Malam 17 Ramadan, Begini Seharusnya Umat Muslim Memperingati Nuzulul Quran

Tidak terasa ya Dears, sepuluh hari kedua di bulan Ramadan akan segera berakhir. Lancar ‘kan ibadahnya?

Selain penuh berkah, rahmat, dan ampunan, ada sebuah peristiwa istimewa yang terjadi pada bulan Ramadan, yaitu diturunkannya Kitab Suci Alquran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 185:

“Bulan Ramadan, bulan yang padanya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Dears, ayat-ayat Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur. Bukan sebentar, bahkan membutuhkan waktu sampai 23 tahun. Surat pertama yang diwahyukan adalah Al Alaq ayat 1 sampai dengan 5.

“Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu sekitar 23 tahun.” (HR. Thobari)

Peristiwa turunnya Alquran kita kenal dengan Nuzulul Quran yang diperingati setiap malam 17 Ramadan. Ramadan tahun ini, Nuzulul Quran akan jatuh pada Selasa malam, tanggal 21 Mei 2019.

Lalu, bagaimana cara kita sebagai umat muslim mengisi malam istimewa tersebut? Selayaknya bukan dengan pesta, melainkan kita dianjurkan untuk mengisi malam Nuzulul Quran dengan beribadah.

Kita bertilawah membaca Alquran dengan sungguh-sungguh dan penuh penghayatan. Kita harus bersyukur karena Allah telah mengirimkan petunjuk yang paling benar.

Kita juga bisa mengadakan pengajian. Selain menambah ilmu dan pengetahuan tentang agama, juga bisa mempererat silaturahmi dengan sesama muslim.

Jangan lupa di malam yang istimewa ini, mohonlah ampunan atas dosa-dosa kita dan juga dosa-dosa orang tua kepada Allah SWT. Walaupun doanya singkat, tapi sangat manjur karena mengharap rida Illahi.

Amalkanlah doa ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shokhiroon

Artinya : Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, baik Ibu dan Bapakku, kasihanilah keduanya seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.

Nah, Dears, sudah sampai Juz berapa tilawahnya? Semoga bisa khatam ya, di akhir Ramadan. Selamat menjalani ibadah puasa dan memperingati Nuzulul Quran. Semoga kita senantiasa berada di jalan yang lurus sesuai petunjuk dalam Alquran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *