Mengajak Balita Salat Hari Raya, Kenapa Tidak, Dears? Perhatikan 10 Hal Ini, ya!

Mengajak balita kita belajar salat di musala atau masjid mungkin sudah biasa kita lakukan, Dears. Namun kapan saat yang tepat mengajak balita salat Hari Raya di tempat terbuka? Sebenarnya tidak ada batasan umur yang pas, karena melihat situasi, kondisi dan tingkat kemandirian balita kita. Saat balita sudah bisa duduk sendiri dan menikmati bermain sendirian, saat itu mungkin saat paling pas mengajak anak salat Hari Raya bersama-sama di tempat terbuka. Jika anak belum dapat ditinggal salat dengan bermain sendiri, sebaiknya ibu menunggu hingga anak cukup umur. Saat anak sudah cukup umur diajak salat Hari Raya bersama-sama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para ibu, di antaranya:

1. Ceritakan Apa yang Akan Kita Lakukan saat Salat Hari Raya

Salat di tempat terbuka mungkin terasa asing bagi anak balita karena lokasinya yang jauh, sangat luas dan dikuti oleh orang-orang yang tidak dikenalnya. Ceritakan padanya bahwa kita akan salat di lapangan bersama dengan banyak orang yang berasal dari berbagai tempat. Pakailah bahasa yang mudah dipahami. Berikan pengertian kepadanya agar tidak berjalan-jalan atau rewel saat salat sedang berlangsung karena akan sangat berbahaya baginya ketika bersama orang asing.

Ada anak yang mungkin ketakutan ketika pertama kali berada di tengah saf salat Hari Raya karena berada dalam jamaah yang tidak dikenalnya. Jika anak rewel karena ketakutan, sebaiknya ibu tidak memaksakan diri untuk salat Hari Raya di tempat terbuka karena pada akhirnya akan mengganggu jamaah lainnya.

2. Tempatkan Anak di Sela-Sela Orang yang Dikenalnya

Ada baiknya ibu membuat janji dengan tetangga atau saudara saat salat Hari Raya, sehingga berada di tempat yang berdekatan. Anak akan lebih nyaman karena familiar dengan orang-orang tersebut. Saat membuat saf salat, tempatkan anak di antara ibu dan kakak, nenek, tante atau tetangga terdekat yang akrab dengan balita kita. Penempatan anak yang pas akan membuat kita lebih konsentrasi saat salat.

3. Berpakaian Rapi dan Menutup Aurat

Salat adalah ibadah terbaik kita kepada Allah, maka selayaknya anak juga memakai pakaian terbaiknya. Meskipun tidak baru, pakaian yang menutup aurat adalah yang terbaik. Di tempat terbuka kadang-kadang anak merasa bebas bereksplorasi sehingga ketika berjumpalitan atau tidur-tiduran harus dipastikan auratnya tetap tertutup.

4. Pastikan Anak Sudah BAB dan BAK sebelum Berangkat dan Pakaikan Diapers jika Perlu

Sebelum berangkat, pastikan anak sudah BAB dan BAK, karena tidak mudah mendapatkan toilet di tempat terbuka. Kalaupun ada, dapat dipastikan kita harus mengantri lebih lama. Lebih aman jika anak memakai diapers meskipun setelah sampai di rumah dilepas kembali. Diapers juga menjaga tempat salat tetap suci karena balita belum dapat mengontrol hajatnya dibanding anak yang lebih besar.

5. Memakai Mukena dan Alas Salat yang Disukainya

Bawalah mukena dan alas salat/sajadah yang disukai anak. Meskipun saat salat dilepas karena sesuatu hal, tidak masalah. Toh, anak sedang belajar salat. Tetapi saat memakai mukena anak akan mulai belajar mengondisikan dirinya untuk salat meski kadang hanya mengikuti 1 rakaat.

6. Membawa Mainan Kesukaan

Anak yang belum tertib mengikuti salat dari takbiratul ikhram hingga salam, memerlukan pengalihan perhatian sehingga tidak berjalan-jalan di antara saf yang ada. Karena itu, bawalah mainan kesukaannya. Pastikan mainan tersebut tidak berbahaya jika dimainkan tanpa pengawasan langsung atau mengeluarkan bunyi yang mengganggu jamaah lainnya. Kadang anak tertarik membeli balon yang dijual di pinggir lapangan, maka belikan saja. Tetapi pastikan balon tidak akan lepas ke udara sehingga membuat anak menangis di tengah salat Hari Raya. Ikat balon dengan kuat dan kaitkan pada benda yang cukup berat, misalnya, tas atau botol minum.

7. Biarkan Anak Menyusu sampai Kenyang jika Masih Minum ASI

Jika anak masih minum ASI, maka biarkan anak menyusu hingga kenyang. Saat ini banyak apron menyusui yang dijual dengan berbagai model hingga memudahkan para ibu untuk meng-ASI-hi balitanya meskipun berada di tempat terbuka. Jika balita sudah kenyang dan merasa nyaman dengan menyusu, bisa dipastkan ibu akan salat dengan tenang. Anak akan asyik bermain atau makan minum kudapan yang tersedia untuknya.

8. Sediakan Makanan Minuman yang Mudah Dikonsumsi

Saat salat di tempat terbuka, bawalah makanan dan minuman dari rumah. Sediakan makanan yang mudah dikonsumsi dan tidak berbahaya, atau membuatnya tersedak saat makan tanpa pengawasan langsung. Jika makanan masih dalam kemasan, bukalah kemasannya sehingga anak tidak merengek dibukakan kemasan saat kita salat. Sediakan minuman yang mudah dikonsumsi, dot susu yang siap minum atau botol sedotan yang mudah dibuka. Biarkan anak berekplorasi dengan makanannya meskipun nantinya akan berantakan, yang penting anak tenang saat kita salat.

9. Gendonglah Anak jika Minta Gendong

Sudah menjelaskan dan menyediakan segala kebutuhannya, namun anak minta gendong saat kita salat? Maka gendonglah anak kita sambil salat. Dudukkan anak saat rukuk dan sujud, angkat kembali saat kita berdiri dan biarkan dia duduk di pangkuan saat kita duduk tahiyat. Dengan begitu, kita tetap dapat menyelesaikan salat dan anak tidak rewel saat kita salat.

10. Jika Anak Tantrum

Jika anak tidak nyaman dan menunjukkan gejala tantrum, menangis tiada henti, berguling-guling atau mengamuk, saatnya ibu menghentikan salat. Allah lebih tahu apa yang terjadi. Dan ibu harus tahu bagaimana membuat balita kita nyaman. Bujuklah agar berhenti menangis sehingga tidak menggangu jamaah lain. Jika tidak berhenti menangis dan tantrumnya berlanjut, gendonglah anak keluar area salat. Kembali peluk dan bujuk balita kita, mungkin sudah saatnya balita kita memerlukan rasa nyaman dengan itu.

Mengajarkan salat memang harus dimulai dari usia dini, ya, Dears. Namun itulah rambu-rambu yang harus kita perhatikan agar salat Hari Raya lebih nyaman dan jamaah lain tidak terganggu dengan keberadaan balita kita dalam saf salatnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *