Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Akhir dari Segalanya, Ini 7 Kiat Menyikapinya!

Memiliki anak yang sehat dan cerdas tentunya menjadi dambaan setiap pasangan menikah. Untuk itu tidak jarang mereka mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari persiapan sebelum, selama, dan sesudah kelahiran, sampai mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk masa depan sang buah hati.

Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Bagaimana jika sang buah hati ternyata lahir dengan kekurangan dan keterbatasan dibanding anak normal lainnya?

Tentunya bunda pasti merasa sedih dan bingung, namun janganlah berlarut-larut karena waktu terus berjalan. Daripada menghabiskan waktu dengan tidak efektif, lebih baik kita menyikapinya dengan 7 kiat sederhana ini.

Menerima dengan lapang hati

anak berkebutuhan khusus
Foto: Pexels.com

Bunda harus melapangkan hati dengan menerima sepenuhnya bahwa ABK itu anak kita sendiri, titipan Tuhan, yang harus kita kasihi dan kita rawat sebaik mungkin.

Satu hal yang bunda harus percayai adalah Tuhan tidak pernah menciptakan ‘produk’ gagal. Semua ada dalam kuasa dan rencana-Nya. Dan alasan-Nya memilih ayah dan bunda adalah karena kalianlah orang tua hebat dan spesial di mata-Nya.

Berusaha mencari info sebanyak mungkin

anak berkebutuhan khusus
Foto: Pexels.com

Awalnya bunda pasti bingung harus berbuat apa. Namun tak perlu khawatir karena segala info yang bunda butuhkan sudah dapat terpenuhi dengan menjentikkan jari-jari pada gadget yang bunda miliki.

Bunda dapat mencari info apapun terkait dengan kebutuhan ABK bunda melalui internet.

Mencari komunitas yang tepat dan mendukung

anak berkebutuhan khusus
Foto: Pexels.com

Masuk dalam komunitas-komunitas positif juga dapat membantu bunda mendapatkan info-info penting berkaitan dengan kebutuhan ABK bunda.

Biasanya komunitas-komunitas tersebut suka mengadakan seminar, parents workshop, gathering, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Di sana juga biasanya suka ada testimoni dari ABK yang sudah berhasil, juga dari orang tuanya bagaimana sampai bisa melewati masa-masa sulit mereka.

Menemukan dan ikut bergabung dalam komunitas yang tepat, positif, dan mendukung, akan membuat bunda menjadi lebih kuat dan tegar dalam menjalani hidup bersama ABK.

Jangan membandingkan ABK kita dengan ABK lain

anak berkebutuhan khusus
Foto: Pexels.com

Sungguh tidak bijak apabila kita selalu membandingkan ABK kita dengan ABK lain yang sudah berhasil. Selain akan membuat bunda semakin stres karena merasa gagal, juga akan membuat hati anak kita terluka. Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mereka unik!

Daripada membandingi, lebih baik bunda mencari dan mengamati potensi apa yang bisa digali dari ABK kita, dan salurkan ke tempat yang tepat.

Jangan mengisolir ABK kita

anak berkebutuhan khusus
Foto: Pexels.com

Setiap orang butuh kehidupan sosial. Begitupun dengan ABK kita. Sebisa mungkin ajaklah ABK kita ke tempat-tempat umum yang menarik dan menyenangkan baginya, bisa di taman bermain, perpustakaan, pasar, tempat ibadah, dan lainnya.

Dampingi mereka, dan selalu berikan motivasi kepada mereka untuk bermain bersama anak-anak lainnya.

ABK yang sering dibawa ke tempat-tempat umum akan banyak belajar segala sesuatunya dan akan menumbuhkan rasa kepercayaan dirinya.

Jangan baperan

anak berkebutuhan khusus
Foto: Pexels.com

Tidak dapat dipungkiri di tempat-tempat umum, seperti sekolah, tempat bermain, dan sebagainya, masih banyak orang yang melihat ABK kita dengan pandangan aneh yang menyelidik.

Jangan baper ya bun, apalagi kalau anak kita sedang dipergunjingkan. Mereka berbuat seperti itu karena tidak mengerti keadaan anak kita yang sebenarnya.

Jika bunda mau, bunda bisa menceritakan keadaan anak kita dengan singkat kepada mereka, biasanya mereka akan lebih berempati karena sudah mengetahui keadaan yang sebenarnya. Kitapun jadi tambah teman baru, bukan?

Think and say positively

anak berkebutuhan khusus
Foto: orami.co.id

Selalu berpikir positif akan membuat bunda lebih tenang dan kuat menjalani hari-hari bunda bersama ABK.

Jangan lupa juga untuk selalu memperkatakan kata-kata yang positif kepada ABK kita.

ABK kita juga sama seperti anak normal lainnya yang punya perasaan. Mereka tahu dan bisa merasakan apabila mereka dicintai atau dibenci.

Kata-kata orang tua adalah doa, selalu taburkan kata-kata positif, maka suatu saat bunda akan menuai apa yang bunda tabur.

Jadi bunda, memiliki ABK bukan akhir dari segalanya, yaaa.

Segala pemberian Tuhan baik adanya. Sikapilah dengan selalu bersyukur dan percayalah semua akan indah pada waktuNya.

2 thoughts on “Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Akhir dari Segalanya, Ini 7 Kiat Menyikapinya!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *