga saat telah resmi tidak bekerja di kantor lagi, kamu tinggal meneruskan usaha yang sudah dirintis dan tidak banyak waktu terbuang dengan kesibukan barumu.

Kalaulah bisnis bukan passionmu, carilah kegemaran yang kamu sukai, lalu tekuni lebih dalam lagi setelah kamu memiliki waktu luang. Usahakan kamu tetap produktif meski di rumah.

Bergabung dengan Komunitas Positif

Ini penting, Dears, karena beberapa hal akan membuat kamu terkejut setelah berhenti bekerja. Mulai dari perubahan kebiasaan sampai perubahan pendapatan. Dan hal ini untuk sebagian orang tidaklah mudah. Agar perasaan seperti ini tidak berkepanjangan, maka carilah komunitas positif di sekitarmu. Kamu bisa menemukan banyak teman baru dan beragam kegiatan positif yang akan menghiburmu.

Buat Manajemen Planning Jangka Pendek dan Panjang

Target jangka pendek dan panjang ini merupakan pedoman yang bisa kamu gunakan saat beraktivitas. Dengan pengaturan jadwal ini kamu akan terhindar dari rutinitas harian tanpa ada target khusus, yang membuat kegiatan setiap harinya nyaris membosankan.

Buatlah impian berupa daftar keinginan yang ingin kamu capai setelah resign. Tuliskan secara spesifik dan terukur, lalu tetapkan jangka waktu yang akan kamu capai untuk memperolehnya. Dengan begini maka alam bawah sadarmu akan merekam dan otomatis bergerak lebih cepat dari biasanya untuk mencapai target tersebut.

Target jangka pendek untuk perolehan dengan skala kecil, dan jangka panjang untuk keinginan atau impianmu dalam skala besar. Selain itu, buatlah jadwal harian dari mulai bangun pagi hingga saat tidur lagi, agar segalanya terencana dengan baik.

Persiapkan Peran Multitasking

Ibarat pepatah “Sedia payung sebelum hujan…”, persiapkan dirimu untuk mulai berperan sebagai ibu yang multitasking dan siap mengatur segalanya. Hal ini juga berkaitan dengan keputusan apakah kamu masih tetap memakai jasa asisten rumah tangga atau tidak, semua harus dipertimbangkan dengan baik dan seksama.

Jika kamu sudah siap menghadapi semuanya, maka siapkan mental dan fisik untuk menjalankannya.  Termasuk ketika memutuskan masih memakai jasa asisten, jangan lupa untuk memikirkan dari sisi keuangannya.

Well, Dears, itulah 5 hal yang harus dipertimbangkan ketika kamu memutuskan menjadi full mom. Semoga keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *