Learn from Home Bikin Stok Sabar Berkurang? Cobain 5 Cara Menasehati Anak Ini, Yuk, Dears!

Program learn from home yang dicanangkan pemerintah selama masa pandemi ini, membuat para orang tua memiliki tugas ekstra, ya, Dears. Disamping pekerjaan yang memang wajib diselesaikan dan dikerjakan dari rumah, masih harus berkutat dengan tugas pengajaran untuk si kecil. Ini bukan hal yang gampang dilakukan, apalagi bila anak terbiasa full day school. Padahal, masa pandemi ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Beratnya beban pekerjaan dari kantor, ditambah tugas menjadi guru dadakan bagi si kecil, tak ayal mampu membuat emosi meninggi dan stok sabar berkurang. Tentunya tak ingin hal ini berlarut-larut, bukan, karena bisa mambuat hubungan kita dengan buah hati menjadi tidak sehat. Nah, ada beberapa cara yang bisa dipraktikkan untuk berbicara dan menasehati si kecil, agar lebih mudah diajak kerjasama, Dears.

Sediakan Waktu Khusus

Anak akan lebih mudah mengingat atau memahami sesuatu yang berulang-ulang didengar, dilihat, dan dilakukan. Usahakan untuk mengalokasikan waktu khusus tiap minggu guna berbicara dari hati ke hati dengan si kecil. Cukup 30 menit setiap minggu, tapi harus rutin ya, Dears. Berikan nasehat dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh mereka, yang tak kalah penting, berikan juga teladan dalam kehidupan sehari-hari. Anak adalah peniru ulung, mereka lebih mudah mencontoh apa yang mereka lihat.

Samakan Visi dan Misi dengan Pasangan

Santai bersama keluarga
Sumber: sahabatnestle.co.id

Sebelum memberi nasehat atau peraturan, lebih baik diskusikan dulu dengan pasangan. Samakan apa yang akan disampaikan, peraturan apa yang harus diterapkan, dan bila perlu sanksi apa yang akan dikenakan. Nasehat akan lebih efektif, bila kedua orang tua memiliki kesamaan persepsi, jadi bisa saling menguatkan.

Suara Lembut

Saat akan memberi nasehat, panggil buah hati dengan nada yang lembut. Berusahalah untuk meredakan emosi agar amarah hilang, ya, Dears. Suara yang lembut tanpa marah-marah akan lebih mudah diterima karena anak tidak merasa terintimidasi atau dipojokkan.

Posisi Duduk

Sumber: pexels.com

Saat menasehati buah hati, lebih baik duduk berdampingan. Posisi ini akan membuat si kecil merasa sejajar, lebih bagus lagi, apit mereka di tengah kita dan pasangan. Hindari duduk berhadapan karena akan membuat anak merasa tidak nyaman. Saat rasa tidak nyaman ini muncul, dampaknya si kecil akan mengeluarkan self defence dan membuat nasehat yang diberikan sulit diterima.

Sentuhan Hangat

Pict by. ThoughtCo

Tak hanya melalui verbal, berikan pula sentuhan serta usapan lembut di bahu si kecil saat mulai berbicara. Sentuhan fisik yang lembut antara orang tua dan anak ini akan memudahkan komunikasi. Hal ini dikarenakan, anak merasa dihargai dan diterima.

Mendidik dan mengasuh buah hati bukan pekerjaan yang mudah, ya, Dears. Banyak hal yang harus selalu dipelajari dan di update. Sebagai orang tua kita juga wajib open minded dan mau mendengarkan apa yang diinginkan si kecil, sehingga komunikasi akan berjalan dari dua arah. Akan lebih maksimal lagi bila ada sinergi dan kerjasama antara orang tua dan guru di sekolah. Namun, yang wajib diperhatikan adalah, setiap anak itu istimewa dan unik, sehingga tak perlu dibandingkan dengan yang lainnya.

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *