Tahukah Kamu? Memaksa Anak Preschool untuk Menulis dan Membaca Bisa Berdampak Buruk, lo

Dears, memiliki anak yang masih kecil sangat menggemaskan bukan? Apalagi jika sudah mengenal bermacam benda di sekitar. Mereka seakan memiliki dunianya sendiri dan enggan untuk memedulikan orang lain.

Setiap anak memiliki fase perkembangan sesuai dengan tahapan usianya. Mulai dari mengenal benda bergerak, menirukan suara hingga mengucapkan satu dua kata. Saat fase perkembangan seperti itu, tak jarang orang tua terus menekankan pengajaran tentang suatu hal kepada anak, sehingga banyak balita dan anak preschool yang sudah fasih membaca, menulis, hingga melakukan banyak hal yang belum sesuai tingkatan usianya.

Berikut pemahaman yang sebaiknya diketahui sebelum memaksa anak melakukan yang kita inginkan.

1. Tingkatan Perkembangan Kognitif Anak

Foto: Pexels

Setiap tahapan usianya memiliki kemampuan kognitif masing-masing, sehingga tidak perlu menuntut dan memaksa anak jika belum bisa menulis dan membaca. Justru yang perlu dikhawatirkan adalah jika sudah melewati batas usianya untuk membaca dan menulis namun belum bisa melakukannya, maka harus dikonsultasikan ke dokter spesialis anak.

2. Tidak Perlu Risau jika Belum Bisa Membaca

Foto: Pexels

Kebanyakan orang tua selalu memaksa anak untuk mempelajari apapun ketika sudah fasih berbicara. Padahal berbicara dan membaca merupakan dua hal yang berbeda. Jika memang belum mampu untuk membaca dan menulis, maka di usia yang berikutnya akan dengan sendirinya bisa melakukan keduanya dengan dibantu stimulus dari orang tua.

3. Dampak Pemaksaan

Foto: Pexels

Anak yang dipaksa untuk membaca dan menulis ketika belum waktunya akan berdampak pada saraf otaknya. Tuntutan orang tua yang didapatnya sehari-hari membuat tertekan dan berpikir untuk mengingatnya, sehingga saraf-saraf di otak jika terus dipaksakan akan rusak dan terputus.

4. Berikan Stimulus Tanpa Memaksa

Foto: Pexels

Meskipun belum waktunya untuk bisa membaca dan menulis di usia yang masih balita atau preschool, namun tetap harus mengajarkan untuk lebih banyak mengenal beberapa benda dan tulisan yang familiar dilihatnya. Ketika dilatih rutin setiap hari, bukan tidak mungkin anak bisa fasih sendiri untuk membaca tanpa dipaksa.

5. Otak Belum Siap Menerima

Foto: Pexels

Kita ketahui banyak anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan luar biasa seperti Audrey yang sempat viral di berita. Namun, tidak serta merta menuntut anak untuk bisa melakukan banyak pencapaian di usia yang belum semestinya.

Bagi anak yang memang diberi kecerdasan di luar kemampuan anak seusianya tentu membuat orang tuanya sangat bangga. Kelebihan itu pun hanya dimiliki oleh orang tertentu saja. Jika orang tua menuntut anak sejak kecil memiliki kemampuan standar hanya akan membuatnya tertekan dan jika mentalnya tidak kuat justru mudah terkena penyakit yang mengganggu mental atau psikisnya.

Melatih anak untuk mengenal tulisan memang benar, namun dilihat juga perkembangan kognitifnya. Usia balita atau preschool seusia anak PAUD atau TK belum saatnya menerima ajaran membaca dan menulis, karena di usia itu anak sedang tahap pengenalan dan akan berat bagi kerja otak jika dipaksa membaca dan menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *