Kenali, yuk, Tahapan Bicara pada Anak Agar Buah Hati Tak Terkendala Saat Berkomunikasi

Udah gak papa, kan ini anak pinternya jalan dulu, ntar juga bisa ngomong!” Pernah mendengar kalimat seperti itu, Dears, terutama yang berkaitan dengan tahapan bicara pada anak?

Ketika ada anak yang lebih lambat bicara dianggap sebagai sebuah permakluman, sepertinya menjadi hal yang kadang kita jumpai. Beberapa orang beranggapan, ada anak yang memang lebih pintar jalan dulu dibanding bicara, dan juga sebaliknya. Lalu, mana yang paling tepat?

Daripada kita berdebat mana yang paling tepat, lebih baik kita pelajari terlebih dahulu kapan waktunya seorang anak bicara melalui pengetahuan tahapan bicara pada anak.

Tahapan Bicara pada Anak

Dilansir dari Hellosehat.com, ada 6 tahapan bicara pada anak yang berpusat dari mulai ia lahir hingga usia 3 tahun. Lebih lengkapnya kamu bisa simak penjelasan berikut, ya, Dears.

Usia 0-3 Bulan

Di usia ini, bayi bisa membedakan terutama suara ibunya dengan suara yang lain. Bahkan sebenarnya sejak dalam kandungan pun, ia sudah belajar tentang suara-suara yang ada di sekitarnya.

Usia 4-6 Bulan

Tahapan bicara pada anak di rentang usia ini, seharusnya sudah mulai menirukan dengan mengucapkan kata-kata yang mudah seperti bababa, yayaya, ataupun kata lain yang ia mudah ucapkan sesuai usianya. Meskipun terdengar asal, tapi sebenarnya si kecil sedang berjuang keras mengeksplorasi penggunaan lidah, langit-langit mulut, hingga pita suaranya untuk mengucapkan kata yang ia maksudkan.

Foto: sheiswellness.com

 

Usia 7-12 Bulan

Usia dimana si kecil mulai mengucapkan kata-kata yang masuk akal, seperti panggilan mama ataupun papa. Walau masih banyak kata yang belum tepat, tapi dalam range usia ini, si kecil mulai meniru nada & pola bicara orang dewasa di sekitarnya.

Usia 13-18 Bulan

Si kecil bisa mengutarakan kata sesuai dengan apa yang dimaksudnya, meski masih banyak kata yang terpeleset, tapi sudah bisa dipahami oleh yang mendengarnya.

Usia 19-24 Bulan

Mulai bisa merangkai kalimat. Apa yang diucapkannya pun makin beragam, bahkan sudah bisa ikut menyanyikan lagu-lagu pendek dan mengikuti irama lagunya.

Usia 25-36 Bulan

Pada usia ini, si kecil kosakatanya makin banyak, komunikasinya makin lancar dan sudah bisa melakukan dialog serta percakapan timbal balik.

 

Stimulasi Bicara pada Anak

Kasus speech delay akhir-akhir menjadi perhatian tersendiri, Dears. Pastikan kita sebagai orang tua memberikan perhatian khusus, terutama untuk pendampingan kemampuan bicara pada anak. Ada beberapa hal mudah yang bisa kita lakukan untuk memberikan stimulasi pada anak, supaya kemampuan bicaranya tepat waktu, yaitu dengan cara berikut ini.

Menyanyi dengan Ekspresi

Kenapa anak-anak senang dengan Youtube atau aneka media visual lainnya? Karena berwarna-warni dan penuh ekspresi. Nah, kita bisa lakukan stimulasi bicara pada anak, dengan mengajaknya bernyanyi secara langsung tanpa menggunakan media online atau gadget apapun, supaya fokus anak juga tertuju ke kita. Jangan lupa untuk berikan ekspresi pada wajah dan suara kita mengikuti kata-kata di dalam lirik lagunya. Apalagi ditambah gerakan-gerakan tertentu yang sesuai dengan lagu, akan membuat anak lebih mudah menangkap kata yang dimaksud.

Dongeng Sebelum Tidur

Momentum sebelum anak tidur, adalah salah satu saat terbaik untuk perkembangan bahasa dan kosa katanya. Tetap dengan ekspresi maksimal yang kita tunjukkan, disertai dengan pengenalan kata-kata sederhana yang ada di buku. Dengan cerita yang menarik, membuat anak tentunya tertarik dan tanpa ia sadari sebenarnya ia sedang belajar kata-kata baru.

Penggal Kata Menjadi Suku Kata

Ini ku-cinggggg, me-onggggg”. Lakukan pemenggalan kata menjadi 2 atau lebih suku kata, agar kelak anak mulai belajar dari suku kata terakhirnya, hingga akhirnya ia bisa lengkap mengucapkan suatu kata. Lebih efektif, ketika kita lakukan dengan apa yang ada di sekitar anak, terutama yang ada di rumah. Dari mulai mengenal warna, seperti “Ini warna me-rahhhh”, ataupun mengenal benda-benda di sekitarnya.

Kemampuan bicara tiap anak memang berbeda, tapi dengan berusaha melatihnya lebih dini, anak juga lebih mudah menyampaikan apa yang ingin ia ungkapkan. Tidak jarang, anak bisa mudah marah karena terkendala dalam menyampaikan apa yang ingin ia ungkapkan di usia yang seharusnya ia sudah bisa berkomunikasi dengan lancar. Selain itu, stimulasi yang tepat juga penting supaya anak belajar bertahap tentang kata, hingga berhasil merangkainya menjadi sebuah kalimat.

Happy Parenting, Dears! Yuk, semangat, kita bantu si kecil melalui tahapan bicaranya, sehingga ia lebih mudah mengenal dan mengucapkan kata demi kata 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *