Kenali Roseola Infantum, si Bercak Merah pada Bayi. Bahayakah?

 

Dears, pernahkah kamu mengalami kepanikan sebagai ibu karena adanya bercak merah pada bayimu? Jika tiba-tiba ada bercak merah yang muncul dan menyebar di dada, perut, punggung bahkan sampai ke wajah, kemungkinan besar si kecil sedang mengalami infeksi roseola infantum.

Lalu, apakah infeksi ini berbahaya, Dears? Sejauh mana kamu harus mewaspadainya? Berikut sekilas fakta tentang infeksi roseola infantum yang sebaiknya kita pahami sebagai seorang ibu. Simak, yuk!

Apakah Roseola Infantum itu?

Dears, penyakit ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai exanthema subitum, yaitu penyakit yang terjadi karena infeksi virus herpes. Roseola infantum biasanya disebabkan oleh virus herpes tipe 6 (HH-6), dan bisa juga disebabkan oleh virus herpes tipe 7 (HH-7) . Infeksi roseola infantum ditandai dengan gejala demam dan munculnya bercak merah di kulit.

Bayi Paling Rentan Terkena Roseola Infantum

Bayi yang baru lahir sampai berumur 6 bulan mempunyai antibodi bawaan dari ibunya. Nah, ketika mencapai usia 6 bulan sampai 2 tahun secara perlahan antibodi tersebut memudar. Di usia inilah anak rentan terkena roseola infantum, karena si Kecil belum sempat membangun antibodi sendiri untuk melawan virus.

Meski demikian, infeksi ini juga dapat menyerang orang dewasa, bahkan di atas usia 60 tahun, yaitu pada saat pertahanan tubuh mereka lemah. Namun, dengan persentase yang lebih sedikit.

Ruam Adalah Gejala Utama

Gejala dari roseola infantum baru akan muncul setelah 1-2 minggu virus tersebut masuk ke tubuh si kecil, dan biasanya akan muncul gejala berikut :

  • Anak menjadi rewel
  • Nafsu makan menurun
  • Demam yang muncul tiba-tiba
  • Batuk disertai pilek
  • Tenggorokan sakit
  • Pembesaran kelenjar di leher
  • Diare ringan
  • Pembengkakan pada kelopak mata

Demam yang muncul biasanya akan mereda dalam waktu 3-5 hari, lalu disertai munculnya ruam berwarna merah muda pada dada, perut, punggung, lalu menyebar ke bagian lengan, leher bahkan ke wajah. Ruam ini tidak terasa gatal dan dapat menghilang dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Virus Roseola Infantum Disebarkan Melalui Udara

Untuk penyebaran virus ini yaitu melalui udara. Bisa melalui percikan ludah penderita ketika batuk atau bersin yang kemudian terhirup oleh si kecil. Virus ini juga dapat ditularkan melalui benda-benda yang dipakai penderita. Namun, penularannya tidak secepat virus lain dan tidak mewabah, serta tidak mengenal musim.

Dapat Menyebabkan Komplikasi Radang Otak

Secara normal penyakit roseola infantum tergolong ringan dan si kecil pun dapat sembuh dalam satu minggu.

Namun, demam yang naik dengan cepat dapat memicu kejang demam pada anak, sehingga akibat yang serius dari daya tahan tubuh yang rendah seperti radang otak dan pneumonia dapat muncul. Hal ini dapat terjadi dengan anak yang mengalami gizi buruk serta anak yang baru menerima organ cangkok, Dears.

Tidak Perlu Pengobatan Khusus

Roseola infantum tidak perlu pengobatan khusus, cukup lakukan perawatan di rumah. Jika demam tinggi berikan obat penurun panas. Biarkan kamar si kecil dalam suhu ruangan, lalu usahakan agar asupan cairan cukup sehingga anak terhindar dari dehidrasi.

Dapat Dicegah dengan Gaya Hidup Bersih

Langkah terbaik untuk menghindarkan anak dari virus ini adalah dengan menjauhkan si kecil dari orang yang sedang terjangkiti virus ini, agar tidak tertular.

Selain itu, usahakan untuk tidak berbagi peralatan makan atau minum dengan orang lain. Biasakan anak untuk cuci tangan setelah bermain. Jika ibu sedang batuk atau pilek usahakan untuk memakai masker, ajarkan dan terapkan gaya hidup bersih pada anak agar terhindar dari virus, kuman dan penyakit.

Jadi, mulai sekarang kamu harus lebih peka ya, Dears, terhadap lingkungan, agar anak terbebas dari berbagai virus dan penyakit. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *