Kenali 3 Penyakit Utama Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia Tidak Perlu Menunggu Usia Lanjut

Baru-baru ini ada berita duka datang dari dunia entertainment suami dari penyanyi sekaligus aktris Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair. Diketahui penyebab kematiannya akibat serangan jantung, sehingga tidak bisa diprediksi dan diduga oleh siapapun tentang kematiannya. Sontak hampir semua media mengabarkan berita kematiannya dan banyak artikel terkait yang bermunculan mengenai penyakit jantung atau serangan jantung yang menjadi penyebab kematiannya.

Serangan jantung atau dalam bidang kesehatan disebut sebagai sindrom koroner akut merupakan kondisi dimana jantung tidak mendapat pasokan aliran darah ke seluruh tubuh secara tiba-tiba. Sehingga siapapun bisa mengalaminya, terlebih jika memiliki riwayat penyakit sebagai faktor resikonya yang berpengaruh besar terhadap kejadian serangan jantung ini.

Berikut akan dibahas mengenai tiga penyakit yang menjadi penyebab utama jumlah kematian tertinggi di seluruh dunia. Bahkan ketiganya ini saling berhubungan hingga memperparah kondisi penyakit di dalam tubuh. Ketiga penyakit tersebut adalah diabetes, hipertensi dan the one and only penyakit jantung yang menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini.

Parahnya ketiga penyakit ini bisa dialami oleh siapapun tanpa memandang usia. Memang, awalnya menjadi penyakit yang seringkali dialami oleh lansia atau geriatri, namun seiring perubahan gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat menjadi faktor pencetus utama timbulnya penyakit tersebut.

Diabetes

Image by Pinterest

Makanan saat ini tidak lepas yang namanya pemanis, baik pemanis alami maupun sintetis kerap ditambahkan hampir semua jenis olahan makanan dan minuman. Pengendalian diri akan batasan konsumsi gula yang jarang diterapkan menjadikan seseorang mudah terdiagnosis menderita diabetes bahkan di usia muda sekalipun.

Diabetes ini jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi tubuh, bahkan terdapat jenis diabetes yang menimbulkan penderitanya mengalami luka basah yang tidak sembuh hingga berujung diamputasi. Selain luka yang tak kunjung sembuh, kadar gula berlebih dalam aliran darah akan merusak pembuluh darah. Ditambah dengan penumpukan lemak hingga menjadi plak akan menyumbat pembuluh darah hingga kekurangan pasokan darah ke seluruh tubuh.

Orang dengan penderita diabetes memiliki resiko lebih besar terhadap penyakit jantung. Hal itu diperkuat dengan penjelasan pada penelitian mengenai gambaran penyakit jantung pada penderita diabetes mellitus dikatakan bahwa penumpukan glikoprotein berlebih pada pembuluh darah koroner mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi arteri untuk mengalirkan darah ke otot jantung mengalami penurunan. Sehingga kejadian penyakit jantung atau serangan jantung meningkat.

Hipertensi

Image by Pinterest

Nama umumnya adalah tekanan darah tinggi, yang melebihi batas normal 120/80 mmHg. Hipertensi dulunya hanya diderita oleh pasien lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi jantung dan faktor penyerta lainnya. Akan tetapi, saat ini hipertensi bisa dialami oleh orang dengan usia kurang dari 50 tahun.

Hipertensi juga bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi mengandung tinggi natrium atau garam. Sehingga perlu dikontrol takaran garam yang digunakan untuk mencegah penyakit hipertensi ini. Perlu diwaspadai pada orang dengan riwayat hipertensi juga lebih beresiko mengalami penyakit jantung.

Sama halnya dengan diabetes, pada tekanan darah tinggi pembuluh darah koroner (pembuluh darah yang memberi suplai darah ke jantung) mengalami aterosklerosis atau penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Akibatnya plak yang semakin menumpuk akan mempersempit aliran darah menuju ke jantung hingga mengalami penurunan pasokan darah. Gejala yang dialami biasanya berupa nyeri dada, sesak nafas hingga pingsan. Jika tidak segera mendapat pertolongan dapat menyebabkan kematian.

Penyakit jantung

Image by Pinterest

Penyakit jantung merupakan tindak lanjut komplikasi dari penyakit sebelumnya. Jantung dengan fungsi yang sangat kompleks mampu menyuplai darah ke seluruh tubuh untuk membuat seseorang tetap bernafas dan hidup. Kekurangan pasokan oksigen secara tiba-tiba dapat menyebabkan seseorang sesak nafas hingga berujung kematian jika tidak segera ditolong.

Seringnya, penyakit yang terjadi pada organ jantung disebabkan oleh aliran pembuluh darah yang bermasalah. Bisa dikarenakan sumbatan akibat plak lemak dan penyempitan pembuluh darah arteri yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti merokok, minum alkohol hingga stres. Akibatnya otot jantung tidak berfungsi karena tidak mendapat aliran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Untuk pengobatan yang diberikan berbeda-beda tergantung dari penyebab pasien mengalami serangan jantung. Namun pertolongan pertamanya diberikan terapi oksigen untuk mensuplai oksigen sehingga memperbaiki kerja organ jantung. Pengobatan medis di antaranya seperti aspirin untuk mengencerkan darah sehingga aliran darah kembali normal, kemudian trombolitik yang bertujuan untuk memecah gumpalan darah dan pemberian nitrogliserin serta morfin untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit.

Penyakit tidak harus menunggu seseorang mencapai usia lanjut. Kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat dan tubuh yang terforsir menjadi penyebab utama memiliki kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terkena penyakit. Yuk, selagi masih sehat jaga kondisi tubuh dan pelihara stres serta perhatikan konsumsi makanan untuk mencegah terkena penyakit, Dears.

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *