Mengasah Otak Anak, 5 Permainan Ini Seru untuk Dimainkan

Dears, bermain adalah salah satu cara bagi anak-anak untuk belajar. Tak melulu harus di depan buku, ya untuk menjadi cerdas. Melalui aneka permainan, bisa dipetik beragam manfaat. Bermain memiliki fungsi meningkatkan kemampuan motorik, kognitif, dan bahasa buah hati kita.

Banyak ragam permainan tradisional maupun modern yang bisa dijadikan sarana penunjang tumbuh kembang anak. Beberapa permainan tersebut, bahkan bisa mengoptimalkan daya kerja otak. Jadi, disamping bermain, anak-anak juga terasah kemampuan otaknya.

Apa saja jenis permainan yang bisa menstimulasi otak? Simak penjelasannya, yuk.

Permainan Edukatif

Sesuai namanya, jenis permainan ini berisi muatan edukasi, contohnya adalah lazy. Mainan mirip lego ini berasal dari Jerman. Lazy adalah mainan yang bagus untuk mengembangkan otak kanan. Bagian ini memengaruhi kreativitas dan kecerdasan memecahkan masalah.

Stimulasi tepat pada otak kanan sejak anak berusia golden age, akan berpengaruh hingga usia 70 tahun. Selain itu, lazy juga bermanfaat mengasah motorik halus, kecerdasan kognitif, dan daya konsentrasi serta fokus pada anak.

Permainan Halang Rintang

Biasanya jenis permainan ini kita temui saat out bond, Dears. Namun, bisa diciptakan secara sederhana di rumah. Atur perabot di ruang tamu atau ruang keluarga membentuk rintangan yang bisa dipanjat, diseberangi, dan anak bisa merangkak di bawahnya.

Permainan ini mengasah strategi dan cara berpikir cepat dalam melalui rintangan. Manfaat lainnya, anak bergerak aktif sehingga bagus untuk motoriknya.

Temukan Benda

Buatlah kartu sederhana bergambar sebuah benda. Berikan kartu pada anak, dan minta dia untuk menemukannya. Permainan sederhana ini akan lebih seru bila dalam mencari, si kecil diberi tenggat waktu. Sebutkan pula nama, bentuk, serta warna untuk pengenalan konsep bagi buah hati.

Permainan Petak Umpet

Permainan ini lebih menarik dilakukan di luar rumah bersama banyak teman. Selain membuat anak bahagia, permainan hide and seek juga mengasah kemampuan menganalisa dan mencari solusi atas sebuah masalah. Yang pasti, secara fisik anak bergerak aktif.

Role Play Game (Bermain Peran)

Bermain peran juga merupakan permainan pengasah otak. Ketika bermain peran, anak mempraktikkan cara berinteraksi sosial seperti yang sering dilihatnya di dunia nyata. Orang tua bisa memaksimalkan stimulasi kreativitas dan imajinasi anak melalui permainan ini.

Dunia anak identik dengan bermain karena hal ini menyenangkan. Bila hati senang, belajar apapun juga lebih mudah. Tanpa mereka sadari, banyak hal positif tertanam dalam memori otak sebagai bekal mereka tumbuh dewasa.

Mumpung musim liburan, yuk, Dears, luangkan waktu bermain kita bersama si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *