Sudah Sekolah Tinggi Hanya Jadi Ibu Rumah Tangga? Tenang, Dears, Kamu Tetap Istimewa dengan Caramu Sendiri

Di era modernisasi seperti sekarang ini, sudah sangat umum perempuan berkarir. Bekerja di kantor, memiliki posisi ternama, dan mempunyai gaji yang besar. Semua itu bisa dilihat sebagai sebuah pencapaian yang bagus. Sementara perempuan yang bergelar sarjana namun hanya menjadi ibu rumah tangga dilihat sebagai suatu keputusan yang tidak berharga.

Seringkali menjadi bahan pembicaraan dan dianggap sia-sia, baik waktu dan energi yang dihabiskan untuk menempuh pendidikan, jika pada akhirnya perempuan hanya berakhir di rumah. Padahal keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga bukanlah keputusan yang keliru. Segala anggapan orang lain bisa saja membuat perasaan menjadi tidak enak hingga terbawa perasaan. Namun sesungguhnya, ibu rumah tangga meskipun hanya di rumah tetap istimewa lho, Dears.

Kamu adalah Guru Pertama Anakmu

Tidak bisa dipungkiri, melihat teman perempuan lain bisa memiliki karir bagus di tempat kerjanya, kadang akan memunculkan rasa iri. Sementara yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dengan berbagai alasan, hanya bisa berkutat dengan pekerjaan rumah sepanjang hari. Tidak keren.

Jangan khawatir, Dears. Kamu memiliki satu keistimewaan yang pantas kamu syukuri. Putra putrimu akan mendapat pendidikan pertamanya dari seorang ibu yang bergelar sarjana. Sementara anak-anak lain mungkin menghabiskan sepanjang harinya dengan pengasuhnya.

Kamu Tetap Bisa Berpenghasilan

Yang paling mencolok dari status ibu pekerja dan ibu rumah tangga adalah kesempatan untuk berpenghasilan. Ibu pekerja sudah barang tentu akan menerima gaji. Sementara ibu rumah tangga hanya menunggu uang nafkah dari suami.

Sekarang, ibu rumah tangga pun bisa berpenghasilan besar meskipun hanya di rumah. Ada banyak peluang bisnis rumahan yang bisa dicoba, dikerjakan baik secara online maupun offline. Dengan kesungguhan dan kerja keras, bukan tidak mungkin ibu rumah tangga yang hanya mengasuh anak di rumah memiliki penghasilan yang lumayan.

Kamu Tetap pada Kodratmu

Dalam rumah tangga, yang mempunyai kewajiban mencari nafkah adalah suami. Seorang istri pada dasarnya harus tinggal di rumah untuk menjaga anak dan harta yang ditinggalkan suami untuk bekerja.  Jadi kamu tidak perlu merasa tertinggal dari temanmu yang berkarir di luar rumah. Kamu telah memainkan peranmu yang sesungguhnya.

Tidak perlu merasa minder jika kamu hanya seorang ibu rumah tangga yang menghabiskan banyak waktu di rumah, jarang keluar rumah bahkan jarang bergaul, Dears. Semua yang telah kamu korbankan untuk pendidikan tinggimu tidak akan pernah sia-sia. Pun juga dengan pengorbananmu dan keikhlasanmu untuk keluargamu, akan tetap diperhitungkan sebagai amal kebaikan.

4 thoughts on “Sudah Sekolah Tinggi Hanya Jadi Ibu Rumah Tangga? Tenang, Dears, Kamu Tetap Istimewa dengan Caramu Sendiri”

  1. Mantab. Sepakat, bahwa sekolah tinggi mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji indah impian semua orang, tapi saat kenyataan itu tidak teraih masih ada hal yang bermanfaat yang bisa dilakukan meski di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *