Keuntungan Pernikahan Sederhana di Tengah Pandemi Covid yang Belum Usai

Bagaimana nih, perkembangan Covid-19 di daerahmu? Rasanya sudah bosan ya selama hampir 4 bulan selalu disuguhi beragam berita mengenai virus corona ini. Hingga semua aktiitas yang biasanya dikerjakan di luar rumah harus dibatasi dan dialihkan dikerjakan di rumah.

Beragam pembatasan telah dilakukan untuk meminimalkan penyebaran Covid semakin meluas dan korban yang positif semakin bertambah. Bahkan acara pernikahan pun harus ditunda terlebih dahulu jika tidak ingin dibubarkan paksa oleh perangkat desa setempat atau satpol PP. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan Covid belum juga menunjukkan adanya penurunan jumlah, acara pernikahan tetap ada yang melangsungkannya. Tentunya dengan berbagai pembatasan dan menerapkan sesuai protokol kesehatan yang disarankan.

Nah ternyata, adanya pandemi Covid-19 ini mengajarkan banyak hal kepada kita semua terkhusus dalam hal melangsungkan pernikahan loh. Pastinya juga ada keuntungan tersendiri jika ingin melangsungkan pernikahan di tengah pandemi Covid ini. Mau tahu apa saja, simak ulasan berikut ini, Dears.

1. Acara sederhana yang penting i’tikadnya

Pict by: Pixabay.com

Karena ingin segera melangsungkan pernikahan meski di tengah pandemi seperti saat ini, banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan. Salah satunya mengenai seberapa besar acara yang akan dilaksanakan. Untuk itu banyak yang mengubah rencana awal acara pernikahan menjadi lebih sederhana. Toh memang tujuan pernikahan itu ijab qabul atau akad nikahnya, bukan seberapa besar dan mewah acara resepsi yang digelar.

2. Menekan biaya yang sering mubadzir

Pict by: Pixabay.com

Nah sisi positifnya bagi yang ingin tetap menikah di kondisi seperti saat ini bisa menekan biaya yang dikeluarkan untuk melangsungkan pernikahan. Jika biasanya dana untuk dekorasi dan gaun pengantinnya saja sudah lumayan banyak, di kondisi seperti sekarang ini mungkin saja dana itu bisa dibagi-bagi untuk keperluan lainnya. Bahkan bisa juga menutup seluruh biaya pernikahan jika memang cukup dilaksanakan secara sederhana. Justru dengan kondisi seperti ini, lebih menghemat karena tidak mengeluarkan dana untuk hiburan.

3. Tetap sah meski tanpa resepsi besar

Pict by: Pixabay.com

Pun pernikahan yang dilangsungkan tetap dianggap sah jika sudah mengucap ijab qabul dalam agama Islam. Tanpa resepsi juga kamu dan pasangan sudah sah menjadi suami istri. Acara resepsi bukanlah suatu keharusan dalam pernikahan, jika tidak diadakan juga sebenarnya tak masalah. Namun kebiasaan yang ada di masyarakat seperti sebuah keharusan meski diadakan dengan sederhana, karena memiliki tujuan untuk memberitahukan kepada saudara dan tetangga jika ada yang menikah dan sudah sah secara agama.

4. Dana pernikahan untuk tabungan rumah tangga

Pict by: Pixabay.com

Kemungkinan dana yang masih sisa cukup banyak ya Dears, jika perhitungannya didasarkan sebelum adanya pandemi Covid-19 ini. Nah dana yang masih sisa tersebut justru menguntungkan bagi yang akan menikah sebagai tabungan bersama dalam menjalani rumah tangga bersama serta menyiapkan keperluan lainnya. Selain kebutuhan rumah tangga, tabungan untuk persalinan dan merawat anak juga sebaiknya dipikirkan ketika memulai rumah tangga baru ya Dears, biaya persalinan caesar itu mahal lho.

 5. Covid tidak mengenal istilah gengsi

Pict by: Pixabay.com

Ada banyak pengajaran yang sebenarnya bisa kita petik adanya pandemi Covid yang melanda kurang lebih 4 bulan ini. Di antaranya mengajarkan kepada kita semua untuk tidak perlu mengagungkan kegengsian kita kepada orang lain. Karena semuanya akan kembali kepada Tuhan dan tidak ada segala hal yang kita miliki akan terus menjadi milik kita. Saat bertekad ingin melangsungkan pernikahan, juga tidak perlu gengsi dengan menggelar pesta resepsi yang mewah nan besar jika tujuan utamanya menikah, dengan acara sederhana pun tetap tercapai tujuannya ‘kan Dears.

So, bagaimana dengan kamu Dears, adakah rencana untuk melangsungkan pernikahan di tengah kondisi Covid saat ini. Jika ingin menunggu pandemi berakhir, pastinya kita belum tahu kapan berakhirnya. Dalam agam Islam pun jika sudah mampu menikah maka segeralah menikah karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan di antara kedua calon pasangan.

 

Featured image: Photo on Pexels.com
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *