Ketika Anak Harus Mengikuti Kelas Bimbingan Belajar di Luar Sekolah, Perhatikan 9 Hal Berikut, Dears

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk putra putrinya, termasuk dalam hal penguasaan materi pelajaran. Jika anak dirasa kurang bisa mengikuti materi pelajaran di sekolah, maka orang tua sering mendaftarkan anak di kelas bimbingan belajar. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ya Dears, di antaranya :

1. Orang Tua Tidak Menguasai Ilmunya

Orang tua adalah guru terbaik bagi anak, terutama dalam hal pelaksanaan syariat agama, kebiasaaan sehari-hari dan pemahaman akademis. Namun orang tua juga memiliki keterbatasan pemahaman, terutama dalam hal-hal akademis, sehingga perlu didelegasikan kepada orang lain. Anak masih memerlukan tambahan pembelajaran jika apa yang didapatnya di sekolah belum cukup memuaskan. Nah, jika orang tua tidak memahami salah satu materi pembelajaran, ada baiknya anak diikutkan dalam bimbingan belajar tambahan. Jelaskan kepada anak bahwa orang tua tidak memahami materi tertentu sehingga dia harus belajar kepada orang lain.

2. Ketinggalan Pelajaran

Saat anak mulai malas sekolah dan takut menghadapi kegiatan belajar mengajar, orang tua harus waspada. Mungkin saja anak mulai ketinggalan pelajaran karena tidak paham tetapi tidak menemukan solusi untuk mengatasi permasalahannya. Bukalah dialog terbuka kepadanya dan tawarkan bantuan kepadanya, salah satunya dengan mengikuti kelas bimbingan belajar. Katakan kepadanya bahwa diperlukan waktu ekstra di luar sekolah untuk belajar bersama guru bimbingan belajar yang akan membantunya memahami pelajaran tertentu.

3. Anak Lebih Suka Belajar Bersama

Sebagian anak memiliki sifat yang terbuka dan senang bersosialisasi, termasuk dalam hal belajar. Belajar sendirian tidak cukup menyenangkan baginya, sehingga kelas bimbingan belajar bisa menjadi solusi agar anak tetap semangat belajar. Di kelas bimbingan belajar anak akan menemukan kesempatan untuk berdiskusi dengan teman dan gurunya. Dan percayalah bahwa anak-anak tipe terbuka akan menemukan kesenangan tersendiri di kelas bimbingan belajar selain mendapatkan tambahan pengetahuan.

4. Waktu Tidak Terlalu Mengikat

Anak memiliki mood yang masih belum stabil, sehingga ikatan waktu seringkali membebaninya. Selain sekolah, kelas bimbingan belajar akan menyita waktu bermainnya, sehingga sesekali orang tua perlu membebaskannya untuk bersenang-senang. Jangan membebaninya dengan terlalu banyak mengikuti kelas bimbingan belajar demi mengejar prestasi akademis. Libatkan anak untuk memilih kelas yang ingin diikutinya dan memilih waktu yang pas baginya. Mungkin di akhir minggu atau hari di mana dia pulang sekolah lebih awal. Jangan memaksa anak mengikuti bimbingan belajar sepanjang hari, karena anak akan kehilangan waktu untuk bersosialisasi dengan teman di lingkungan tempat tinggal kita.

5. Having Fun

Setiap aktivitas yang dijalani anak harus menyenangkan baginya termasuk dalam mengikuti kelas bimbingan belajar. Biarkan anak bersenang-senang bersama teman-temannya, karena dengan begitu pemahaman akan pelajaran lebih mudah didapatkan. Pilihlah penyelenggara bimbingan belajar yang pas untuk anak dengan mencari referensi sebanyak-banyaknya, baik dari penyelenggara, opini masyarakat atau teman. Jangan sampai mengikuti kelas bimbingan belajar malah membuat anak semakin stres dalam belajar.

6. Jarak ke Tempat Les

Perhitungkan juga jarak antara rumah, sekolah dan tempat bimbingan belajar tambahan. Jika terlalu jauh dari rumah atau sekolah, pasti akan menambah waktu tempuh dan membuat anak sudah capek dalam perjalanan. Orang tua selalu memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi anak, termasuk memilihkan kelas bimbingan belajar yang terkenal dan bonafid. Tapi jika jaraknya terlalu jauh tentu akan percuma saja. Jarak yang dekat memungkinkan orang tua untuk mengantar dan menjemput sesuai jadwal yang ada atau merelakan anak berangkat sendiri dengan transportasi  yang aman bagi anak.

7. Guru Menyenangkan

Jika di sekolah sudah bete menghadapi guru yang  membosankan cara mengajarnya, maka sebaiknya guru bimbingan belajar adalah guru yang menyenangkan, sehingga proses pemahaman anak terhadap pelajaran menjadi lebih baik. Orang tua tentu memahami bahwa selain alat peraga, perimbangan teori dan praktik serta kondisi kesehatan anak, cara guru mengajar akan sangat memengaruhi proses penyerapan ilmu. Beberapa bimbingan belajar menerapkan sistem belajar kekeluargaan sehingga anak merasa homy saat belajar. Namun ada juga bimbingan belajar yang hubungan siswa dan gurunya tidak berbeda dengan suasana sekolah. Sekali lagi, orang tua perlu mencari referensi sebanyak-banyaknya mengenai kelas bimbingan belajar yang ada.

8. Materi Pelajaran

Bimbingan belajar yang baik adalah bimbingan belajar yang mengajarkan anak memahami sebuah “konsep” dari materi pelajaran. Jika “konsep” materi pelajaran telah dikuasai oleh anak, apa pun bentuk pertanyaan terkait dengan materi akan dapat diselesaikan oleh anak tanpa kesulitan. Memang ada beberapa bimbingan belajar yang mengajarkan cara cepat menjawab pertanyaan yang terkait materi pelajaran. Namun biasanya ini hanya berlaku untuk pertanyaan opsional yang jawabannya sudah ada dan anak tinggal memilih salah satu jawaban yang paling tepat, seperti pilihan ganda. Pemahaman anak akan sebuah “konsep” materi pelajaran akan memudahkannya menjawab pertanyaan esai yang memerlukan lebih banyak nalar, kreativitas dan pemikiran komprehensif.

9. Biaya Tidak Terlalu Mahal

Biaya yang mahal tidak selalu menjamin kualitas bimbingan belajar, karena banyak faktor yang berpengaruh dalam proses pemahaman anak terhadap materi pelajaran. Yang harus menjadi pertimbangan utama adalah orang tua harus realistis dengan kemampuan finansial yang dimilikinya. Jangan hanya karena gengsi, anak diikutkan dalam kelas bimbingan belajar yang mahal biayanya tetapi anak tidak enjoy mengikutinya. Akibatnya, ketika anak malas berangkat karena tidak cocok dengan kelas bimbingan belajarnya, rugilah kita yang sudah membayar biaya di muka.

Semoga dengan mengikuti tambahan pelajaran di kelas bimbingan belajarnya, anak-anak menjadi semakin menguasai pelajaran ya, Dears. Kita sebagai orang tua pasti akan bahagia jika anak-anak menjadi lebih pandai di bidang akademis, meskipun kepandaian akademis bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan anak di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *