Kenali Penyebab Anak Bandel sejak Dini agar Tak Berlanjut hingga Dewasa, Dears

Dears, seperti yang kita ketahui, anak adalah hasil fotokopi dari orang tuanya. Bisa dikatakan semua yang pernah dilakukan orang tua terhadap si anak, maka itulah yang akan diingat anak hingga dewasa.

Peran orang tua dalam mendidik anak merupakan hal yang wajib dilakukan, karena orang tua, terutama ibu, adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Didikan orang tua berpengaruh terhadap sifat dan perilaku anak sejak kecil hingga dewasa.

Didikan yang kurang tepat juga bisa menjadikan anak sulit diatur, bandel dan bahkan mudah membantah perkataan orang yang lebih tua. Setiap orang tua tentu tidak ingin memiliki anak dengan perilaku seperti itu ‘kan, Dears? Nah, untuk itu, kenali penyebab anak berperilaku seperti itu.

Berikut 7 penyebab anak bandel yang harus kita perhatikan. Bahkan, penyebabnya ada yang dari orang tua sendiri, loh.

1. Selalu Dimanja

Bagi orang tua, memiliki anak pertama adalah anugerah yang luar biasa. Tak jarang, apa pun yang diinginkan anak selalu dituruti. Padahal, menuruti semua yang diinginkannya tidak dapat mengajarkan arti dari berusaha dan kerja keras. Anak terbiasa menggunakan cara instan demi mendapatkan apa yang diinginkan. Ini berdampak pada emosional anak menjadi bandel jika tidak dituruti keinginannya.

2. Didikan yang Kurang Maksimal

Peran orang tua saat ini sudah semakin berkurang dalam mendidik anak. Kebanyakan orang tua melimpahkan tanggung jawabnya kepada pengasuh, sehingga anak lebih banyak meniru dari lingkungan pengasuh tanpa diarahkan pada perilaku yang baik. Dan parahnya, saat bersama anak, orang tua pun masih kurang mendampingi perkembangan anak dengan baik.

3. Kurang Diperhatikan

Sebagai wanita karir, antara pekerjaan dan mengurus rumah tangga memang sulit untuk membagi mana yang lebih penting. Namun, bukankah mengurus anak lebih mulia dari pada pekerjaan? Anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tuanya karena sibuk bekerja kemungkinan besar tumbuh menjadi anak yang susah diatur dan bandel. Hal itu karena dia terbiasa tidak dipedulikan oleh orang tuanya, dan ketika ada yang mencoba peduli kepadanya akan mudah berontak.

4. Serba Kecukupan

Sama halnya dengan poin pertama, memiliki kehidupan yang serba mudah dan kecukupan secara tidak langsung membuat anak enggan menghargai orang lain. Anak akan tumbuh menjadi orang yang cenderung menuntut apa pun yang dia inginkan dan mudah marah saat keinginannya tidak dituruti.

5. Tidak Terbiasa Disiplin

Mengajarkan disiplin sejak kecil kepada anak memiliki manfaat untuk ke depannya. Anak yang terbiasa disiplin memiliki prinsip yang selalu ia bawa. Selain itu, disiplin membuat anak terbiasa untuk patuh dan mengikuti aturan, sehingga kecil kemungkinan menjadi anak yang bandel. Berbeda halnya dengan anak yang tidak terbiasa disiplin, sering bertindak sesuka hati dan sulit untuk diatur.

6. Lingkungan Pertemanan

Baik anak kecil maupun orang dewasa, lingkungan pertemanan sangat berpengaruh pada sifat seseorang. Terutama anak-anak yang belum sepenuhnya bisa menyaring sesuatu yang dirasa buruk oleh dirinya, sehingga mudah mengikuti sifat yang kurang baik dari teman di lingkungannya.

7. Perlakuan Buruk Orang Tua

Anak yang sering mendapat perlakuan buruk dari orang tuanya kemungkinan besar akan meniru perilaku orang tuanya. Contoh, orang tua yang sering membentak, berbicara keras, bahkan main tangan saat anak berbuat salah. Perilaku seperti itu bisa mendorong anak untuk berperilaku sama, atau justru lebih buruk.

Nah, sekarang sudah tahu ‘kan penyebab anak menjadi bandel dan susah diatur? Peran sebagai orang tua memang tidaklah mudah, namun setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya menjadi anak yang berperilaku baik. So, jangan sampai orang tua menyesali didikan yang salah telah diajarkan kepada anak sehingga menjadi anak yang kurang patuh pada orang tua.

 

*Seluruh isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *