Maaf, Satu Kata Penuh Makna di Momen yang Suci Ini

Assalamualaikum, Dears

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun, sesempurna apa pun seorang makhluk pasti pernah melakukan kesalahan, baik itu disengaja atau tanpa sengaja. Terkadang kesalahan tersebut menimbulkan rasa sakit yang membekas di hati, bahkan tak jarang sampai menjadi dendam.

Kita tentunya pernah menjadi pribadi yang pernah berbuat salah. Penyesalan tentunya ada, tapi yang penting adalah bagaimana cara kita memperbaikinya.

Satu kata ajaib untuk memperbaiki semuanya adalah kata “Maaf”. Walaupun ada keraguan untuk mengucapkannya, apalagi ada kekhawatiran apakah permintaan maaf kita akan diterima.

Jangan risau, Dears, awali semuanya dengan niat yang tulus. Masalah dimaafkan atau tidak, biar Allah yang Maha Membolak-balikkan hati yang menentukan.

Dengan maaf, kita ingin menebus semua kesalahan. Dengan maaf, kita ingin menyambung kembali silaturahmi.

Apabila kita berada di pihak yang tersakiti, maka maafkanlah. Dengan memaafkan, kita telah menghancurkan beban di hati.

Allah sangat menyukai hambanya yang saling memaafkan. Sebagaimana Allah Swt berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imron: 134)

Rasulullah adalah pribadi yang patut kita teladani. Beliau memiliki sifat sabar dan pemaaf. Dengan kelembutannya, beliau mampu menaklukkan musuh-musuhnya.

Kita juga harus berdoa kepada Allah agar hati kita dilembutkan. Karena sejatinya, hati yang sabar dan pemaaf adalah karunia dari Allah.

Sebagaimana Allah Swt berfirman:

كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Ali Imron:159)

Yuk, Dears, mumpung masih dalam nuansa yang fitri, momen ini sangat tepat untuk saling memaafkan dan menyambung silaturahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *