Memetik 3 Nilai Moral dari Miftahul Jannah yang Didiskualifikasi dari Ajang Asian Para Games 2018

Asian Para Games menuai kontroversi. Tengah viral berita di media sosial mengenai didiskualifikasinya Miftahul Jannah dari laga Judo Asian Para Games 2108 karena berhijab.

Miftahul Jannah seorang atlet Judo Indonesia harus mengundurkan diri dari pertandingan Asian Para Games karena regulasi tak membolehkan ia berhijab.

Meski atas dasar alasan keaelamatan, Miftahul Jannah teguh pendirian untuk tetap berhijab. Suatu keputusan yang patut diacungi jempol ya, Dears.

Inilah 3 hikmah atau nilai moral dari Miftahul Jannah seorang atlet Judo

Indonesia, yuk, simak, Dears!

1. Mempertahankan Akidah untuk Tetap Berhijab

Bagi Miftahul Jannah, akidah adalah yang utama. Ia berusaha mematuhinya sebagai seorang muslim yang taat.

Bagi Miftahul Jannah perintah Tuhan-Nya adalah nomor satu, maka ia merelakan di diskualifikasi setelah tetap pada keputusannya untuk mengenakan hijab.

Biarlah … bagi Miftahul Jannah penilaian Tuhan-Nya adalah yang utama.  Mulia dihadapan-Nya jauh lebih baik dibandingkan harus melepaskan hijab.

2. Menuai Pujian Meski Langkah di Ajang Asian Para Games Terhenti

Miftahul Jannah merelakan langkahnya terhenti di ajang olahraga difabel tingkat Asia, namun ia tidak berputus asa.

Baginya masih ada kesempatan lain untuk berkembang. Semoga di ajang lain berhijab tidak menjadi alasan untuk menghentikan langkahnya menuai prestasi.

Meski gagal berlaga di Asian Para Games, Miftahul Jannah menuai banyak pujian karena keteguhannya untuk tetap berhijab.

Miftahul Jannah sudah menjadi seorang juara karena mampu mempertahankan akidahnya dan berani melepas kesempatan berlaga di ajang Asian Para Games.

3. Mendapatkan Rezeki tak Terduga karena Dia Menjamin Rezeki setiap Umatnya

Seusai langkahnya terhenti di Asian Para Games, Miftahul Jannah seolah-olah mendapatkan banyak rezeki.

Tak perlu khawatir mengenai rezekimu karena Dia menjamin rezeki setiap umatnya.

Usai didiskualifikasinya Miftahul Jannah, ia mendapatkan sejumlah uang dan beberapa tiket umrah. Keteguhan Miftahul Jannah berbuah manis sehingga Dia mengundang Miftahul Jannah beserta keluarga untuk datang ke Baitullah lewat jalan yang tak terduga.

Miftahul Jannah seorang atlet judo Indonesia memang patut diacungi jempol, ya, Dears. Keteguhannya mempertahankan akidah berbuah manis.

Meski didiskualifikasi dari ajang Asian Para Games, ia bisa memberikan pelajaran kehidupan untuk semua. Nilai moral yang patut kita tiru. Setuju, kan, Dears?

Sumber Foto: Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *